
Do Hyun sedang berada di tempat Syuting "Do Hyun bagaimana keadaan kamu, apakah sudah membaik" (Korea) Seo Jun bertanya
"Besok mau ke Dokter" (korea) Do Hyun menjawab dengan wajah muram
"Paling kamu sakit kepala biasa, pulang saja ke noona San nanti sakit kamu akan sembuh ha ha ha ha" (korea) Seo Jun menggodanya
"Paling itu sakit rindu" (korea) Bae Hyeon berkata
Do Hyun hanya diam dan tersenyum "Bukannya malam dia tidak pulang ke drom" (korea) Chung Hee berkata
"Pantas wajah kamu segar tidak seperti biasannya muram" (korea) Seo Jun berkata
Lalu setelah selesai syuting manajernya berkata "Tadi ada telpon dari Dokter Lee katanya kamu di suruh ke Rumah Sakit" (korea)
"Ada apa" (korea)
"Tidak tahu, Dokter Lee tidak bilang apa-apa lagi" (korea)
"Ya udah hyung aku pergi dulu" (korea)
Lalu Do Hyun teringat akan kesehatannya dengan cepat dia menuju ke Rumah Sakit bertemu dengan Dokter Lee. Do Hyun merasa bersemangat dia menyetir mobil dengan kecepatan tinggi, ketika akan belok ada seorang anak yang melintas Do Hyun kaget membanting setir ke arah lain dan mengakibatkan mobil dia menabrak pohon besar terjadilah kecelakaan lalu lintas.
Santi sedang makan malam di apartemen lalu tidak sengaja sedang mengambil ponselnya menyenggol gelas yang tepat berada di sisinya "Aw.....ya ampun kok gue ga liat ada gelas" Santi membersihkan pecahan gelas itu beberapa saat ponselnya berdering
ddrrtt
ddrrtt
ddrrtt
Terlihat nomor tidak di kenal dia ragu untuk mengangkatnya karena dia khawatir sasaeng yang menelponnya "Siapa ini malem-malem nelpon, mana nomor korea lagi jangan-jangan sasaeng" Santi bergumam dan tidak mengangkatnya lalu dia melanjutkan makan malam dengan menonton televisi.
Santi menunggu Do Hyun pulang berharap suaminya tidak berubah pikiran dan pulang ke apartemen, ketika akan menghubungi Do Hyun ponselnya berdering terlihat Viona menghubunginya, Santi mengangkatnya "Hallo chingu"
"Santi kenapa lu ga nelpon kita sih kemana aja, gue cuman bisa liat kabar laki lu aja di media tapi kabar lu ga ada"
"Sori gue ada masalah, ya sengaja gue jauh dari media takut masih trauma gue sama sasaeng"
"Jadi lu bener-bener ga ngambil endorse apapun"
"Engga, lu sama Natasya gimana kabarnya"
"Natasya udah beres katanya pengobatannya tapi belum bisa ngehubungin lu soalnya takut kumat lagi kepo ama laki lu ha ha ha ha"
"Iya gue ngerti kok, yang penting dia baik-baik aja"
"Eh ngomong-ngomong lu tadi ada masalah apa"
"Engga ada cuman biasa rumah tangga ga jauh dari berantem"
"Jadi lu sekarang lagi berantem sama Do Hyun"
"Udah baikan sih, dia sempet lama di asrama tapi ya udah lah nanti juga lu rasain sendiri masalah suami istri"
"Syukur deh kalau lu udah baikan, pokoknya jangan sampai kaliaan pisah gue ga ikhlas kalau kaliaan pisah, noona San dan oppa Do Hyun itu pasangan serasi tau semua dunia mengakuinya"
"Apaan sih ha ha ha terus lu gimana sama cowok baru"
"Itu dia gue mau ngundang lu sama Do Hyun ke nikahan gue"
"Ah.... serius kapan, selemat ya vie akhirnya lu nikah juga gue ikut bahagia"
"Alhamdulilah, rencana sih 5 bulan lagi, gue pengen lu datang sama Do Hyun"
"Wah....kalau gue sih bakalan datang, kalau Dion ga tau deh gue ga janji ya"
"Sibuk banget ya dia san, gue liat makin banyak aja brand yang dia pegang"
"Gitu deh"
"Jangan-jangan lu ribut gara-gara dia ga ada waktu buat lu"
"Engga sih, gue ga pernah masalahin itu selama dia bener kerja, masalah lain itu mah rahasia rumah tangga gue"
"Ya deh gue percaya lu pasti bisa melaluinya buktinya cobaan lu banyak dari sasaeng, orang ketiga eh....Han Daegang apa kabar"
"Ha ha ha ha kok nanyain dia"
"Gimana gue ga nanya, lu ada di media sama dia di restoran di Busan, gue penasaran nih sekaliaan nanya aja bener ga itu lu ama Han Daegang"
"Oh....itu kebeneran ketemu di restoran tante Yuni yang baru"
"Do Hyun pasti cemburu ya salah paham"
"Engga lah dia tahu kok, orang dia yang nyuruh Han Daegang jagain gue"
"Maksudnya kok bisa, bukannya dia cemburu banget sama Han Daegang" wajah Viona kaget
"Tuh jadi gue keceplosan deh, engga gara-gara gue ga mau pake pengawal jadi dia nyuruh Han Daegang, kebeneran Dion mau ke luar negeri"
"Oh gitu, tapi masa sih sampai percaya saingannya ngejagain istrinya"
"Kita bertiga udah temenan kok, lagiaan mereka satu agensi suka ketemu jadi udah temenan"
"Syukur deh berarti berita di sosmed gosip ya bohong semua"
"Dulu kan Do Hyun sama Han Daegang di gosipin berantem gara-gara rebutan lu San"
"Itu dulu, sampai gue banyak haters"
Lalu terdengar ada yang membuka pintu ternyata tante Yuni dengan wajah paniknya "Santi kamu kemana aja sih" pekik tante Yuni
"Eh Vie udah dulu ya nanti gue nelpon lu" Santi menutup telponnya
"Ada apa tante"
"Do Hyun kecelakaan"
"Apa.....kok bisa kenapa ga ada yang ngasih tahu aku" Santi panik lalu pergi tanpa berganti pakaiaan
"Ponsel kamu sibuk terus, katanya pihak rumah sakit juga udah nelpon kamu tapi engga di angkat"
Tante Yuni lari dengan Santi ke basment lalu masuk ke dalam mobil, Santi tidak bisa tenang nafasnya turun naik merasa sangat khawatir kepada suaminya Do Hyun. Sesampainya di Rumah Sakit langsung masuk ke UGD melihat Ayah dan Kaka Do Hyun yang sedang menangis lalu melihat Do Hyun di tutupi selimut seketika Santi teriak nangis histeris "Tidak.......Do Hyun jangan tinggalin aku"
"Santi kamu kenapa" tante Yuni kaget melihat Santi teriak ternyata mereka masih di jalan dan itu hanya lamunan Santi saja, rasa khawatirnya kepada Do Hyun membuat dia berpikiran buruk dengan keadaan suaminya.
"Tante kita harus cepet, aku takut Do Hyun ga selamat"
"Iya ini tante udah nyetir cepet, tapi kan harus hati-hati juga kamu berdoa aja supaya Do Hyun ga apa-apa"
"Ya allah selamatkan suami aku Do Hyun, aku masih sayang sama dia dan masih ingin hidup sama dia sampai tua hik hik hik hik" Santi menangis karena rasa khawatirnya
Akhirnya sampai di Rumah Sakit, Santi dan tante Yuni mencari Do Hyun lalu ada suster yang menyapa "Halo eonni San memcari oppa Do Hyun iya" (korea)
"Iya, dimana dia" (korea) Santi dengan wajah panik dan terisak menangis
"Di sana dengan Ayahnya" (korea) suster berkata dengan tenang
Santi masuk dan melihat semua pasien namun belum menemukan Do Hyun, ketika melihat Ayah dia dengan cepatnya membuka tirai dan melihat Do Hyun dengan menangis histeris "Do Hyun jangan tinggalkan aku hik hik hik hik......" (korea)
Do Hyun yang sedang duduk terbelalak kaget melihat istrinya yang menangis histeris membuat semua pasien melihat ke arah Santi, Do Hyun hanya luka ringan, tangannya kena pecahan kaca saja "Sayang kamu kenapa" (korea)
Santi memeluk Do Hyun sambil menangis "Aku pikir kamu tidak sadarkan diri" (korea)
"Ibu tidak memberi tahu keadaan aku" (korea) Do Hyun bertanya
"Tidak biarkan saja dia khawatir sama kamu, soalnya kesel di telpon susah banget" (korea) tante Yuni berkata
"Tante......maaf aku pikir telpon dari Rumah Sakit itu sasaeng jadi engga aku angkat" (korea)
"Ha ha ha ha jadi kamu pikir Do Hyun sakitnya parah" (korea) Ayah berkata dengan tertawa renyah
"Iya, aku pikir kamu hik....hik....hik...." (korea)
"Udah dong nangisnya kan suami kamu ga apa-apa" (korea) tante Yuni berucap
"Engga bisa berhenti hik hik hik.....sedih kalau kamu tidak ada, aku ga mau kehilangan kamu" (korea) Santi tidak bisa berhenti menangis lalu Do Hyun memeluknya dengan tersenyum
"So sweet" tante Yuni berkata dengan tersenyum dan memeluk Ayah
"Maklum bu dia sensitif soalnya lagi hamil" (korea)
"Wah jadi Ayah bakalan jadi kakek, selamat ya buat kaliaan" (korea)
Santi menghapus air matanya lalu melihat tante Yuni "Sebenernya......" (korea) perkataan Santi terpotong oleh kedatangan Dokter Lee
"Kebetulan sedang berkumpul, saya ingin meminta maaf kepada semuanya terutama kepada pak Do Hyun atas kelalaian suster saya dan saya pribadi juga mohon maaf sebesarnya" (korea) Dokter Lee berkata
"Maaf Dokter ada apa ini, kenapa anda meminta maaf" (korea) Ayah bertanya
"Dokter Lee saya harap tentang kesehatan saya nanti bisa di bicarakan berdua saja" (korea) Do Hyun khawatir Dokter memberi tahu Ayah tentang kangkernya
"Pak Do Hyun sehat tidak memiliki penyakit kangker" (korea)
Semua terbelalak kaget terutama Santi menjadi menangis kembali mendengar kabar itu "Alhamdulilah hik hik hik hik......."
"Lalu hasil kemarin bagaimana Dokter" (korea) Do Hyun bertanya
"Itu kesalahan kelalaiaan kami hasil kesehatan pak Do Hyun tertukar dengan pasien saya yang lain" (korea)
"Alhamdulilah" tante Yuni berkata
"Karena ini kesalahan dari kami maka biaya perawatan pak Do Hyun saat ini akan kami tanggung atas permintaan maaf kami dari semua pihak" (korea) Dokter Lee menganggukan kepalannya
"Terima kasih Dokter Lee saya merasa senang mendengar kabar ini" (korea) Do Hyun berkata
"Saya mohon jangan membocorkan ke media karena kelalaiaan kami" (korea) Dokter Lee berkata dan menundukan kepalanya lagi
"Dokter kalau bisa jangan terulang kembali karena ini bisa menjadi masalah rumah tangga untuk mereka" (korea) tante Yuni menegurnya karena kesal
"Baik, sekali lagi maafkan kami" (korea) Dokter Lee manjawab dan pergi meninggalkan UGD
Do Hyun menundukan kepalanya dan tersenyum lalu mencium kening istrinya karena bahagia.
"Ada apa ini, Do Hyun kamu sakit kangker kenapa ga bilang sama Ayah" (korea)
"Sayang nanti aku jelasin di rumah sekarang kita pulang dulu saja, kaliaan bisa kan berdua ibu sama Ayah pulang duluaan ya" (korea) tante Yuni berkata lalu menarik tangan Ayah keluar dari UGD
Santi dan Do Hyun saling pandang, Do Hyun menghapus air mata Santi. Air mata kesedihan menjadi air mata kebahagiaan.