
Sesampainya di apartemen Santi mandi menyegarkan diri, ketika selesai mandi dia kaget melihat Do Hyun yang sedang duduk di ruang televisi "Sayang udah pulang, gimana rekamannya lancar" (bahasa korea)
Do Hyun hanya diam lalu berkata "tadi kamu bicara dengan siapa, wanita yang di acara pernikahan" (bahasa korea)
"Oh itu ibunya mmmm....teman aku" (bahasa korea)
"Ibu siapa, sejak kapan kamu di korea punya teman dan akrab banget sama orang tuanya, kamu jujur saja aku tidak akan marah" (bahasa korea)
"Baiklah itu ibunya Han Daegang, kaliaan berteman juga kan" (bahasa korea)
"Aku tidak berteman dengan dia kita hanya kenal saja, berapa kali kamu ke rumah dia" (bahasa korea)
"Sekali, aku udah cerita semuanya sama kamu" (bahasa korea)
"Tidak mungkin hanya sekali tapi terlihat sangat dekat seperti sering bertemu" (bahasa korea)
"Sumpah hanya sekali, entahlah memang ibunya sangat humble jadi merasa dekat dengan aku, kamu kenapa cemburu" (bahasa korea) Santi berkata dan duduk di dekat Do Hyun menatap wajahnya
"Bukan, hanya saja tidak nyaman kamu dekat dengan ibunya" (bahasa korea)
"Ya udah kalau kamu tidak suka aku janji akan menjauhinya tapi kamu tidak usah cemburu karena aku sama Han Daegang hanya berteman tidak lebih dari itu dan aku tidak ada rasa apapun sama dia" (bahasa korea)
"Oke aku akan pegang kata-kata kamu" (bahasa korea) Do Hyun berkata lalu mencium bibir Santi dengan penuh gairah
Seminggu berlalu Santi dengan kegiatannya bekerja mentraslet semua video youtube yang berhubungan dengan artis-artis agensinya lalu melihat video Nucat "pantes ga pernah ganggu lagi, ternyata dia sibuk sama album barunya" Santi berkata dalam hatinya
Lalu ponsel Santi berdering
ddrrtt
ddrrtt
ddrrtt
Terlihat nama tante cayank menghubunginya lalu mengangkatnya "Haloo tante ada apa tumben nelpon jam segini"
"Santi kita di undang makan malam sama ibunya Han Daegang"
"Apa, kenapa ngundang aku"
"Karena dia pengen ketemu kamu"
"Tante tau kan Dion gimana sama dia"
"Ya tau, tapi kan cuman makan malam bukan mau ketemu Han Daegang"
"Tante aku udah janji sama Dion ga akan ketemu sama dia, kemarin aja liat aku sama ibunya ngobrol Dion marah"
"Terus tante harus kasih alesan apa sama ibunya ga enak kan"
"Nanti pas makan malam, bilang aja aku ada kerjaan ga bisa datang"
"Ya udah deh kalau gitu, dah sayang"
Santi diam menutup telpon dan melamun merasa tidak enak menolaknya namun demi Do Hyun akan lakukan apapun supaya suaminya tidak marah.
Sore menjelang malam Santi sudah di jemput oleh Do Hyun "Haii sayang sudah lama nunggu" (bahasa korea)
Do Hyun hanya diam seperti sedang menahan rasa kesal namun Santi berpikir mungkin hanya sedang lelah saja "Loh ini kan bukan jalan ke apartemen kita, mau kemana" (bahasa korea)
"Kita akan makan malam dulu" (bahasa korea)
Do Hyun berhenti di sebuah rumah besar yang Santi kenal "Ini kan rumah.....mau apa kita ke sini" (bahasa korea)
"Jangan pura-pura, kamu sudah di ajak sama tante Yuni kan, tapi kamu menolaknya" (bahasa korea)
"Iya karena aku tidak mau membuat kamu marah dan sudah janji sama kamu, kita pulang aja aku cape" (bahasa korea)
"Turun buktikan kalau kamu tidak ada apa-apa dengan dia" (bahasa korea)
"Dion apa maksudnya, kamu ga percaya sama aku ya udah kita masuk sekarang aku akan buktikan asal janji kamu tidak akan marah-marah nanti di apartemen" (bahasa korea) Santi turun dari mobil dan kesal dengan suaminya yang kekanak kanakan
Santi masuk ke dalam rumah Han Daegang dengan jantung yang berdetak kencang menelan ludah dan manarik nafasnya, lalu di bukakan pintu oleh asisten rumah tangga dan di persilahkan untuk masuk ke ruang makan keluarga lalu di sambut oleh ibu Han Daegang "kamu datang juga, katanya ga bisa datang, ayo masuk" (bahasa korea) ibu Han Daegang berkata dan memeluk Santi seperti seorang menantunya
Santi kaget hanya diam dan menundukan kepalanya "Oh ada Do Hyun juga, ayo masuk sini" (bahasa korea)
Terlihat Han Daegang yang duduk sebelah ayahnya, dan Santi di tarik oleh ibunya duduk di sebelah Han Daegang namun Santi menolaknya "Aku duduk di sana saja" (bahasa korea)
"Jangan kamu di sini, nah Do Hyun sebelah Santi kaliaan kan kerja di satu perusahaan jadi harus akrab" (bahasa korea)
Tante Yuni hanya diam tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa melihat kecanggungan Santi di atara dua pria tampan itu.
"Ayo kita langsung makan saja" (bahasa korea) Ayah Han Daegang berkata
"Santi pernah main ke sini dia suka sekali dengan masakan aku, makannya ibu memasak ini buat kamu, aku bertanya kepada Han Daegang suruh mengajak Santi namun sepertinya Santi sudah pulang ke indonesia" (bahasa korea) ibu berkata dan memberikan daging sapi panggang ke piring Santi
"Terima kasih" (bahasa korea) Santi berkata dan melahapnya
"Bagaimana masih enak kan masakan ibu" (bahasa korea)
"Enak sekali" (bahasa korea)
"Kamu sekarang lebih pendiam kenapa dulu kamu banyak bertanya dan sangat ceria" (bahasa korea)
Santi merasa saat ini masuk dalam api yang sangat besar melihat tangan Do Hyun yang sedang mengepal membuat dirinya sangat tidak nyaman
"Mungkin cape pulang kerja ya kan San" (bahasa korea) tante Yuni membantu Santi menjawab
"Iya sepertinya saya lelah dan tadi banyak pekerjaan tidak enak badan juga" (bahasa korea)
"Wah nanti ibu buatkan kamu minuman gingseng untuk kesehatan, Han Daegang kalau sudah mengeluh sakit badan suka saya buatkan" (bahasa korea)
"Tidak usah merepotkan" (bahasa korea)
"Tidak apa-apa ibu suka sama kamu, karena tidak memiliki anak perempuaan mungkin nanti kalau Han Daegang memilki kekasih ingin sekali wanita seperti kamu" (bahasa korea)
Seketika Santi yang sedang makan batuk tersedak "Uhuk uhuk uhuk uhuk" dengan bersamaan Do Hyun dan Han Daegang memberi minum kepada Santi namun Santi membawa gelas yang Do Hyun berikan dan itu membuat Han Daegang kesal dan meminum minumannya
Do Hyun dan Han Degang diam makan dengan santai seakan tidak ada yang terjadi sedangkan Santi seperti berada di neraka makanan saja terasa tidak ada rasanya, entah kenapa suasana itu membuatnya panas berkeringkat ingin sekali pergi dari sana namun tidak enak dan tidak sopan.
"Ibu jangan bicara saja, jadi Santi tersedak" (bahasa korea) Han Daegang berkata
"Ibu hanya kangen saja sama Santi, ya sudah ibu akan diam" (bahasa korea)
Selesai makan malam Ibu Han Daegang mengajak ke taman belakang untuk berbincang dan menikmati makanan penutup. Santi melihat taman itu mengingatkan kembali kepada peristiwa saat Han Daegang menciumnya.
Han Daegang duduk sebelah Do Hyun lalu Santi duduk sebelah Do Hyun dan dia senyum merasa puas bahwa Santi memilihnya "Hyung gimana kabarnya, album terbaru kamu sukse selamat penjualannya sudah 5 juta dalam waktu seminggu" (bahasa korea) Han Daegang berkata
"Terima kasih, kamu juga album baru Nucat sukses" (bahasa korea)
Santi hanya diam, merasa lelah dengan suasana ini tidak bisa menikmatinya "Santi kamu bagaimana kabarnya" (bahasa korea)
"Baik" (bahasa korea)
"Sudah lama kita tidak bertemu, pasti kamu senang tidak ada yang ganggu" (bahasa korea)
"Ya aku senang sekali, kamu tidak mengganggu hidup aku lagi" (bahasa korea)
"Aku suka sama dia hyung, tapi jangan salah paham suka karena karakternya tidak gampangan membuat penasaran" (bahasa korea)
"Kamu suka sama dia" (bahasa korea)
"Mmmmmmm.....kalau suka kamu akan restui kami atau kaliaan ada hubungan special" (bahasa korea)
"Jangan harap kamu miliki dia" (bahasa korea) Do Hyun berkata dengan tersenyum sinis
Santi kaget melihat ke arah wajah Do Hyun jantungnya berdetak kencang khawatir Do Hyun membuka rahasianya "Maksudnya kenapa aku tidak boleh memiliki Santi" (bahasa korea)
"Karena dia sudah punya tunangan dan akan menikah apa betul noona Santi" (bahasa korea) Do Hyun berkata dengan wajah tenang
"Ah kalau itu aku sudah tau dan Santi sudah mengatakannya dari awal ketemu, tapi sampai sekarang aku tidak tahu siapa tunangannya" (bahasa korea)
"Kalau kamu tahu mengapa masih mendekatinya" (bahasa korea) Do Hyun berkata dengan tenang
"Kita hanya berteman, jadi tidak masalah kan dan jodoh tidak ada yang tahu, yang sudah menikah saja bisa bercerai apalagi hanya tunangan" (bahasa korea)
Do Hyun menarik nafasnya tangannya sudah di kepal, Santi melihatnya dan sangat tidak nyaman "Aku lelah pengen pulang dan tidur, aku akan pulang duluaan besok harus kerja karena masih banyak pekerjaan" (bahasa korea) Santi berkata dan berdiri
"Biar aku yang antar" (bahasa korea) Do Hyun dan Han Daegang berkata dan bediri bersamaan
Santi melihat ke arah mereka seperti anak kecil yang sedang merebutkan premen "Aku di antar Do Hyun saja" (bahasa korea) Santi berkata dengan kesal melihat mereka berdua
"Kita satu apartemen kan, aku juga mau pulang ke sana" (bahasa korea) Han Daegang berkata
"Apa, apartemen mana" (bahasa korea) Do Hyun bertanya
Han Daegang menyebutkan nama Apartemennya dan membuat Do Hyun terbelalak kaget bahwa Han Daegang berada di satu apartemen yang sama dengan mereka, Santi menarik nafas lalu pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang saling pandang.