Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Memeluknya dengan lembut



Pagi hari menjelang, Santi bangun tidur tersenyum melihat di sampingnya ada suami tercinta, dia memandang wajah Do Hyun "Kok adem banget liat mukanya, dia kalau lagi tidur kaya anak kecil soft banget mukanya" dalam hati Santi berkata


"Jangan di tatap saja, berikan aku pelukan dan ciuman" (korea) Do Hyun berkata sambil membuka matanya dan membuat Santi kaget lalu ketika akan pergi Do Hyun menarik lengannya sampai Santi jatuh di atas tubuh Do Hyun


"Dion masih pagi" (korea) Santi mengguliat ingin lepas namun Do Hyun memeluknya dengan erat


"Kamu tidak ingin mencium aku" (korea)


"Satu ciuman saja oke" (korea)


"Satu ciuman dan pelukaan lalu....." (korea)


"Dion......kita kan mau ke Bandung jadi harus siap-siap" (korea)


"Bukannya kamu masih sakit" (korea)


"Aku sudah sehat, entah kenapa badan ku sudah merasa segar" (korea)


"Karena ada aku" (korea)


"Mmmmmm......sepertinya kamu obatnya" (korea) Santi berkata lalu mencium bibir Do Hyun dan melepaskan pelukaannya


"Sayang ayolah hanya sebentar, aku menginginkannya" (korea)


"Malam kan sudah, nanti saja di Bandung" (korea) Santi berlari ke kamar mandi dan menguncinya


Setelah mereka selesai mandi, ke bawah membawa koper "Pagi anak-anak ku" (inggris) mamah Mila berkata


"Pagi mah" Santi dan Do Hyun menjawab


"Eh....kok wajah kamu segar gitu, udah ga pusing atau mual, ayo sarapan dulu" mamah Mila bertanya


"Engga mah udah enakeun kayanya bener deh cuman masuk angin"


"Masuk angin plus kangen"


"Iya kayanya he he he, mah sepi, udah pada berangkat ya"


"Udah tadi pagi, kaliaan jadi ke Bandung udah siap-siap bawa koper"


"Jadi mah, kangen Bandung dan mau ngelupain masalah kemarin" Santi berkata sambil makan nasi goreng lalu merasa mual "Uo....uo....." Santi pergi ke kamar mandi dan memuntahkan makanannya kembali


"Aduh kamu masih mual, udah ke Dokter dulu aja" mamah Mila berkata lalu Do Hyun mengejar Santi ke kamar mandi


Ketika Santi keluar "Kamu harus ke Dokter, sekarang" (korea) Do Hyun memegang tangan dan tubuh Santi lalu memberi minum air putih


Mereka pergi ke Dokter, mamah Mila ikut karena khawatir dengan Santi setelah sampai di Dokter ternyata benar bahwa Santi sedang hamil sudah dua bulan, mamah Mila sangat bahagia menghubungi tante Yuni dan papah Beni memberi kabar.


Santi dan Do Hyun tersenyum bahagia, sepulang nya dari Dokter tante Yuni, Ayah, dan Kaka sudah berada di rumah menunggu di halaman rumah "Aaaaaa.....selamat sayang seneng tante dengernya" tante Yuni berkata lalu memeluk Santi


Santi tersenyum lalu mereka masuk ke dalam rumah "Mamah mau masak kita makan-makan ya" mamah Mila berkata


"Jangan ka, kita ke sini mau pamit pulang ke Korea" tante Yuni berkata


"Kok pulang, Yuni aku masih kangen sama kamu" mamah Mila berkata


"Kelamaan liburnya, restoran ga ada yang jaga" tante Yuni menjawab


"Tante nanti aku pulang sama siapa" kata Santi


"Sama Do Hyun dong" tante Yuni berkata


"Takut, trauma aku di bandaranya"


"Nanti tante jemput, kamu kabarin aja"


"Ka aku pamitan ya, soalnya penerbangannya sore"


"Ya udah hati-hati, kabarin kalau udah sampai" mamah Mila berkata dan mereka bepelukaan dan bersalaman


"Do Hyun jaga Santi, jangan sampai terulang seperti dahulu di bandara, ibu ga mau kaliaan terluka" (korea) tante Yuni berkata


"Baik bu, aku akan sewa pengawal saja" (korea) Do Hyun menjawab


"Lebih baik jangan beri tahu siapa-siapa dulu tentang kehamilan Santi, demi kebiakan kaliaan selama bulan madu" (korea) Kaka menasehati


"Baik Hyung, sepertinya lebih baik seperti itu" (korea) Do Hyun menjawab


"Ya betul juga apa kata Kaka, San jangan kasih tahu temen-temen kamu juga" tante Yuni berkata


"Bener, jadi rahasiain dulu aja kehamilan kamu, mamah ga mau kejadiaan dulu ke ulang, bikin jantungan mamah aja" mamah Mila menasehati


"Siap, oke mamah dan tante ku" kata Santi lalu tante Yuni pergi dengan Ayah dan Kaka melambaikan tangannya.


"Ya udah hati-hati di jalan, minum vitamin dari Dokternya, bawa plastik nanti takutnya mual di jalan"


"Oke mah" Santi dan Do Hyun mencium tangan mamah Mila, lalu mereka berdua pergi ke kota Bandung akan berlibur menghabiskan waktu berdua saja.


Santi dan Do Hyun menggunakan mobil, mereka sudah sampai di kota Bandung dan menginap di salah satu hotel bintang lima. Mereka akan berlibur selama 4 hari di kota Bandung lalu pulang ke Korea, Do Hyun melihat pemandangan sekitar hotel "Kota Bandung sangat beda dengan Jakarta" (korea)


"Memang beda cuaca nya saja di Bandung segar dan kalau malam dan pagi hari dingin" (korea)


"Sepertinya aku akan menyukai kota ini" (korea) Do Hyun berkata lalu melihat ke luar jendela dengan pemandangan hutan pohon yang rindang


"Aku sering sekali dulu berlibur ke sini, semenjak nenek ku meninggal kita hanya beberapa kali ke sini" (korea)


"Bagaimana kalau aku sudah tidak menjadi artis kita tinggal di sini saja" (korea)


"Bukannya kita akan tinggal di Bali" (korea) Santi berjalan dan berdiri di samping Do Hyun


"Apa salah nya kita punya rumah juga di sini" (korea)


"Banyak sekali rumah kita, apakah kita akan berpindah setiap bulan" (korea)


"Aku ingin sekali memiliki usaha restoran dan villa, menurut kamu di sini bagus usaha apa" (korea)


"Kalau di sini lebih baik restoran, kalau di Bali usaha villa" (korea)


"Oke, ayo kita buka usaha Restoran di sini" (korea)


"Gampang sekali kamu bicara, memang kamu ada waktu" (korea)


"Kita bisa bayar orang untuk memjaga Restoran" (korea)


"Tidak segampang itu, kata tante Yuni kalau kita mau usaha Restoran harus tau chef yang enak dan kreatif bisa membuat menu yang beda dari restoran lain" (korea)


"Betul juga kita konsultasi dulu bersama ibu" (korea)


"Nah betul kalau itu, sekarang kita menikmati kota Bandung saja dulu" (korea)


"Bagaimana kalau kita cari makanan yang terkenal di kota ini" (korea)


"Dengan senang hati aku juga suka makanan di sini" (korea) Santi berkata lalu pergi mengajak Do Hyun ke restoran sunda dengan menu ayam goreng, nasi merah dan sambal dadak


"Wow.....enak sekali, aku suka dan bukannya ini makanan yang sering mamah kamu buat namanya apa sayang" (korea)


"Ini ayam goreng sambal dadak"


"Ayam goeng sambal dadak" Do Hyun meniru perkataan Santi dengan gaya bicara tidak pasih


"Goreng...." kata Santi


"Goreng....." Do Hyun mengulang


"Bagus....." Santi mengacungkan jempolnya dan mereka tersenyum bahagia


Setelah makan, Santi mengajak Do Hyun ke cafe dengan pemandangan yang sangat indah "Kamu benar malam hari di sini sangat dingin, pantas kamu memakai baju hangat" (korea) Do Hyun menggosok lengannya


"Di mobil ada jaket, bawa saja" (korea) Do Hyun membawa jaket tanpa memakai masker lalu tanpa sepengetahuaannya ada yang mengambil foto


Setelah Do Hyun kembali Santi menegurnya "Dion kamu lupa memakai masker" (korea)


"Sepertinya di kota ini aman tidak banyak yang mengetahui K-pop" (korea)


"Kata siapa, kota Bandung justru banyak anak muda kpopers" (korea)


"Tapi dari tadi tidak ada yang mengenali aku dan berteriak memanggil nama ku" (korea)


"Berarti mereka bukan sasaeng, asli fans kamu tidak ingin menggagu privasi kamu, tapi aku yakin kamu pasti besok masuk sosial media" (korea)


"Benar juga" (korea)


Santi dan Do Hyun menikmati malam hari di kota Bandung dengan cuaca dingin suasana cafe yang romantis, Do Hyun memeluk pinggang Santi namun Santi menghindarnya "Mengapa kamu tidak mau aku peluk" (korea)


"Nanti ada yang melihat dan mengambil foto kita" (korea)


"Bukannya kita sudah suami istri, tidak masalah kalau ada yang melihat" (korea)


"Betul juga, tapi hanya pelukaan oke" (korea)


"Kamu pikir aku akan memperkosa kamu di sini" (korea)


"Dion.....dasar mesum" (korea) Santi memukul manja lengannya lalu Do Hyun menarik dan memeluknya dengan lembut.