
Santi dan Natasya keluar dari rumah Viona, Natasya kesal dengan kelakuaan Viona yang tidak mau membantu Do Hyun namun Santi sedih dan berteriak di depan rumah Viona "Vie.....tolong bantu gue" Viona yang mendengar nya hanya diam dan menangis
"Ga guna punya sahabat cuman mikirin diri sendiri, woi sahabat fake lu Vie" pekik Natasya kesal dan Viona hanya menutup telinganya merasa prustasi "Udah San kita pulang aja, kalau lu butuh saksi hubungin gue aja ya dan gue pasti bantu lu, sabar ya San" Natasya berkata lalu memeluknya
"Makasih ya Nat, gue pulang dulu ya" Santi berkata dengan lemas lalu Natasya mengantar Santi ke dalam mobilnya dan melihat Safira
"Haii ka Natasya" Safira menyapa
"Hai Fira, hai Luc....aaaaaaaaaa.......Han Daegang" pekik Natasya ketika melihat ke arah supir
"Sssuuuuutttt Nat berisik" Santi berkata lalu Natasya masuk ke dalam mobil dan melihat wajah Han Daegang dengan dekat
"Gue kira Lucky, jadi dari tadi Fira bareng Han Daegang di mobil, aaaaaa......San lu kok ga bilang sih ah....oppa" Natasya berkata dengan wajah sendu
"Haiii....." Han Daegang menyapa dengan tersenyum
"San gue ikut mobil lu ya please anter gue sampai rumah, pengen sama oppa" Natasya berkata
"Tapi gue...." Santi berkata lalu Natasya menutup pintunya dan menghubungi supirnya supaya pulang duluaan.
"Haii oppa Han Daegang mau kan antar aku pulang dulu" (inggris) Natasya berkata
"Dengan senang hati" (inggris) Han Daegang menjawab
"Tuh kan dia baik banget sama gue aaaaaa.....Fira bikin iri deh duduk sebelah biasnya kaka" Natasya berkata
"Oppa Han Daegang kan bias aku juga ka, dan hari ini bikin kejutaan loh di ulang tahun aku" Safira berkata
"Oh ya....aaaaaaa.....bikin iri, kapan dong San Han Daegang suruh ke rumah gue" Natasya berkata merengek seperti anak kecil
"Ka ga ngasih ucapan sama aku" Safira berkata
"Eh...lupa selamat ulang tahun ya Fira makin cantik dan jangan deketin Han Daegang awas loh kaya kaka nya tiba-tiba tunangan lagi ga rela aaaaaaa......." Natasya berkata dengan teriakannya yang khas seperti penggemar melihat Idol nya
"Aduh.....Nat bisa ga sih ga usah teriak, cuman Han Daegang doang teriak" Santi berkata dengan menutup telinganya
"Cuman......dia bias gue San, Han Daegang itu Idol Kpop yang terkenal, bener nih anak masih aja aneh" Natasya berkata
"Ka Santi emang aneh, mentang-mentang temenan sering ketemu kalau kita kan ga ya Ka jadi wajar teriak" Safira berkata
"Ehem....ehem....maaf, ini arah jalannya kemana" (inggris) Han Daegang bertanya
"Oh maaf oppa, ke kanan aduh bikin lemes di tanya oppa Han Daegang, oppa aku penggemar kamu, aku suka Nucat" (inggris) Natasya berkata
"Penggemar setelah lepas obsesi sama Do Hyun kan, awas harus ke psikiater lagi nanti" Santi berkata
"Iya sih, tapi engga kok sekarang gue ga akan terobsesi lagi" Natasya berkata dengan sendu
"Ka, aku di kasih hadia loh sama oppa Han Daegang" Safira berkata
"Serius, di kasih apa Fir" Natasya bertanya
"Album baru Nucat, khusus tanda tangan buat aku dan ada ucapan ulang tahunnya juga buat aku" Safira berkata
"Aaaaaaaaa.........kok kaka adik ini bikin iri gue aja sih kesel.......pamer mulu kamu Fira" Natasya berkata dengan manja
"Maaf ka, gimana dong kenyataan yang ada" Safira berkata
"Ka Natasya juga bikin iri Fans Nucat bisa semobil ama oppa Han Daegang kan" Safira berkata
"Bener juga ya" Natasya berkata
Sampai lah di rumah Natasya "Oppa aku boleh foto bersama" (inggris) Natasya bertanya
"Boleh" (inggris)
"Aaaaa.......baik banget" Natasya berkata lalu Han Daegang keluar dan berfoto bersama Natasya depan rumahnya
"Nat udah dong, udah 5 kali nih banyak banget" Santi berkata dengan kesal
"Makasih oppa, saranghae" Natasya berkata sambil memberi finger heart lalu Han Daegang melambaikan tangannya dan masuk ke dalam mobil
"Santi, Safira jangan iri ya nanti aku mau apload foto sama oppa Han Daegang" Natasya tersenyum
"Ka Natasya jangan iri ya kalau oppa Han Daegang mau nginep di rumah aku wew..." Safira membalasnya dengan menjulurkan lidahnya
"Apa......No......" Natasya berkata dengan cemberut
Sedang di perjalanan Santi melamun lagi mengingat perkataan Viona tadi "Ka ga jadi ke kantor polisinya" Safira bertanya
"Jadi, kita ke sana kaka pengen ketemu Dion" Santi menjawab dengan muram
"Terus ka Viona gimana katanya mau jadi saksi, kok ga ikut" Safira bertanya lagi
"Ga jadi lagi ada masalah, biar dia tenang dulu" Santi menjawab
"Kok gitu, bestienya lagi kesusahaan malah ga mau bantu" Safira kesal
Santi hanya diam dan muram karena memikirkan masalahnya, dia sangat bingung memikirkan cara membebaskan Do Hyun. Safira menunjukan jalan kepada Han Daegang arah ke kantor polisi, setelah beberapa menit sampailah mereka di kantor polisi lalu Santi masuk ke dalam di ikuti Safira dan Han Daegang "Malam pak, saya mau ketemu suami saya Do Hyun" Santi berkata
"Sudah malam silakan kembali besok saja" Pak Polisi berkata
"Saya mohon pak, saya ingin sekali bertemu dengan suami saya" Santi memohon
"Baiklah tapi hanya 5 menit dan hanya satu orang saja" Polisi berkata dan mempersilahkan Santi masuk ke dalam ruangan dan terlihat Do Hyun yang sedang duduk sendiri
"Dion hik hik hik hik....." Santi masuk dan langsung memeluk Do Hyun dengan erat sambil menangis
"Kamu sama siapa ke sini" (inggris)
"Safira dan Han Daegang, apakah kamu baik-baik saja" (korea) Santi masih memeluk Do Hyun dengan beruraiaan air mata
"Sayang, aku baik-baik saja kamu jangan khawatir" (korea) Do Hyun mengelus rambut Santi
"Aku akan mencari pengacara yang bagus untuk kamu hik hik hik hik" (korea) Santi berkata sambil menangis melepaskan pelukaannya
"Hey.....sejak kapan kamu menjadi wanita cengeng seperti ini, yang aku tahu kmu itu wanita kuat" (korea) Do Hyun menghapus air mata dari pipi Santi
"Kamu tidak salah jadi aku sedih melihat kamu seperti ini, gimana dengan karir kamu kalau Agensi dan media tahu" (korea)
"Kalau media tahu akan di hujat tapi penggemar pasti membela aku, kalau Agensi tahu aku akan di suruh Hiatus karena merusak nama baik Mars dan Agensi lalu kontrak kerja pasti di batalkan" (korea)
"Kok ngomongnya santai banget, Aku tidak mau itu terjadi hik hik hik hik......." (korea) Santi berkata masih menangis
"Sayang ini takdir, mungkin aku sudah waktunya rehat dari dunia hiburan dan suatu saat nanti aku sudah tidak setenar seperti sekarang jadi harus menerima dengan ikhlas" (korea) Do Hyun memegang tangan Santi
"Tidak masalah kamu tidak tenar lagi tapi selalu ada di samping aku, dan aku akan membiayai hidup kamu" (korea)
"Wah....hebat sekali istri ku ini mentang- mentang youtubers terkenal tapi aku tidak mau menerima uang dari kamu, aku akan mencari kerjaan lain supaya masih bisa mengajak kamu keliling dunia" (korea)
"Kamu mau melamar kerja kemana" (korea)
"Mungkin sebagai pembawa acara atau pejabat bisa juga jadi bintang tamu di Youtube kamu" (korea) Do Hyun berkata lalu Santi tersenyum "Senyuman yang sangat manis sekali aku suka kamu tersenyum seperti itu" (korea) Do Hyun pun tersenyum
"Aku mau tidur di sini saja sama kamu" (korea)
"Tidak boleh, kamu harus tidur di tempat yang nyaman kasur yang empuk" (korea)
"Tidak mau, aku tidak akan bisa tidur pokoknya apapun yang terjadi aku mau di sini sama kamu" (korea) Santi berkata lalu Polisi masuk
"Sudah habis waktu berkunjung, silakan anda keluar" Polisi berkata
"Pak saya juga mukul pria itu jadi tangkap saya dan biarkan saya di sini bersama suami saya" Santi berkata dan memegang tangan Do Hyun
"Tidak bisa yang di laporkan hanya suami anda, dan tidak ada bukti bahwa anda memukul" Polisi berkata
"Pokoknya saya mau nginep di sini" Santi berkata
"Ini bukan hotel, silakan anda keluar kalau tidak nanti saya terpkasa menyeret anda" Polisi berkata dan Santi hanya diam saja lalu Polisi mulai memegang lengan Santi
"Pak, biar saya yang bicara dengan istri saya sebentar lagi" (inggris) Do Hyun berkata
"Dion aku tidak mau keluar" (inggris)
"Kamu harus pulang tidak baik di sini, aku yakin besok aku akan pulang ke rumah" (inggris)
"Tidak mau" (inggris) Santi diam lalu Polisi mulai menyeret Santi keluar, tangan Santi pun terlepas dari tangan Do Hyun dan Pintunya di kunci, Do Hyun tidak bisa melakukan apa-apa dia hanya diam dan sedih melihat Santi seperti itu.
"Do Hyun, aku tidak mau meninggalkan kamu" (korea) pekik Santi menangis meronta sambil di seret keluar oleh Polisi lalu Han Daegang kaget mendengar teriakan Santi dan menghampiri nya.
Han Daegang memeluk Santi yang sedang meronta "Dion......." pekik Santi yang tidak ingin keluar kantor polisi menangis keras, Safira sedih melihatnya. Semua melihat ke arah Santi yang menangis histeris.
Han Daegang dengan erat memeluk Santi dan Santi memukuli punggung Han Daegang "Lepaskan aku....."(korea) pekik Santi namun Han Daegang menahan rasa sakit dan tidak melepaskannya.