Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Pulau Jeju



Pagi hari yang cerah, Santi sudah bangun dengan perasaan yang masih sedih dengan masalahnya karena dia bingung harus bagaimana menghadapi masalahnya dengan Do Hyun. Santi sedang sarapan dengan tante Yuni


"Gimana udah enakan" tante Yuni berkata


"Udah baikan kok tante luka kakinya, udah lancar juga jalannya" Santi menjawab


"Luka hati kamu gimana, mau cerita ga" tante Yuni berkata


"Tante kepo tapi emang aku butuh pendapat sih" Santi berkata


"Bukan kepo tapi khawatir masa di korea kamu malah sedih bukannya seneng, jadi apa masalah kamu" tante Yuni berkata


"Menurut tante aku harus gimana kalau ada orang yang tidak setuju dengan hubungan tante dan pacar tante sedangkan orang itu dekat dengan cowok tante" Santi bertanya


"Loh bukannya kaliaan udah tunangan kenapa bisa keluarganya ga setuju sama kamu" tante Yuni berkata


"Bukan keluarga temen deket bisa di bilang udah kaya sodara gitu kayanya" Santi berkata


"Hak apa temennya ngelarang hubungan kaliaan, ga bisa dong kamu kan tunangannya alias calon istri ga ada yang bisa pisahin kaliaan kecuali kamu atau Dion udah ga saling cinta" tante Yuni berkata


"Ya sih tadinya aku mikir ke situ tapi kayanya karir Dion bakalan terhambat deh kalau nikah sama aku dia itu butuh cewek yang bisa mengembangkan karirnya" Santi bercerita


"Siapa yang bilang, kamu lagi ga pede ya, Santi karir seseorang terhambat bukan karena pasangan tapi karena diri dia sendiri kurang berdoa atau kurang usahanya, kalau ada orang yang bilang gitu berarti dia gagal sebagai manusia" tante Yuni berkata


Santi menarik nafas berpikir ucapan tantenya ada benarnya juga namun kepercayaan dirinya sedang jatuh "Iya sih bener juga kata tante, jadi aku harus gimana" Santi berkata


"Kejar lah cinta kamu tanpa gengsi, jangan dengar ucapan-ucapan yang tidak menguntungkan buat hubungan kalian, Dion tau temennya bilang gitu sama kamu" tante Yuni berkata


"Engga, dia ngomongnya waktu Dion ga ada, aku lagi nunggu di apartemennya datang temennya dia bilang suruh jauhin Dion" Santi berkata dengan wajah sendu


"Gemes deh temuin tante sama temennya, biar tante labrak dia berani-beraninya bilang kaya gitu sama anak aku, udah jangan denger dia selama Dion sayang sama kamu ga ada orang ketiga pertahankan hubungan kaliaan" tante Yuni berkata


"Kaya preman aja, emang tante mau apain temennya Dion" Santi berkata


"Mau tante jitak kepalanya, kamu harus pede jangan gara-gara satu orang kamu rusak hubungan sama Dion, oh ya kamu mau ikut ke restoran ga?" tante Yuni berkata


"Aku ada janji sama temen" Santi berkata


"Temen...sejak kapan kamu punya temen di Korea" tante berkata


"Sejak kemarin dia nolongin aku, terus kenalan" Santi bercerita


"Cowok apa cewek" tante Yuni bertanya


"Cowok, tapi keliataannya orang baik" Santi berkata


"Awas loh jangan sampai ngerusak hubungan kamu sama Dion, siapa tau dia cobaan dalam hubungan kaliaan" tante Yuni berkata


"Engga lah, cuman temen mana bisa aku jatuh cinta secepat itu Dion aja masih ada di pikiran sama hati aku mana bisa di gantiin sama yang lain" Santi berkata


"Cie cie so sweet ya udah hati-hati kalau ada apa-apa telpon tante" tante Yuni berkata lalu pergi melambaikan tangan kepada Santi


"Oke" Santi berkata dan tersenyum lebar, hatinya merasa sudah tenang dan berniat akan bertemu dengan Do Hyun setelah pulang berjalan-jalan dengan Han Daegang


Santi bersiap-siap dan pergi ke mini market, di sana ternyata sudah ada Han Daegang menunggunya "maaf lama menunggu" (bahasa inggris)


"Tidak apa-apa baru saja aku datang, sudah siap" (bahasa inggris) Han Daegang berkata


"Ayo pergi, aku sudah tidak sabar melihat keindahan Kota Seoul" (bahasa inggris) Santi berkata


"Aku tidak akan mengajak kamu keliling kota tapi kita akan ke laut dan gunung kamu pasti suka" (bahasa inggris) Han Daegang berkata dan mereka pergi menggunakan mobil


Santi berpikir mungkin butuh juga perjalanan dengan seseorang untuk meringankan bebannya. setelah mendengar nasehat dari tante Yuni perasaan Santi mulai tenang dengan masalahnya yang tadinya tertekan untuk meninggalkan kekasihnya tercinta


Setelah sampai di pulau Jeju Santi terpesona dengan pemandanganya yang sangat indah "Wah indah sekali" (bahasa inggris)


Han Daegang tersenyum melihat wajah Santi yang tersenyum lebar "senyumnya cantik" (bahasa korea) Han Daegang berkata dalam hati


Mereka menyusuri jalan dengan pemandangan laut dan terik matahari yang panas, lalu Han Daegang berencana membeli minuman dingin "Kamu tunggu di sini, aku beli minuman segar" (bahasa inggris) Han Daegang berkata


"oke" Santi berkata dan duduk di tempat yang tenduh


Ketika Santi sedang duduk melihat sosok yang dia kenal yaitu manajer Do Hyun dan menyapa Santi


"Kamu kenapa ada di sini" (bahasa inggris) manajer Do Hyun bertanya


"Kamu sendiri kenapa ada di sini" (bahasa inggris) Santi berkata


"Saya sedang mengantar Do Hyun bertemu dengan calon istrinya" (bahasa inggris) manajernya berbohong


"Kamu tidak usah merusak hubungan saya dengan Do Hyun tidak mungkin dia berselingkuh" (bahasa inggris) Santi berkata dengan kesal


"Kalau tidak percaya silakan kamu ikut dengan saya" (bahasa inggris) manajernya berkata dan Santi mengikutinya


Lalu Santi melihat Do Hyun yang sedang memeluk seorang wanita dengan romantis. hatinya sangat hancur yang dia rasakan hanya sakit nafasnya naik turun menahan air matanya, ketika Do Hyun melihat ke belakang Santi pergi menjauhinya namun Santi menyenggol Han Daegang yang mencarinya


"Kamu darimana" (bahasa inggris) Han Daegang bertanya dan melihat Santi dengan wajah kesal


Manajer Do Hyun melihat Santi dengan seorang pria yang dia kenal "Seperti Han Daegang, beruntung banget dia tidak dapat Do Hyun sekarang dengan Han Daegang" (bahasa korea) manajer Do Hyun bergumam mengenal dengan Han Daegang karena mereka satu manajemen


Do Hyun adalah senior dari Han Daegang mereka berdua seorang idola yang sangat di kagumi banyak wanita, boysband Han Daegang pun sedang naik daun dan terkenal juga sudah banyak mendapat penghargaan walau tidak sebanyak boysband Mars


Santi tidak menjawabnya hanya berlari menuju mobil karena menahan rasa sedih dan cemburunya "Buka pintunya, aku mau pergi dari tempat ini" (bahasa inggris) Santi berkata dengan nafasnya tidak beraturan


Santi pun masuk dan menangis, Han Daegang terbelalak kaget mengapa Santi menangis padahal tadi wajahnya sedang bahagia dan tersenyum lebar. Han Daegang tidak bertanya apa-apa karena yang dia tahu wanita kalau sedang menangis tidak akan menjawabnya


Sepanjang jalan Santi hanya menangis mengeluarkan air matanya tak henti mengingat kebersamaannya dengan Do Hyun membuat dia sedih dan dia berpikir apakah hubungannya akan berakhir begitu saja


Perasaan Santi sudah mendalam kepada Do Hyun dan dia tidak akan mampu melupakan kekasihnya yang sudah menjalani kebersamaan bertahun tahun walau hubungan jarak jauh namun banyak kesan yang indah


Sedangkan Han Daegang hanya diam dan memberi minuman segar untuk Santi supaya lebih tenang, setelah beberapa jam perjalanan sampailah di Nami Island


"Ini tempat sangat indah apalagi di musim semi, ayo turun kita lihat" (bahasa inggris) Han Daegang berkata


Santi turun dan masih terdiam lalu melihat pohon yang besar membuat hatinya membaik dan bibirnya akhirnya tersenyum dengan pemandangan yang terlihat sangat indah dan romantis "Kenapa kamu mengajak aku ke sini" (bahasa inggris) Santi bertanya


"Karena kalau aku sedang sedih, suka ke tempat ini" (bahasa inggris) Han Daegang berkata


"Kenapa kamu tidak bertanya mengapa aku menangis" (bahasa inggris) Santi berkata


"Karena aku menunggu kamu berhenti menangis, dan sekarang aku mau bertanya boleh tahu mengapa kamu menangis" (bahasa inggris) Han Daegang berkata


"Aku hanya sedih karena orang yang selama ini aku percaya dia berkhianat" (bahasa inggris) Santi berkata


"Seorang kekasih atau hanya teman" (bahasa inggris) Han Daegang bertanya


"Tunangan aku, tapi aku tidak ingin membahasnya hanya ingin menikmati taman ini saja" (bahasa inggris) Santi berkata


Han Daegang tidak bertanya lagi karena tidak ingin membuat Santi sedih, Santi menikmati pemandangannya dengan Han Daegang membicarakan sejarah tentang Nami Island dan menceritakan banyak hal tentang Korea selatan membuat Santi terpesona dan teralihkan pikirannya menjadi tertarik dengan pembicaraan Han Daegang


Han Daegang sangat pintar menghibur orang yang sedang sedih dan sangat pintar mengalihkan pembicaraan. membuat Santi tersenyum kembali walau hatinya tidak bisa berbohong masih merasakan sakitnya di khianati. rasa cemburunya membakarnya merasa tubuhnya panas seperti tersambar api namun berusaha tetap tenang di depan Han Daegang.