Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Terharu dan terpesona



Santi sedang makan di salah satu restoran Ancol dengan pemandangan laut mereka makan dengan lahap setelah selesai makan mereka berbincang "Kayanya kalau ada Viona, Cantika sama Natasya lebih seru ya" Santi berkata


"Kapan-kapan kita kumpul, oh ya San lu pengen banget kerjaan di perusahaan" Ali berkata


"Pengen banget sih karena posisi itu yang gue mau" Santi menjawab


"Kok kaya yang ragu gitu, kalau lu mau gue usahain" Ali berkata


"Emang bisa, kalau sesuai gue mau" Santi berkata


"Kok gue jadi ragu ya sama kerjaan ini" Santi berkata dalam hati


"Pasti gue usahain biar kita jadi deket" Ali berkata


"Ah.....deket gimana" Santi bertanya


"Gue sebenernya suka sama lu, dari awal ketemu di kampus tapi gue baru berani ngomong sekarang karena dulu lu udah tunangan" Ali berkata


"Ga apa-apa sih kalau suka aja, gue juga suka sama lu sebagai teman karena lu baik" Santi berkata dengan santainya


"Tapi gue suka pengen pacaran sama lu kalau bisa lu jadi milik gue selamanya" Ali berkata dan membuat Santi kaget


Santi kaget mendengar ucapan Ali semua pria sama aja mendekati karena ada maunya tidak ada yang tulus mau menjadi teman saja "Ali tapi sori kalau itu ga bisa, gue masih tunangan"


"Gue tau kok lu lagi ada masalah sama tunangan lu, makannya gue berani ngomong ini" Ali berkata


"Kok lu tahu, siapa yang bilang padahal gue ga pernah bilang ama siapapun" Santi berkata


"Kenapa gue selalu di suruh wawancara pegawai baru karena gue bisa baca wajah mereka" Ali berkata


"Ali tapi kita ga bisa, gue cuman anggap lu temen" Santi berkata


"San kita bisa coba, lagiaan kita bisa deket dulu sebagai teman perasaan sayang kan bisa datang kapan aja kalau kita setiap hari ketemu" Ali berkata


"Ali masalahnya aku masih sayang sama tunangan aku" Santi berkata


"Ayolah yang tidak pasti jangan di harapin terus lagiaan dia jauh di Korea" Ali berkata


"Ada yang lebih suka, sayang dan cinta sama kamu li yang bener-bener tulus" Santi berkata


"Viona, tapi aku ga ada rasa sama dia" Ali berkata


"Kamu udah tahu" Santi kaget


"Taulah keliataan" Ali berkata


"Kan kata kamu memupuk rasa suka harus setiap hari ketemu, coba kamu setiap hari ajak makan siang sama Viona pasti tumbuh rasa suka" Santi berkata


"Beda San, gue cuman mau sama lu" Ali berkata


"Ali kamu bukan anak kecil lagi yang harus memaksakan kehendak orang lain, aku ga ada perasaan lebih dari teman sama kamu aku harus jaga perasaan Viona dan tunangan aku kita ga bisa egois kaya gini" Santi berkata lalu pergi meninggalkan Ali


Ali mengejarnya "San kamu bisa kan coba dulu selama seminggu sama aku, aku sayang sama kamu" Ali berkata memegang tangan Santi


Santi menepis tangannya "Ali aku kira kamu dewasa tapi egois, aku masih cinta dan mengaharapkan Dion dan aku akan menunggu dia sampai kapanpun, dia tidak bisa di gantiin sama cowok manapun"


"Bullshit, paling cowok kamu udah ada cewek lain di Korea" Ali berkata dengan kesal


"Jangan sembarangan ngomong kamu, Dion bukan cowok brengsek dan dia tidak egois kaya kamu" Santi kesal lalu pergi dan menaiki taxi


Santi kecewa dengan Ali yang terlalu memaksa karena dia tidak suka di paksa oleh siapapun, dan perasaan itu menurut Santi tidak bisa di paksakan. lalu ponsel Santi berdering


ddrrtt


ddrrtt


ddrrtt


Mama Mila menghubungi Santi dan mengangkatnya "Halo mah"


"Santi kamu dimana, cepet pulang Safira ga mau berhenti nangis nih mamah bingung" mamah Mila berkata


"Santi lagi di jalan pulang, kenapa nangis aja ah...mamah cerita apa sama dia" Santi berkata


"Mamah cerita apa adanya, kenapa kamu ga bilang Han Daegang artis sih" Mamah Mila berkata


"Ya udah nanti di rumah Santi cerita oke" Santi berkata dan menutup telponnya dengan wajah muram masih mengingat apa yang di katakan Ali membuat kesal kepada Do Hyun


"Apa bener Do Hyun ada cewek lain lagi ya" Santi berkata dalam hatinya


"Kerjaan gue ilang deh Ali kesal sama gue, bodo ah tapi gue mau ngelamar kemana lagi secara poisi jabatannya bagus di perusahaan Ali aaaaaaa...." Santi bergumam lalu supir taxi melihatnya "neng kenapa lagi kesel ya"


"Ga apa-apa pak" Santi berkata dengan wajah muram. Sampailah Santi di rumahnya dengan melihat Safira di depan televisi menangis melihat Han Daegang sedang benyanyi


Safira melihat Santi sudah pulang "Kaka aku mau ketemu sama Han Daegang hik hik hik" Safira menangis, Santi menarik nafas merasa lelah dengan semuanya "de ga bisa ketemu lagi dia sibuk" Santi berkata


"Kaka kan bisa telpon dia suruh dia ke sini" Safira berkata


"De kaka bukan pacarnya ga ada hak buat nyuruh, kemarin aja dia ke sini bukan di suruh sama kaka dia sendiri yang tiba-tiba datang" Santi berkata


"Bohong, dia tahu alamat ini darimana" Safira bertanya


"Tante Yuni" Santi berkata


"Jadi tante Yuni tau kenal juga sama Han Daegang" Safira berkata


"Iya, katanya datang ke apartemen" Santi berkata


"Semua ketemu Han Daegang aku doang yang ga aaaaaaaa hik hik hik" Safira berkata dan menangis lagi


"Udah ya de, jangan nangis kaka ada kejutaan nih, tapi janji dulu sama kaka ga bakalan kasih tahu publik bahwa Han Daegang kenal sama kaka" Santi berkata dengan mengahapus air mata adiknya


"Kan keren ka kalau semua tahu kenapa ga boleh" Safira berkata


"Nah ini kenapa kaka ga mau bilang sama kamu, de Han Daegang semua idola kamu punya privasi yang harus kita jaga kenapa kaka ga cerita sama kamu karena kamu pasti kasih tahu kesemua temen kamu kan kasiaan de kalau idola kamu privasinya di buka ke publik" Santi menjelaskan


"Iya sih bener juga, oke aku janji ga akan cerita ke siapapun asal aku mau ketemu sama Han Daegang terus kaka harus cerita awal ketemu sama dia" Safira berkata


"Oke tapi kalau masalah ketemu kaka ga janji, soalnya kaka harus jaga perasaan Dion" Santi berkata


"Ya udah video call aja kalau ga bisa ketemu" Safira berkata dengan manja


"Udah ga pernah vc tapi kaka janji kalau Han Daegang vc kaka kasih tahu kamu oke asal jaga aja mulut sama jari kamu jangan sampai ngebongkar privasi idola sendiri" Santi berkata


"Siap kaka ku yang cantik, sekarang cerita awal ketemu sama Han Daegang" Safira berkata dengan semangat mendengarkan kakanya bercerita


Santi bercerita awal ketemu dengan Han Daegang setiap Santi cerita Safira berteriak histeris dan terbelalak kaget dengan mulut di tutupi tangannya. ekpresi Safira sama dengan Natasya dan Viona dengan wajah terkejut dan terpesona juga wajah sedih pun karena terharu kakanya Santi kenal dengan idola K-pop.