Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Berpikir keras



Setelah beberapa hari berlalu, Santi sedang berada di halaman belakang menikmati suasana pagi hari yang cerah setelah sarapan dia melamun ingin sekali bertemu dengan Do Hyun yang belum ada kabar, Do Hyun belum menghubungi Santi sudah satu bulan


"Kangen banget gue sama Dion, apa hubungan kita udah putus gue ngerasa di gantung. apa gue harus ke korea cari dia minta kepastiaan" Santi bergumam dan menarik nafasnya


Perasaan rindunya terhadap Do Hyun membuatnya sesak ingin sekali bertemu dengan kekasihnya. lalu mamah Mila berteriak "santi ada tamu" Santi hanya diam pikirannya di penuhi oleh bayangan Do Hyun seorang


Ketika mamah Mila menepuk pundaknya Santi kaget "sayang ngelamun apa sih"


"Eh....kenapa mah" Santi berkata terbangun dari lamunannya


"Ada Ali di depan" mamah Mila berkata


"Apa Ali, ngapain ke sini" Santi kaget


"Mamah ga tahu, coba kamu ke sana temuin Ali" mamah Mila berkata


Santi menemui Ali yang sedang duduk di ruang tamu "haii San gue ke sini mau minta maaf, gue salah terlalu maksa"


"Udah gue maafpin kok" Santi berkata


"Terus ada kabar bagus, kamu di terima kerja senin kamu sudah bisa masuk kerja" Ali berkata


"Kenapa ga ada telpon dari perusahaan" Santi bertanya


"Belum kayanya nanti siangan kamu di hubungi, oh ya San malem minggu ada acara" Ali berkata


Santi hanya diam membisu "tenang aja aku ngajak kamu sebagai teman" Ali berkata


"Malam minggu gue kayanya ga bisa sory ya" Santi berkata karena merasa sudah tidak nyaman dengan Ali


"Oh ya udah ga apa-apa, gue pamit ya salam buat mamah lu" Ali berkata lalu pergi dengan rasa kecewa


Setelah Ali pergi Santi terdiam "kenapa gue ga seneng ya denger keterima kerja jelas-jelas posisinya yang gue mau, kok gue ngerasa kejam ya sama Ali padahal dia bilang tadi hanya teman aja tau ah gue bingung" Santi bergumam di ruang tamu


"Santi kamu kenapa sih, mamah liat kamu banyak ngelamun kadang ngomong sendiri hubungan kamu sama Dion baik-baik aja kan" mamah Mila berkata


"Itu dia mah, Dion belum hubungin Santi udah sebulan kenapa ya" Santi berkata


"Tuh kan pasti gara-gara Dion kamu gini, mungkin dia sibuk belum sempet hubungi kamu terus tadi Ali ngapain ke sini" mamah Mila berkata


"Ngasih tahu aku keterima kerjaan di perusahaan Ali kerja" Santi berkata


"Oh gitu bagus dong jadi kamu ada kegiataan jadi ga mikirin Dion aja, lagiaan kalau kamu sama Dion jodoh ga akan kemana mana pasti dia balik lagi ke kamu, jadi lebih baik kamu cari kegiataan aja biar ga galau terus" mamah Mila menasehati


"Ya sih kurang kegiataan kayanya, aku harus kerja tapi mah Ali itu suka sama aku jadi aku ga nyaman kalau sekantor sama dia mana jadi bos aku nantinya" Santi berkata


"Bagus dong jadi kamu nanti ga kena marah, kok ada cowok yang suka ga nyaman sih" mamah Mila berkata


"Buat Santi ga nyaman karena udah anggap Ali temen biasa di tambah Viona suka sama Ali jadi ga mau ada masalah gara-gara cowok lagi" Santi menjelaskan


"Oh gitu iya sih kalau gitu kamu harus jaga jarak, emang kamu pernah ada masalah juga sebelumnya" mamah Mila berkata


"Dulu sama Cantika mah gara-gara ka Robi tapi udah beres kok" Santi berkata


"Ya udah kalau kamu ga nyaman cari kerjaan lain aja, ga coba cari di Korea siapa tahu dapet jadi bisa ketemu Dion atau Han Daegang, eh kamu hebat deh kok bisa kenalan sama artis Korea sih" mamah Mila berkata


"Panjang ceritanya mah pokoknya awalnya Santi ga tau Han Daegang itu artis soalnya emang dia orangnya humble gampang akrab ga sombong jadi Santi pikir dia bukan seorang idola" Santi berkata


"Masih mah sekedar kirim pesan aja nanya kabar" Santi berkata


"Ya udah kalau gitu bantu mamah masak yuu biar ga ngelamun aja" mamah Mila berkata


"Oke" Santi dan mamah Mila pergi ke dapur untuk memasak menyiapkan makan siang untuk mereka berdua dan untuk makan malam nanti


Sedang membantu memasak ponsel Santi berdering


ddrrtt


ddrrtt


ddrrtt


Lalu Santi pergi ke meja makan ternyata tante Yuni menghubunginya "Hallo Santi aaaaa....ya ampun kamu kok ga bilang-bilang sih mau nikah"


"Tante bilang apa sih nikah sama siapa" Santi bertanya


"Sama Do Hyun lah siapa lagi, kamu main rahasia lagi sama tante ya" tante Yuni berkata


"Nikah gimana sebulan ini aja dia ga telpon aku, lagiaan tante kabar darimana" Santi berkata


"Do Hyun ke apartemen tante katanya mau nikah sama kamu" tante barkata dan Santi tersedak kaget karena sedang minum


"Uhuk uhuk uhuk tante jangan ngegosip, udah kaya majalah gosip aja" Santi berkata


"Ih...ngapain tante gosip udah ah tante mau ke restoran dulu telat nih, pokoknya kabarin tante kalau ada acara resepsinya jangan main rahasia awas ya" tante Yuni berkata dan menutup telponnya


"Tante......ih kok di tutup sih gaje nih ah.... bikin penasaran, maksud tante Yuni apa sih" Santi bergumam


"Kenapa San kok kaya kesel gitu" mamah Mila berkata


"Tau nih tante Yuni nelpon terus bilang aku mau nikah sama Dion" Santi berkata dengan wajah mengkerut


"Nikah, bukannya udah sebulan ga nelpon kamu tenta Yuni kenapa bisa bilang gitu" mamah Mila berkata


"Ga tau katanya Dion ke apartemen tante Yuni terus aku mau nanya lagi malah di tutup ga jelas ah kayanya mimpi deh tante Yuni" Santi berkata


"Aneh, apa jangan-jangan Dion mau ngasih kejutaan sama kamu tiba-tiba datang ke rumah ngelamar kamu" mamah Mila berkata


"Ga mungkin dia bukan cowok romantis mah" Santi berkata


"Kamu inget ga waktu ngajak tunangan emang itu bilang sama kamu sampe kamu syok" mamah Mila berkata dan membuat Santi terbelalak mengingatnya


"Ya sih tapi kan kalau nikah masa dadakan juga ya ga mungkin lah" Santi berkata


"Apa di dunia ini yang ga mungkin kalau Allah sudah berkehendak dan Dion itu tipe cowok banyak kejutaan kalau iya gimana coba ga mungkin dong nolak secara kamu bucin banget sama Dion" mamah Mila berkata lalu pergi ke dapur untuk memasak lagi


"Apaan sih mamah sotoy" Santi berkata dan melamun di kursi


Santi Memikirkan perkataan mamah Mila dan tante Yuni membuatnya gelisah dan tidak bisa tidur, malam harinya Santi hanya memikirkan Do Hyun "aduh otak gue kaya mau meledak gini aaaaa.....kesel gue jangan sampai bener apa yang di bilang mamah, Dion tiba-tiba datang ngajak marriage ga mungkin sih" Santi bergumam di kamarnya


Sudah menunjukan pukul 4 pagi namun Santi belum saja tertidur "ah...udah subuh lagi gila ya gue ga bisa tidur mikirin nih cowok bener-bener bikin gue kesel awas ya kalau bener dia tiba-tiba datang ngelamar gue, bakalan gue tolak tau rasa lu" Santi bergumam kembali lalu tertidur karena lelah telah berpikir keras