Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Berubah Pikiran



Ketika Santi sedang makan siang terdengar bunyi bel rumahnya "Jangan-jangan itu Dion mah" Santi berkata lalu berdiri akan ke bawah membukakan pintu


"Kamu tunggu aja, biar mamah yang buka" mamah Mila memegang tangan Santi


Lalu Santi duduk kembali karena merasa masih lemas, mamah Mila ke luar untuk membuka pintu dan ternyata yang datang Natasya


"Oh Natasya tante kira siapa, ayo masuk aja ke kamar langsung, Santi lagi makan"


"Memang belun pada pulang ya yang di kantor polisi"


"Belum, kamu hibur temenin Santi ya, tante mau telpon dulu"


"Baik tante, aku ke atas ya" Natasya berkata lalu naik ke lantai dua dan mengetuk pintu kamar


tok


tok


tok


"Masuk" kata Santi


"Haiii.....noona San ini aku bukan oppa Do Hyun" Natasya berkata dengan senyum yang manis


"Masuk Nat, aku kira Dion"


"Duh....kangen banget ya San" Natasya masuk dan duduk di sebelah Santi


"Kangen Nat, aku sama Do Hyun itu baru ketemu setelah seminggu kita berpisah"


"Pisah....emang kaliaan kenapa"


"Mmmmmm.....eng....ga itu Dion kan keluar negeri buat konser" Santi berkata dengan gugup karena salah bicara, "Hampir aja keceplosan duh....gawat" Santi berkata dalam hati tidak ingin mengatakan masalah rumah tanggannya


"Oh....lama banget, kasiaan lu banyak berkorban kayanya ternyata jadi istri seorang Idol ga enak juga ya San di tinggal mulu"


"Semua ada resikonya Nat, mau nikah sama siapa aja sama, dan menurut gue semenjak kita nikah yang banyak berkorban cewek"


"Ih....omongan lu kaya nyokap gue, dia bilang kaya gitu katanya waktu pacaran banyak berkorban cowok pas nikah malah cewek, makannya gue belum siap merit"


"Tapi enak loh, udah nikah itu bisa ciuman, peluk, tidur bareng dan bercinta dengan halal"


"Idih....bikin iri deh yang punya suami ganteng, dambaan semua cewek mana romantis lagi"


"Appa sih.....mulai deh"


"Eh....San gue kan posting foto nikahan lu wah...folowers gue naik loh banyak yang nanya gue temen noona San, gue jawab sahabat lu dari sekolah"


"Oh...ya gue belum liat sosmed, bagus dong jadi banyak folowers"


"Ga sebanyak lu juga, ga apa-apa kan gue bilang sahabat lu, dan posting banyak foto-foto kita"


"Ga apa-apa kan lu emang sahabat gue, posting aja bebas kok, udah banyak yang tau juga hubungan gue sama Do Hyun"


"Jadi bukan istri rahasia sang Idol lagi nih"


"Bukan tapi istri sah sang Idol"


"Ha ha ha ha bagus tuh kalau cerita lu jadiin drakor bakalan banyak yang nonton, judulnya menjadi istri rahasia sang idol" Natasya berkata lalu Santi tersenyum


Mereka berdua sedang bercanda dan tertawa ada yang mengetuk pintu


tok


tok


tok


"Masuk aja mah" kata Santi ketika terbuka terlihat Viona yang berwajah muram


"Viona....." Santi dan Natasya berkata lalu Viona masuk dan berdiri di sebelah Santi


"Vie kenapa wajah lu sedih, gimana Do Hyun udah bebas kan" Natasya bertanya


"Gue.......mau ngabarin bahwa......" Viona berkata dengan nada berat


"Kenapa Vie, jangan bilang Dion belum bebas" Santi berkata berdiri dengan wajah sedih lalu lari keluar kamar dan terjatuh ke lantai


Santi melihat kaki pria yang tidak asing lalu pria itu membantu dia berdiri dan seketika Santi tersenyum dengan beruraian air mata dan seketika memeluk pria itu "Dion......"


"Kamu tidak apa-apa" (korea) Do Hyun berkata dengan membantu Santi berdiri


"Aku baik-baik saja" (korea)


"Selalu berkata baik-baik saja walau aku sudah tahu kamu pingsan semalam membuat aku khawatir" (korea)


"Aku sangat kangen sama kamu" (korea)


"Kita hanya berpisah semalam saja kamu sudah kangen" (korea)


"Memang kamu tidak kangen sama aku" (korea) Santi berkata dengan manja dan tidak ingin melepaskan pelukaannya


"Ehem ehem.....anggap aja dunia milik berdua" Natasya menggoda


"Eh....sori" Santi berkata lalu melepaskan pelukaannya dan memeluk Viona


"Vie....makasih ya udah mau bantu gue sama Dion"


"Itu kayanya emang kwajiban gue San, emang seharusnya gue bantu sahabat gue bukan ninggalin" Viona berkata


"Duh so sweet lu Vie, bikin terharu" kata Natasya


"Eh...Nat kita tunggu di bawah aja yuu, kayanya ada yang mau kangen-kangen dulu, udah ga tahan tuh" Viona berkata dan Santi tersipu malu


"Oh...ya bener, San gue ama Viona nunggu di bawah ya jangan lama-lama kangen-kangenannya, dah oppa Do Hyun" Natasya berkata dengan tersenyum genit melihat Do Hyun lalu Viona menarik tangannya


Do Hyun hanya tersenyum sambil memegang pinggang Santi, Do Hyun menarik Santi ke dalam kamar lalu menutup dan mengkunci pintu kamar


"Aku kangen sama kamu dan sekarang aku sangat menginginkan diri kamu" (korea) Do Hyun berkata lalu mencium bibir Santi dengan bergairah


Santi melepaskan ciumannya "Tapi di bawah lagi banyak orang" (korea)


"Aku tidak peduli" (korea) Do Hyun mencium Santi kembali lalu ketika Do Hyun mencium bagiaan leher tiba-tiba Santi merasakan mual


"Uo....uo....." Santi menahan akan muntah


"Kamu kenapa" (korea) Do Hyun menghentikan ciumannya lalu Santi berlari ke kamar mandi dan muntah


Setelah keluar kamar mandi Do Hyun memegang tubuh Santi "Kita harus ke Dokter, kata ibu kamu pingsan dan muntah apakah kamu hamil" (korea)


"sepertinya hanya masuk angin" (korea)


"Pokoknya kita harus ke Dokter" (korea)


"Iya tapi kamu mandi dulu, bau" (korea)


"Jadi kamu muntah gara-gara tubuh aku bau" (korea) Do Hyun mencium ketiaknya berkali- kali


"Ha ha ha ha kamu lucu, aku suka bau kamu mau seminggu tidak mandi pun kamu wangi" (korea)


"Ya sudah aku mandi dulu" (korea)


"Aku ke bawah dulu menemui Viona dan Natasya" (korea)


"Katakan sama Viona aku akan membalas kebaikannya, apa yang dia mau aku akan usahakan mewujudkannya" (korea) Do Hyun berkata lalu Santi menggangguk dan tersenyum pergi menemui temannya yang berada di halaman belakang, dan terlihat sedang di temani tante Yuni dan mamah Mila juga ada Safira yang baru pulang sekolah.


"Kaka udah sembuh" Safir memeluk Santi


"Udah de, kamu udah pulang bukannya ganti baju"


"Aku mau ke atas tapi kata ka Natasya sama ka Viona jangan dulu" Safira berkata


"Kenapa" Santi tersenyum duduk di sebelah mamah Mila


"Lagi ada adegan dewasa katanya, padahal aku udah dua kali liat kaka sama oppa Do Hyun ciuman" kata Safira dengan polos


"Fira......" pekik Santi Semua teriak dan wajah Santi menjadi tersipu malu


"Aduh yang udah bisa jalan, tadi aja berdiri kaya yang lemes" tante Yuni menggoda


"Oppa Do Hyun itu kekuataannya ka Santi jadi walau pusing juga ada oppa Do Hyun masih kuat ya kan" Safira berkata


"Pinter deh adik aku ini, sana ganti baju dulu"


"Oppa Do Hyun lagi apa ka"


"Lagi mandi terus mau tidur katanya"


"Ya udah aku ke atas dulu ganti baju, ka Natasya sama ka Viona nanti cerita lagi ya" Safira berkata


"Oke...." Natasya berkata lalu melambaikan tangan dan Safira pergi ke kamarnya


"Ya udah kaliaan silakan kalau mau cerita-cerita mamah sama tante Yuni mau nyiapin dulu cemilan ya" mamah Mila berkata lalu pergi ke dalam rumah dengan tante Yuni.


Santi menarik nafas "Vie makasih ya, kata Dion juga makasih buat semuanya kita akan balas kebaikan kamu selama kita bisa akan wujudkan kemuaan kamu"


"Udah dong San jangan bilang makasih aja, gue jadi ga enak nih" Viona berkata


"Enak banget jadi lu, terus lu mau minta apa sama Santi dan oppa Do Hyun, gimana kalau lu minta album terbaru Mars sama album solo nya aja Vie" Natasya bertanya


"Tadinya gue pengen minta Do Hyun nyanyi di nikahan gue tapi kayanya ga jadi" Viona berkata dengan wajah sedih


"Maafpin gue Vie jadi maksa lu harus memilih gue" Santi memeluk Viona


"Oh...ya Vie jadi si Ali brengsek udah bilang sama calon suami lu" Natasya berkata


"Gue yang bilang duluaan bahwa gue udah ga perawan, bener apa kata lu Nat gue ga mau jadi janda lebih baik dari sekarang aja dia tahu kenyataannya, kasiaan juga dia itu cowok baik nikah sama gue yang bukan cewek baik, gue ga pantes buat dia" Viona berkata


"Terus setelah tahu, calon lu gimana" Natasya bertanya


"Dia diem kaya yang bingung, ga bilang apa-apa, malah ninggalin gue gitu aja, dia kecewa kayanya" Viona menjawab


"Lu juga cewek baik Vie, gue yakin dia butuh waktu buat berpikir dan kalau dia sayang lu pasti balik lagi ke lu" Santi berkata


"Oh....ya gue kepo nih vie, yang bikin lu berubah pikiran apa sih" Natasya bertanya


"Han Daegang" Viona menjawab


"What.....lu temuin oppa gue dimana" Natasya bertanya lalu Santi kaget mendengar nama itu


"Enak aja, dia kerumah gue sama Safira terus bilang lu pingsan dan dia cerita banyak tentang cinta lu sama Do Hyun, katanya ga bisa di pisahkan, Santi ga bisa hidup tanpa Do Hyun dan kaliaan itu udah kaya Romeo dan Juliet sehidup semati gitu kata Han Daegang, dan gue juga di janjiin kalau gue bantu lu Han Daegang bakalan wujudin yang gue mau, semua orang minta bantuin lu San jadi gue ngerasa ga guna buat lu ketika semua orang sayang dan mau bantu lu tapi gue malah mikirin diri sendiri" Viona menjelaskan


"Vie, gue udah pasrah tadinya, gue juga ga mau merusak kebahagiaan lu dan ga mau ngeliat lu gagal nikah" Santi berkata dengan memegang tangan Viona


"Tapi ternyata gue lebih bahagia ngeliat lu bahagia San, mungkin gue belum jodoh sama cowok gue yang ini, gue juga pasrah yang penting ga kehilangan sahabat kaya lu San" Viona berkata


"So Sweet kaliaan, gue jadi sedih" Natasya berkata lalu mereka bertiga saling berpelukaan dan tersenyum


"Terus Vie lu minta apa sama Han Daegang" Natasya bertanya


"Ada aja, kepo lu" Viona menjawab


"Jangan bilang lu minta jadi cewek dia, ga ikhlas gue masa bias gue pacaran sama temen gue lagi" Natasya berkata


"Ha ha ha ha kalau iya kenapa, gue minta gantiin Han Daegang di pelaminan jadi pengantin cowoknya" Viona berkata


"Aaaaaaaaaaaa........ga rela gue ga akan datang dan bakalan gue buly di sosmed" Natasya berkata seperti anak kecil


"Ha ha ha ha lucu, kocak lu Nat" Santi berkata dengan tertawa lalu mereka bercanda dan tertawa bersama kembali.


Di dalam canda dan tawa bersama temannya Santi memikirkan Han Daegang yang tidak terlihat sejak tadi pagi. Santi pikir mungkin Han Daegang sudah pulang ke Korea, dan Santi berniat akan menemuinya nanti ingin sekali mengucapkan terima kasih karena dia sudah bisa merubah pikiran Viona.