
Setelah Santi melihat-lihat rumah dan belum ada yang manarik untuk Santi maka dia pergi ke restoran tante Yuni akan ikut ke Busan membantu tente Yuni pindahan, sedangkan Do Hyun seperti biasa sudah mulai sibuk latihan untuk konser di berbagai negara. Santi sudah sampai di restoran tante Yuni "Tante barang yang mau di bawa mana"
"Udah semua sekarang bantu tante beresin aja di sana, yuu berangkat" mereka pergi ke Busan di perjalanaan tante Yuni bertanya "Jadinya yang mana rumahnya"
"Tante tau Do Hyun mau beliin rumah"
"Tau kan rumah yang ini udah kejual, nah Ayah mau bagi warisan buat Do Hyun sama Kaka bagi dua, biar Do Hyun bisa beli rumah buat kamu"
"Tapi kegedeaan bersihin nya males harus punya art, enak di apartemen mana lengkap fasilitasnya"
"Tapi kalau udah punya anak kasiaan ga ada halaman buat mereka lari-lari main kemah-kemahan"
"Ya sih tapi belum ada yang cocok, nanti aja deh aku pengennya yang pemandangannya memanjakan mata"
"Wah itu sih rumah tante sekarang, pemandangannya pantai ke pantai tinggal jalan kaki"
"Seriusan, demi apa wah ga sabar pengen cepet liat"
Setelah beberapa jam perjalanan tibalah mereka di Busan di rumah tante Yuni yang baru, terlihat pemandangan laut lepas dengan pasir putih dan ada Ayah yang sedang duduk melihat pekerja yang sedang merapikan rumahnya "Ayah, sudah ada di sini" (korea)
"Maaf Ayah tidak bisa jemput kaliaan" (korea)
"Tidak apa-apa yah, kenapa milih di Busan jadi jauh sama aku dan Do Hyun" (korea)
"Tante kamu yang ingin di sini, katanya mau buka cabang restorannya dan ingin membeli rumah juga dekat pantai" (korea)
"Rumahnya sangat nyaman dan indah sekali pemandangannya" (korea)
"Intinya tante pengen suasana baru San" (korea)
"Ya sih di sini enak deket pantai ga bosen, Santi jadi pengen deh punya rumah di sini jadi kaya villa gitu bisa di sewaain dengan pemandangan laut lepas kan keren" (korea)
"Memang rumah yang Ayah rekomendasiin ga suka" (korea) Ayah berkata
"Oh...itu, bukan ga suka cuman kegedeaan" (korea)
"Ide bagus tuh ya udah kamu beli rumah aja di sini jadi kita deketan" (korea) tante Yuni berkata
"Kalau mau, ada yang mau di jual buka jendela langsung laut lepas kamarnya 3" (korea) Ayah berkata
"Iya, mau nanti bilang dulu sama Do Hyun" (korea)
Santi membantu di rumah baru tante Yuni lalu ke restoran baru tante Yuni merapikan bersiap untuk buka "kapan bukannya"
"Besok kayanya, San kenapa kamu ga jadi bloger kuliner juga jadi bisa promosiin makanaan korea dan bisa poromosiin restoran tante"
"Seru juga tuh, wah aku banyak makan dong nanti takut gendut ah"
"Kamu kan ga usah makan semuanya, bisa di bungkus kalau ga abis bagikan aja ke orang yang ga mampu, asal nyicip terus di foto sama vedio"
"Boleh nanti coba deh restoran tante aku promosiin ya"
"Lagiaan kamu udah terkenal pasti banyak yang folow"
"Ah males terkenal kalau punya haters ngapain"
"Ga apa-apa kan ga semua orang suka liat kita sukses San apalagi di tambah kamu nikah sama Idola mereka bikin iri, foto kamu di bandara cuman di peluk sama Do Hyun aja komennya ada yang iri tapi banyak yang dukung like nya banyak"
"Oh...ya tante liat dimana"
"Kamu belum liat, ada di Dispatch, kamu ga pernah liat sosmed ya"
"Ga tante belum berani lagiaan ga sempet juga banyak ngedit"
"Kali-kali liat baca komennya lucu-lucu"
"Bukannya bikin kesel takutnya banyak komen bikin bad mood makannya ga mau baca"
"Pasti ada sih yang gitu, cuman ya udah lah jangan terlalu di pikirin, kita ga bisa maksa orang suka sama kita, Fira balesin komen yang jelekin kamu tante pengen ketawa bacanya keliataan banget kenal sama kamu sampai ada yang bilang nih akun belain mulu jangan-jangan orang terdekat ha ha ha ha"
"Oh ya so sweet dia, oleh-oleh nya belum aku kirim lupa ha ha ha"
"Dia udah posting semua foto sama video kamu nikahan banyak like sama komen eh ga jauh di ikutin akun fansbase Do Hyun yang lain"
"Dia bilang kan harus dia yang pertama punya, kangen jadinya sama dia"
"Adik kamu itu masih polos, di sini aja tiap di ajak ketempat yang ada foto Do Hyun sama Han Daegang teriak dia, aduh tante sama mamah kamu sampai malu tapi seru sih dia bikin kita terhibur sama kepolosannya, sayang banget sama kamu tuh"
"Lucu ya dia, gemes tante pengen banget punya anak cewek, makannya tante udah anggap kamu sama Fira anak sendiri"
"Uh tante aku juga sekarang udah anggap tante ibu mertua kok ha ha ha ha" Santi berkata memeluk tante Yuni dan tertawa
"Dasar kamu antara ngejek sama pengen di cubit ini"
"Kata Do Hyun aku harus panggil tante Omoni gimana dong"
"Bebas deh mau bilang tante atau ibu gimana nyamannya kaliaan, tante juga ga nuntut sama Do Hyun dan kakanya harus bilang ibu kok, yang penting kaliaan sayang sama tante aja udah cukup"
"Pasti dong sayang banget secara ibu kesayangan kita" Santi berkata mencium pipi tante Yuni
Selesai semuanya Santi pulang ke apartemen, di sana Do Hyun sudah ada "Kamu udah pulang aku kira belum, kenapa tidak menelpon aku" (korea) Santi berkata masuk ke dalam apartemen
"Baru saja mau menelpon aku akan jemput" (korea)
"Kamu sudah makan malam, aku bawakan masakan ibu kamu special buat anak tersayangnya" (korea) Santi berkata mencium pipi Do Hyun
"Tumben mau cium duluaan biasannya harus aku yang cium kamu duluaan" (korea)
"Apakah aku tidak boleh cium suami aku duluaan" (korea) Santi cemberut
"Sangat boleh dan itu harus, sayang bagaimana rumah sudah kamu putuskan mau yang mana" (korea)
"Mmmmmm.....aku tadi liat rumah Omoni sama Ayah sangat indah sekali pemandangannya, aku senang sekali di sana dan impiaan aku punya rumah pemandangan laut lepas" (korea)
"Jadi kamu mau beli rumah di Busan saja" (korea)
"Pengertiaan sekali suami aku, boleh tidak kata Ayah ada rumah yang mau di jual seperti villa" (korea)
"Kamu sudah liat, tapi jauh dari tempat kerja aku" (korea)
"Belum, rencana sama kamu lihatnya, selama kita belum punya anak masih bisa tinggal di sini, terus rumah di Busan kita sewain saja perhari bagaimana jadi untuk investasi juga" (korea)
"Pantes cium aku duluaan ternyata ada maunya, tapi aku tidak setuju kalau di sewakan nanti rusak, lebih baik rumah untuk akhir pekan saja jadi kalau ada waktu libur kita ke sana" (korea)
"Tapi kan lumayan kalau di sewa ke orang yang akan belibur di Busan" (korea)
"Apakah kurang uang dari aku dan youtube sampai harus menyewakan rumah impian kamu" (korea) Do Hyun berkata dan memeluk pinggang Santi
"Tidak hanya saja sebagai usaha menambah penghasilan kita" (korea)
"Aku sudah berpikir juga untuk beli rumah di indonesia untuk di kontrakaan menurut kamu bagaimana sebagai investasi hari tua" (korea)
"Setuju sekali dan aku ingin sekali usaha kontrkaan seperti itu, kontrakaan kamar untuk anak kuliah" (korea)
"Kamu cari tahu di indonesia perumahaan baru yang bagus perkembangannya" (korea)
"Aku selalu ingin punya rumah di Bandung disana kota yang sangat indah, aku senang sekali kalau berlibur di sana, cuacanya tidak panas seperti di rumah aku Jakarta" (korea)
"Terserah kamu mau dimana saja kotanya yang pasti di Indonesia untuk kita inves buat hari tua" (korea)
Santi teresenyum dan menyuapi Do Hyun makanaan "Sayang bulan depan aku akan pergi konser kamu mau ikut ke Singapore, di sana ada tempat wisata yang bagus" (korea)
"Memang boleh aku ikut, kalau boleh aku ingin ikut dan di sana aku tidak akan mengganggu kamu aku ingin sekali wisata dan kuliner di sana untuk koleksi video Youtube" (korea)
"Boleh, ikut saja nanti aku akan beli tiket satu pesawat dengan Mars biar nanti aku bilang sama stafnya, dan stafnya pasti kamu tahu temen sekantor kamu dulu, dan mereka ingin sekali bertemu dengan kamu" (korea)
"Wah aku juga kangen, nanti aku akan mengajak mereka makan siang karena mereka sangat baik sama aku" (korea)
"Ajak lah supaya kamu banyak teman wanita, kata mereka kita pasangan baik hati kamu suka ngajak makan siang kalau aku suka membelikan minumannya, tapi ingat tidak boleh berteman dengan seorang pria" (korea) Do Hyun berkata dengan wajah serius
"Iisshhh....baik bapak cemburuaan, mereka banyak bantu aku selama kerja di sana jadi aku ingin balas budi mengajak mereka makan siang" (korea)
"Sudah malam waktunya tidur, besok aku harus datang ke stasion tv untuk wawancara lalu latihan keografi baru" (korea)
"Semangat Do Hyun ku, sayang ku, suami ku" (korea)
"Sepertinya sekarang kamu sangat romantis" (korea)
"Karena aku tahu kamu sayang banget sama aku" (korea)
Do Hyun membopong Santi masuk ke dalam kamar, mereka sangat bahagia merasa pasangan baru menikah padahal pernikahan mereka sudah lama.