
Masih berada di rumah Santi, terlihat keluarga yang sedang makan malam bersama lalu papah Beni bertanya karena penasaran "Santi kenapa kamu ke sini sendiri, kamu minta ijin suami kamu engga mau pulang ke Indonesia"
"Mmmmm....minta ijin kok pah, Do Hyun lagi sibuk" Santi berbohong
"Bukannya dia udah keluar dari group band nya"
"Kok papah tahu"
"Di kantor banyak penggemar Do Hyun dan mereka nanya mulu sampai pusing papah jawabnya"
"Wah....papah terkenal dong punya mantu Idol K-pop" Safira berkata
"Iya semenjak hubungan ka Santi sama Do Hyun di ketahui publik, papah di kantor banyak yang minta foto sama tanda tangan"
"Ah....serius pah, wow papah Fira hebat"
"Foto ama papah bukan" Lucky bertanya
"Bukan, minta foto sama tanda tangan Do Hyun mantu papah lah ha ha"
"Ha ha ha ha kirain, dasar papah ada-ada aja" mamah Mila berkata dan semua tertawa namun Santi hanya tersenyum saja
"Santi kalau ada masalah sama Do Hyun harus cepat di selesaikan jangan di biarkan" mamah Mila berkata
"Emang kamu ada masalah apa, jangan sampai ninggalain suami yang lagi nganggur ya San itu ga baik cuman gara-gara materi kamu ribut, dukung dia kaliaan kan bisa bisnis bareng" papah Beni berkata dengan tegas
Santi hanya diam dan Safira memandang kaka nya yang berwajah muram "Bukan kali pah, Santi ga mungkin ninggalin Do Hyun cuman gara-gara materi lagiaan papah kan tahu Do Hyun bukan dari keluarga biasa ga bakalan kekurangan materi dan Santi juga anak kita punya penghasilan sendiri" mamah Mila membela
"Ya tahu cuman papah takut aja kamu malu-maluin keluarga cuman gara-gara Do Hyun ga terkenal lagi kamu tinggalin gitu aja, awas media sampai tahu kaliaan lagi berantem bisa di lebih-lebihin nanti beritanya kaya kasus Do Hyun di penjara aneh malah dia yang di sudutkan sama media"
"Engga kok pah, lagiaan Dion udah ga terkenal juga ga masalah buat Santi, aku sama Do Hyun baik-baik aja cuman mungkin Santi lagi sensi aja"
"San coba kamu bikin usaha sama Do Hyun bikin Restoran di Bandung makanan korea atau apa gitu di sana kan dunia kuliner nya terkenal enak-enak"
"Bagus itu papah dukung, kalau butuh modal biar papah bantu"
"Bukan masalah modal pah, tapi Santi sama Do Hyun bingung cari tukang masak nya tau sendiri Santi ga bisa masak"
"Kaka kan jago bikin kue udah aja bikin cafe yang ada cuci mulutnya kue bikinan kaka" Safira memberi ide
"Mamah bakalan jadi koki nya dan mamah bakalan ngajarin tukang masak baru, mamah siap bantu pokoknya kalau tentang menu masakan mamah jagonya" mamah Mila menyemangati Santi
"Asiikk.....Fira juga siap bantu dan kebeneran Fira mau kuliah di Bandung"
"Lucky bantu cari tempat aja sama dekor ka, pokoknya tenang aja kaka sama ka Do Hyun jangan takut kita semua dukung kaka, jangan ngerasa terpuruk sama komen haters ya ka" Lucky berkata walau cuek tapi dia suka membaca sosial media tentang Santi dan Do Hyun.
Santi tersenyum namun mengelurkan air mata "Aku terharu semua nya bikin Santi kuat dan ga nyangka adik aku yang cuek perhatiaan juga sama kakanya, makasih dukungannya" Seketika Santi menangis dan di peluk mamah Mila dan Safira
"Mirip mamah kamu banget lagi hamil cengeng nangis mulu" papah Beni berkata tersenyum
"Iya soalnya kalau lagi hamil hormon sensitif nya kuat pah" mamah Mila berkata sambil memeluk Santi.
Mereka menyelesaikan makan malamnya dengan rasa bahagia, Santi pun bahagia memiliki keluarga yang sangat peduli tanpa ikut campur masalah rumah tangganya namun keluarganya sangat mendukung Santi dan Do Hyun.
Malam hari setelah makan malam Santi akan tidur namun memikirkan Do Hyun, ingin menghubungi Do Hyun namun ragu merasa gengsinya tinggi "Telpon jangan ya, ah...nanti aja deh tapi gue kangen sama Dion aaaaa...." gumam Santi di tempat tidur sambil melihat ponselnya.
Do Hyun baru sampai di Jakarta dan tengah malam sudah berada di depan rumah Santi yang sudah sepi, pagar rumah nya pun sudah di gembok, Do Hyun bingung harus bagaimana lalu mencoba menghubungi Lucky, beberapa kali dering di angkat nya "Hallo Lucky, kamu sudah tidur" (inggris)
"Hallo ka Do Hyun belum tidur aku lagi main game" (inggris)
"Ah....kebetulan sekali, kaka ada di depan rumah boleh minta tolong bukakan pagarnya" (inggris)
"Oh iya bentar ka, nanti aku ke bawah" (inggris) Lucky segera pergi ke bawah akan membukakan pagar tanpa membangunkan Santi.
"Ada, sepertinya sudah tidur, kaliaan sedang berkelahi ya" (inggris) tanya Lucky karena merasa aneh Do Hyun menanyakan keberadaan Santi di rumah nya
"Tidak, hanya salah paham saja" (inggris) Do Hyun berbohong dan mereka masuk ke dalam rumah
"Ketuk saja pintunya siapa tahu belum tidur" (inggris)
"Oke, kamu tidur jangan lama-lama main game nya" (inggris)
"Oke" Lucky berkata lalu masuk ke dalam kamarnya, Do Hyun ingin mengetuk pintu kamar Santi namun merasa ragu khawatir mengganggu tidur istrinya.
Do Hyun mencoba membuka pintu namun terkunci lalu dia ke bawah akan tidur di kamar tamu saja, menunggu besok pagi akan berbicara dengan Santi. Beberapa saat Santi terbangun oleh mimpinya yang bertemu dengan Do Hyun, dia bangun dan melamun melihat jam sudah tengah malam hampir menjelang subuh "Cuman mimpi, kangen banget sama Dion uuuuu......haus lagi" Santi bergumam dan pergi ke dapur mengambil air putih.
Santi menyalakan lampu dapur dan membawa gelas yang sudah di isi air putih lalu duduk di sofa dekat tivi, ketika sedang menarik nafas dia mendengar suara pintu terbuka dari arah kamar tamu, Santi pergi akan melihatnya ketika di pertengahan jalan dia terbelalak kaget melihat Do Hyun, dia menggosok matanya seakan tidak percaya "Apa sih masa masih mimpi, apa saking kangen nya sama dia" Santi berkata dalam hati sambil masih menggosok matanya
"My Sun" Do Hyun berkata lalu Santi terbelalak dan nafasnya turun naik karena tidak percaya mencubit pipinya
"Aw.....sakit, Dion kamu ada di sini" (korea) Santi meringis kesakitan
"Ini bukan mimpi, ini aku suami kamu" (korea) Do Hyun berkata lalu memeluknya, Santi masih tidak percaya dan mencubit tangan Do Hyun "Sakit sayang" (korea)
"Dion.....aku kangen sama kamu" (korea) Santi berkata memeluk Do Hyun dengan erat dan menangis
"Aku juga sangat kangen sama kamu" (korea) Do Hyun memeluk Santi dan mencium beberapa kali ujung kepalanya.
Lalu tak lama mamah Mila keluar kamarnya, kaget melihat Santi dan Do Hyun sedang berpelukaan di tengah rumah "Ya ampun kaliaan kok pelukaan di luar kenapa ga di kamar aja" mamah Mila barkata dan mereka melepaskan pelukaannya
"Mamah kok udah bangun" Santi berkata dengan wajah malu dan Do Hyun menundukan kepalanya
"Udah subuh, mau nyiapin sarapan, Do Hyun kamu baru datang, kaliaan sholat dulu sebelum lanjutin pelukaannya sana ke kamar jangan di sini nanti adik-adik kamu ngeliat bahaya" mamah Mila menasehati
"Iya mah, aku ke atas ya" Santi berkata dengan tersenyum memegang tangan Do Hyun
Mamah Mila melihatnya tersenyum bahagia "Ternyata mereka baik-baik saja, alhamdulilah" gumam mamah Mila
Santi dan Do Hyun sudah berada di kamar, Santi mengkunci pintunya dan Do Hyun tersenyum, mereka saling pandang jantung mereka berdetak kencang seperti pertama kali bertemu, Santi menggigit bibir bawah, wajahnya tersipu malu "Dion.....mmmmm.....maafkan aku" (korea) Santi berkata dengan wajah sendu lalu Do Hyun mendekatinya, dia mencium bibir Santi dengan bergairah dan mereka menikmati berhubungan suami istri.
Pagi hari menjelang, keluarga Santi sedang sarapan, lalu Safira tidak melihat kaka nya Santi di tempat duduk "Ka Santi mana, kok belum turun, biar Fira bangunin" Safira berkata sambil pergi akan ke lantai atas
"Jangan" mamah Mila dan Lucky melarangnya
"Loh kenapa jangan" Safira berkata
"Ada ka Do Hyun udah sini jangan ganggu" Lucky menjawab
"Aaaaaa....sumpah ka demi apa" pekik Safira terbelalak kaget
"Sssuuuuuttttt Fira jangan teriak, ka Do Hyun cape biarin aja jangan ganggu baru datang subuh kayanya, masa mereka pelukaan di tengah rumah kaya yang baru ketemu gitu kangen-kangenan" mamah Mila bercerita dan Safira tersenyum lebar
"Datang tengah malam kok mah, kan Lucky yang bukain pintu"
"Oh....kok ga ada bunyi bel, padahal mamah lagi sholat tahajut loh"
"Nelpon ke Lucky, kirain ada di Korea eh ternyata ada di depan rumah"
"Bagus lah jadi mereka ga lagi berantem, ya udah biarin aja biar mereka istirahat nanti mamah siapin aja makanan buat mereka" papah Beni bakata
"Pasti mamah mau buat makanan enak buat mereka pake ramuaan supaya langgeng rumah tangganya amin" mamah Mila berkata dengan bahagia
"Bagus tuh mah kalau bisa sekaliaan aja ramuaan supaya mereka makin nempel ha ha ha ha" Safira berkata dengan tertawa lalu menutup mulutnya karena ketawa Safira sangat nyaring.
Keluarga Santi sangat senang karena ternyata pikiran Mamah dan Papah nya salah bahwa rumah tangga putrinya sedang tidak baik-baik saja, sedangkan Safira yang mengetahui semua masalahnya hanya diam dan tersenyum lebar merasa bahagia kakanya Santi sudah kembali dengan Do Hyun yang adalah Idol kebanggaannya.