Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Kandungan lemah



Di Apartemen lantai duabelas disalah satu kamar yang di sewa Han Daegang untuk memantau cctv Do Hyun pun menginap di situ bersama Han Degang berdua mereka tidak lepas dari komputer yang menampilkan beberapa cctv yang terpasang sesuai rencana mereka menunggu sasaeng itu keluar malam hari, lalu mereka berdua saling berbicara satu sama lain "Mengapa kamu bisa mendapatkan Santi" (korea)


"Apa maksud dari pertanyaan kamu" (korea) Do Hyun menjawab dengan melirik sinis ke arah Han Daegang yang sedang santai meminum minuman soda


"Iya melihat Santi tipe wanita susah dekat dengan pria asing tapi mengapa kamu bisa kenal dan berpacaran dengan dia" (korea)


"Karena aku Do Hyun bukan Han Daegang" (korea)


"Makasud kamu" (korea)


"Karena Santi suka dengan aku bukan kamu dan memang kita sudah jodoh" (korea)


"Jadi kamu masuk agama islam karena Santi, kalau pengorbanannya cuman masuk agama islam aku juga bisa" (korea)


"Jangan asal bicara, kamu tidak lihat tv aku sudah bilang sebelum mengenal Santi aku sudah masuk agama islam" (korea)


"Itu benar, aku pikir cuman gosip" (korea)


"Memang kamu tidak ada wanita lain, mengapa mau mengganggu hubungan aku dengan Santi" (korea) pekik Do Hyun dengan kesal


"Awal kenal Santi aku juga tidak tahu kamu tunangannya, kalau tahu aku akan merebutnya dari kamu" (korea) Han Daegang berkata dengan santai ingin membuat Do Hyun cemburu


Seketika Do Hyun terbelalak mengepalkan tangannya dan mencekram kaos lalu akan memukul Han Daegang "Berani kamu merebutnya dari aku dasar bajingan" (korea)


Han Daegang tersenyum sinis dengan wajah isengnya lalu berubah terbelalak melihat layar komputer "Hyung lihat apakah itu wanita sasaeng" (korea)


Do Hyun melepaskan cekramannya dan melihat layar ada seorang wanita sedang berjalan ke arah lift "Iya itu dia sasaeng yang akan menusuk Santi di bandara" (korea)


"Aku tidak melihat dia keluar dari kamar yang mana, kamu menghalangi layar komputer jadi tidak terlihat" (korea)


"Ah....kamu membuat aku emosi jadi bagaimana ini" (korea)


"Santi sudah hamil dan kamu sudah memiliki dia seutuhnya masih saja cemburu, aaahhh.....gagal renacana kita, tunggu dia pulang saja dan lihat dia masuk ke pintu mana" (korea)


"Yang penting benar itu wanita sasaeng, aku lapor dulu, ada polisi yang jaga di mini market" (korea)


Do Hyun melaporkan bahwa itu benar wanita sasaeng yang pernah akan menusuk Santi di bandara, lalu beberapa jam kemudiaan wanita itu kembali dan terlihat masuk ke dalam salah satu kamar apartemen "Berarti Santi ada di dalam situ" (korea)


"Tepatnya di kamar" (korea) Do Hyun berkata melihat ke arah kamar yang terletak di belakang dia


"Jadi apa rencana selanjutnya" (korea)


"Kita pikirkan cara masuk ke dalam kamar dia" (korea)


"Langsung tangkap saja, sudah jelas kan dia sasaeng itu" (korea) Han Daegang memberi pendapat


"Kalau tahu polisi yang mengetuk, pasti dia tidak akan membukakan pintu dan itu bahaya buat Santi" (korea)


"Bagaimana kalau kita pastikan dahulu apakah Santi ada di dalam atau tidak, kalau besok pagi dia pergi aku akan mengetuk pintu tetangganya dan masuk lewat balkon" (korea)


"Terlalu lama aku akan jadi pengirim makanan saja dan polisi tunggu di pinggir ketika di buka pintunya kita tangkap dia" (korea) Do Hyun berkata karena terlalu khawatir kepada istrinya Santi


"Kita bahas saja dengan para Polisi bagusnya bagaimana" (korea)


Lalu mereka membahasnya dengan beberapa Polisi yang memakai pakaiaan bebas yang akan membantu menangkap sasaeng jahat itu, lantai duabelas di amankan terlebih dahulu jangan sampai ada yang menggagalkan rencana mereka. Sedangkan Santi didalam meminta tolong kepada sasaeng "Tolong panggilkan dokter, perut saya sakit tidak tahan" (korea) Pekik Santi dengan wajah pucat mengetuk pintu dan memegang perutnya


"Kamu jangan berpura-pura, minum saja susunya supaya sehat bayi kamu" (korea) pekik sasaeng dengan santai


"Aku mohon, aku harus ke dokter" (korea) Santi dengan nada meringis kesakitan lalu terdengar ketukan pintu


tok


tok


tok


Sasaeng melihat dari pengintip pintu "Siapa kamu" (korea) pekik sasaeng tidak ingin membuka pintu


"Pengantar pizza" (korea)


"Saya tidak memesan pizza" (korea)


"Tapi ini alamatnya di sini" (korea)


"Simpan saja di depan pintu" (korea)


Do Hyun bingung dan melirik ke arah kiri Polisi menyuruhnya menyimpannya "Ya sudah saya simpan depan pintu" (korea)


Do Hyun pergi ke arah kanan lalu bersembunyi tiarap, menunggu pintunya di buka lalu akan mendorong sasaeng itu. Sasaeng itu melihat lagi ke arah pengintip pintu memastikan pengantar pizza itu telah pergi tanpa curiga dia membuka pintu namun terdengar teriakan Santi dari kamar "Aaaaaaaaaa......tolong......" (korea)


Sasaeng kaget tidak jadi membuka pintu depan lalu pergi membuka kamar dan melihat Santi yang sedang tergeletak di lantai, pakaiaannya penuh dengan darah, sasaeng terbelalak kaget dan panik dia bingung harus melakukan apa "Kenapa banyak darah, kamu keguguran" pekik sasaeng dengan wajah panik melihat Santi menahan rasa sakit


Do Hyun dan Han Daegang juga beberapa Polisi mendengar teriakan Santi dan mereka yakin Santi ada di dalam. Lalu sasaeng mengunci kembali pintu kamar dan akan memanggil bidan saja karena pikirnya kalau memanggil Dokter pasti akan mengenali Santi.


Ketika sasaeng membuka pintu semua bersiap untuk menyergap dan masuk ke dalam, sasaeng membuka pintu dan ketika keluar salah satu Polisi menyondongkan pistolnya ke arah wajah sasaeng dan menangkapnya lalu Do Hyun masuk ke dalam dan membuka kunci yang menggantung di depan pintu kamar, melihat Santi terbelalak kaget yang tergeletak di lantai dengan pakaiaan penuh darah dengan tangan dan kaki diikat "Sayang.....sayang...." (korea) Do Hyun membangunkan Santi yang setengah sadar sambil membuka tali ikatan di tangan dan kaki istrinya.


Do Hyun membopong Santi keluar akan membawanya ke Rumah Sakit, Han Daegang melihat Santi wajahnya pucat dia pun menjadi panik dan berlari menekan lift. Sesampainya di parkiran Han Daegang yang menyetir mobil, Do Hyun duduk di belakang dan memeluk istrinya. Santi melihat wajah Do Hyun dengan mata setengah terbuka dia pikir itu hanya mimpi karena dia sangat merindukan suaminya dan berharap Do Hyun menyelamatkan dia.


Di perjalananan Santi akhirnya tidak sadarkan diri karena darahnya banyak keluar. Beberapa jam kemudiaan di Rumah Sakit dia sudah sadar dengan matanya terbuka perlahan melihat sekitarnya ada tante Yuni, Do Hyun yang tidak ingin meninggalkan istrinya selalu di sisinya di saat Santi tidak sadarkan diri memegang tangannya seakaan tidak ingin lagi kehilangan istri tercintanya "Tante, Do Hyun apakah aku mimpi" (korea) Santi berkata dengan nada ririh lalu Do Hyun memeluknya


"Kamu sudah selamat sayang, my sun" (korea)


"Do Hyun sayang aku mencintai kamu hik hik hik hik" Santi seketika menangis di peluk oleh Do Hyun


"Aku juga mencintai kamu Santi my sun, jangan tinggalkan aku seperti ini lagi, aku bisa gila kamu tidak ada di sisi aku" (korea) Do Hyun mencium kening dan bibir Santi


Tante Yuni melihatnya hanya menangis dan Ayah yang sedang duduk berdiri lalu memeluk tante Yuni. Santi memeluk tante Yuni dan berkata "Sayang anak ku alhamdulilah kamu selamat dan tidak ada yang terluka" (korea) Ayah pun memeluk Santi


"Bagaimana dengan bayi kita, terakhir aku melihat ada darah keluar" (korea) Santi bertanya lalu Do Hyun melihat ke arah tante Yuni seakan tak kuasa untuk berbicara yang sebenarnya


"Kamu jangan memikirkan itu dulu, sekarang lebih baik kamu makan karena kamu pingsan semaleman dan sekarang sudah sore, ini enak buburnya" (korea) Do Hyun berkata dengan menyuapi Santi bubur


Tante Yuni hanya menangis melihat Santi tidak bisa menutupi kesedihannya "Tante kok nangis ada apa" (korea) Santi melihat ke arah tante Yuni


"Engga sayang tante hanya bahagia melihat kamu selamat, mamah dan papah kamu juga lagi menuju Korea ingin melihat kamu" (korea)


"Mamah tahu tentang aku di culik" (korea)


"Kamu hilang mau 4 hari, semua mencari kamu termasuk fans kamu banyak yang menanyakan kamu, tidak mungkin tante menutupi terus dari orang tua kamu" (korea)


"Maaf kan aku sudah membuat kaliaan khawatir, itu salah aku sudah keluar rumah tanpa ijin suami aku" (korea) Santi melihat ke arah Do Hyun yang sedang menyembunyikan kesedihannya, lalu Santi melihat mata Do Hyun yang merah "Kamu menangis, aku tidak pernah melihat mata kamu merah seperti itu" (korea) Santi berkata dengan menyentuh mata Do Hyun dengan lembut


"Tidak, aku hanya kurang tidur dan aku memikirkan kamu setiap hari tidak bisa tidur tanpa kamu" (korea) Do Hyun menutupi kesedihannya lalu tersenyum dan memegang tangan Santi dengan lembut


Santi pun tersenyum "Kamu manja, mau punya anak masih manja" (korea) Santi berkata seketika semua terdiam


Santi mengalami keguguran karena tubuh yang sangat lemah dan kandungan masih muda kurang asupan makanan sehat dan tekanan juga setres membuat kandungannya lemah. Do Hyun dan tante Yuni belum tega untuk memberitahunya karena khawatir Santi akan syok mendengarnya.