Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Sangat gelisah



Masih di rumah Santi, Safira dan Han Daegang sedang berada di halaman depan rumah, beberapa saat terlihat ada pria berseragam Polisi yang datang ke rumahnya lalu Safira mendekatinya "Mau ke siapa pak"


"Apakah benar ini dengan rumah ibu Santi" seorang polisi bertanya


"Batul, ada perlu apa dengan kaka saya"


"Saya membawa surat penangkapan atas nama bapak Do Hyun suami dari ibu Santi" Polisi berkata


"Apa....penangkapan atas apa, tunggu bentar" pekik Safira panik lari ke dalam rumah "Mah, tante ada polisi di luar" bisik Safira


"Polisi, mau ngapain" mamah Mila barkata


"Pokoknya gawat keluar dulu" Safira berkata panik lalu mamah Mila mematikan kompor pergi ke depan dengan tante Yuni


"Maaf pak ada apa ya" tante Yuni bertanya dan terlihat Han Daegang sedang membaca surat itu


"Saya dari kepolisian membawa surat penangkapan kepada bapak Do Hyun dari Korea suaminya ibu Santi" Polisi berkata lalu memberi suratnya kepada tante Yuni


Tante Yuni membacanya "Mantu saya salah apa pak" mamah Mila bertanya


"Ada yang melaporkan bahwa pak Do Hyun telah melakukan kekerasan dan buktinya semua ada, maka kami akan membawa pak Do Hyun ke kantor polisi" Polisi berkata


"Anak saya membela istrinya karena pria itu berlaku kasar pada Santi" tante Yuni berkata dengan kesal


"Mantu saya bukan tanpa sebab pak mukul orang, dia hanya membela istrinya" mamah Mila berkata


"Betul pak banyak saksi kok, saya juga liat Ali main kasar sama kaka saya dan oppa Do Hyun kaka ipar saya membantunya" Safira berkata lalu tak lama Santi keluar melihat di dapur tidak ada orang dan di halaman depan sedang ramai


"Ada apa mah" Santi bertanya lalu semua kaget dan menunduk


"Anda dengan ibu Santi" Polisi bertanya


"Iya saya Santi, ada apa pak" kata Santi


"Saya membawa surat penangkapan untuk suami anda" Polisi berkata lalu Santi terbelalak kaget memdengarnya


"Salah suami saya apa kenapa di tangkap" pekik Santi


"Ali yang lapor kayanya ka, siapa lagi coba Emang kurang ajar dia" Safira berkata


"Kalau masalah itu dia yang salah, sudah kasar kepada saya, suami saya hanya membela saya dan teman saya, harusnya dia yang di tangkap" Santi membela Do Hyun


"Masuk dulu saja ga enak sama tetangga, mari pak masuk" mamah Mila berkata dengan panik


Lalu mereka semua sudah berada di ruang tamu dan datang lah Do Hyun yang mencari Santi "Ada apa ini kenapa ada polisi" (inggris) Do Hyun bertanya lalu Santi memegang tangan Do Hyun dan duduk berdampingan


"Kalau bapak mau tangkap suami saya, tangkap saya juga" Santi berkata sambil begetar akan menangis


"Sabar Santi, kita punya pengacara ga bisa main tangkap mantu saya begitu saja" mamah Mila berkata lalu tante Yuni menghubungi Ayah supaya cepat pulang


"Kalau bapak tangkap ka Santi, tangkap saya juga" Safira berkata dengan kesal


"Ada apa ini" (inggris) Do Hyun berkata


"Anda dengan bapak Do Hyun, saya kira pak Do Hyun yang tadi di depan" Polisi berkata


"Bukan, ini Do Hyun suami saya" Santi berkata lalu menjelaskan kepada Do Hyun dan dia kaget


"Baiklah Saya akan ikut ke kantor polisi" (inggris) Do Hyun berkata dengan tenang lalu semua kaget


"Tidak, jangan dulu" (inggris) Santi memegang erat tangan Do Hyun


Lalu datang Ayah, papah Beni dan Kaka, tante Yuni menjelaskan semuanya dalam bahasa korea, lalu mamah Mila menjelaskan dengan bahasa indonesia kepada papah Beni "Begini pak ini masalahnya masih abu-abu masa bapak mau bawa mantu saya, tidak bisa begitu masalahnya yang di rugikan anak saya dan seharusnya pihak kami yang melaporkan pria yang sudah berlaku kasar itu" papah Beni berkata


"Tapi bukti sudah banyak pak, dan mengarah kepada pak Do Hyun jadi lebih baik koferatif saja bapak Do Hyun ikut dengan kami" Polisi berkata


"Enak saja, suami saya tidak bersalah kalau ada bukti dia yang kasar duluaan bagaimana" Santi berkata


"Silakan anda lapor juga ke kantor dengan bukti yang ada dan mungkin bapak Do Hyun akan bebas" Polisi berkata


"Bentar pak, jadi nanti mantu saya akan di penjara atau hanya memberi kesaksiaan saja, kalau di penjara kami tidak akan terima dan hak kami akan membawa pengcara tapi kalau hanya memberi keterangan saja kami akan ikut mendapingi" papah Beni berucap


"Sepertinya untuk saat ini menjadi saksi namun kalau ada hal yang memberatkan bisa masuk penjara" Polisi berkata


"Aku ikut, saya yang akan medapingi suami saya" Santi berkata


"Engga mau, aku ikut, aku ga mau Dion masuk penjara hik hik hik hik" Santi emosi dan akhirnya menangis


"Hey...hey....Sayang tenang, aku baik-baik saja, aku akan cepat pulang, kamu tunggu di rumah oke" (inggris) Do Hyun berkata memegang wajah Santi dan memeluknya lalu pergi bersama papah Beni dan Polisi, ketika Do Hyun akan masuk ke dalam mobil polisi papah Beni melarangnya


"Mantu saya bukan penjahat jadi kami pakai mobil pribadi saja, kami tidak akan kabur" papah Beni berkata dengan tegas lalu menyuruh Do Hyun masuk ke dalam mobil pribadi dan Polisi hanya diam saja. Ayah dan Kaka ikut juga mendapingi.


"Dion jangan pergi, aku tidak rela kamu pergi" (korea) pekik Santi dengan menangis dan mamah Mila memeluknya juga tante Yuni merasa sedih melihatnya, Safira ikut menangis lalu Han Daegang memeluknya dengan spontan.


Do Hyun melihat Santi di dalam mobil yang sedang melaju melihat ke arah belakang, melihat istrinya yang sedang menangis. Santi di bawa masuk ke dalam rumah karena dia merasa lemas "Mah suami Santi ga salah, tante bantu Do Hyun hik hik hik" Santi berkata dengan lirih air mata memenuhi wajahnya


"Iya sayang mamah tahu, kamu yang sabar kita di sini cari jalan keluar saja dan berdoa" mamah Mila berkata lalu duduk di sofa ruang keluarga


"San mana no telpon temen kamu mantan nya Ali, kayanya dia bisa bantu" tante Yuni berkata


"Ah....iya bener dia harus bantu dan harus laporin Ali ke polisi" Santi berkata lalu mengambil ponselnya dan menhubungi Viona


Beberapa nada dering tersambung "Hallo vie, tolong gue, Dion di bawa ke kantor polisi dia di laporin sama Ali atas kekerasan pemukulan" Santi berkata


"What.....tapi San apa yang harus gue bantu" Viona berkata dengan terbelalak kaget


"Laporin dia atas penganiayaan sama lu dulu, kata lu ada buktinya kan" kata Santi


"Iya udah nanti gue cari dulu, dan gue nanti ke rumah lu oke, sabar ya San tenang kita jeblosin cowok brengsek itu ke penjara" Viona berkata


"Oke....gue tunggu ya Vie, cepetan" Santi berkata dan menutup telponnya lalu dia duduk di sofa dengan lemas


"Ka minum dulu, biar tenang" Safira berkata dan memberi air putih lalu Santi meminumnya


"Han Daegang mana de" tante Yuni bertanya


"Di ruang tamu tadi lagi nelpon" Safira berkata, Santi kaget lalu pergi ke ruang tamu melihat Han Daegang yang sedang menelpon seseorang dan Santi duduk dengan Safira. Setelah Han Daegang selesai menelpon Santi memohon untuk tidak berbicara apapun kepada pihak Agensi


"Han Daegang aku mohon jangan sampai ada yang tahu siapapun termasuk pihak Agensi" (korea)


"Aku tidak akan memberi tahu siapapun" (korea)


"Lalu kamu menelpon siapa" (korea)


"Aku menelpon menajer aku" (korea)


"Membicarakan apa, bukan masalah Do Hyun kan" (korea)


"Bukan, aku hanya minta ijin besok tidak akan bisa pulang" (korea)


"Oh....aku kira kamu membicarakan masalah ini" (korea)


"Aku tidak akan mempersulit Do Hyun walau dia saingan aku tapi aku tetap akan membantunya" (korea)


"Han Daegang bisa tidak serius sedikit, aku sangat sedih sekali dengan kejadiaan ini (korea) Santi berkata dengan wajah kesal


"Aku bercanda supaya kamu tidak terlalu sedih, kalau aku bisa bantu Do Hyun hyung apakah kamu akan mengijinkan aku mendekati adik mu" (korea) Han Daegang berkata lalu Santi melihat ke arah Safira


"Kok liat aku, kaliaan ngomongin apa" (inggris) Safira berkata dengan cemberut


"Tapi kaliaan beda agama, kamu boleh dekati dia hanya sebagai teman tidak boleh lebih" (korea) Santi berkata


"Baiklah, berteman dahulu" (korea) Han Daegang berkata lalu pergi


"Kamu mau kemana" (inggris) pekik Safira


"Aku mau ke kantor polisi" (inggris)


"Mau ngapain" (inggris)


"Mau menyerahkan bukti untuk membebaskan Do Hyub hyung" (inggris)


"Kamu jangan pergi sendiri, Safira antar Do Hyun kaliaan pake taxi aja, nanti kaka nyusul nunggu ka Viona dulu" (inggris) Santi berkata


"Oke.....ya udah hayuu, kita bebaskan oppa Do Hyun" (inggris) Safira berkata lalu pergi dengan Han Daegang ke kantor Polisi dengan memakai Taxi


Santi sangat gelisah dia sambil menunggu Viona tidak bisa tenang hanya bisa berdiri melihat keluar berharap Viona datang dengan cepat.