Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Menambah bahagia



Santi berniat makan siang di restoran tante Yuni, ketika akan menaiki mobilnya di basment ada seorang pria memakai switer hodie menarik tangannya "Han daegang" lalu dia membuka hodienya "Kenapa tau ini aku" (bahasa korea)


"Baunya aku hafal parfum kamu beda dari yang lain" (bahasa korea)


"Wah sehafal itu kamu sama bau aku" (bahasa korea)


"Ngapain kamu di sini" (bahasa korea)


"Apartmen aku juga di sini, kamu ngapain di sini" (bahasa korea)


"Tapi aku baru liat kamu sekarang" (bahasa korea)


"Aku baru mau pindahan soalnya kemaren di isi sama paman aku" (bahasa korea)


"Oh....ya udah aku pergi dulu" (bahasa korea)


"Santi mau kemana, kamu engga mau bantu aku pindahan" (bahasa korea)


"Engga aku ada perlu, hwaiting Han Daegang" (bahasa korea) pekik Santi sambil masuk ke dalam mobilnya


"Wow aku suka kata-kata itu, bikin penasaran kalau dia makin cuek sama aku" (bahasa korea) Han Daegang berkata dengan tersenyum melihat mobil Santi yang sudah melaju


Santi bergumam di dalam mobilnya "kenapa sih dia ada terus, aduh gimana nih kalau gue katahuaan udah nikah sama Do Hyun bahaya"


Sesampainya di restoran tante Yuni, dia duduk dan memesan makanan "Haii sayang kayanya mukannya lagi kesel atau sedih gitu kenapa lagi, mumpung kosong restoran mau curhat apa"


"Tau aja nih tante aku yang kepo, pertama aku sedih sahabat aku Cantika koma di rumah sakit mau pulang ke indo tapi ga bisa, kedua kesel sama Han Daegang ternyata dia punya apartemen yang sama dengan Do Hyun aaakkhhhh.....tante gimana dong"


"Pertama tentang temen kamu doain aja biar dia baik-baik aja dan cepet sembuh, kedua Han Daegang mungkin itu cobaan kamu dalam hubungan suami istri"


"Masalahnya lama-lama dia bakalan tahu aku udah nikah sama Do Hyun bahaya kan"


"Bagus lah jadi dia ga ganggu kamu lagi"


"Kalau dia ga bilang media ga masalah, kalau bilang bahaya, posisi aku ga aman kayanya mau pindah aja ke apartemen tante Yuni deh"


"Aduh sayang kamu harus udah bisa menyelesaikan masalah kamu, bentar lagi tante bakalan nikah sama pacar tante, dia mau ngelamar minggu depan"


"Apa...cepet banget, emang udah masuk islam"


"Udah dong, malah udah daftarin buat akad"


"Kalau aku mau curhat kemana nanti"


"Ke sini lah"


"Kalau mau kabur kemana, kan ke tante pasti udah ada suami"


"Sayang tante udah anggap kamu anak jadi jangan sungkan datang aja ke rumah"


"Emang tante mau tinggal dimana nanti"


"Udah beli rumah baru buat berdua, rumah dia mau di warisin sama anak-anaknya katanya anak keduanya udah nikah jadi supaya beli rumah sama istrinya"


"Sedih dengernya, nanti tante pasti ga ada waktu lagi buat aku"


"Kok sedih tantenya mau bahagia malah sedih, selalu ada dong, masa buat anaknya ga ada waktu"


"Sedih ga ada yang jomblo lagi ha ha ha ya aku ikut bahagia kok tante ku cayang"


"Eh....muka manjanya bikin gemes deh mmuuaacch" tante Yuni berkata mencium pipi Santi


Setelah makan siang, Santi pulang ke apartemennya melakukan aktifitas seperti biasa dan malam harinya mencoba menghubungi Cantika sudah berkali kali tidak ada yang mengangkat, hari esok dia kerja setelah selesai bekerja ketika akan pulang di basment ada yang menghalangi mobilnya pria memakai switer hodei dia adalah Han Daegang


"Kamu mau apa, kenapa menghalangi jalan ku" (bahasa korea)


Han Daegang mendekati "Aku ikut ke apartemen, hari ini aku tidak membawa kendaraan" (bahasa korea)


"Naik taksi saja, sudah sana jangan sampai ada yang melihat" (bahasa korea)


"Aku tidak bawa uang, kamu tega aku harus berjalan kaki" (bahasa korea)


Santi diam dan melihat wajah Han Daegang yang membuatnya tidak bisa menolak "ya udah masuk" (bahasa korea)


Han Daegang tersenyum dan duduk di sebelah Santi. Santi kaget "kenapa kamu tidak duduk di belakang saja" (bahasa korea)


"Tidak mau, memang kamu supir taksi" (bahasa korea)


Santi cemberut kesal "kamu itu selalu maksa" (bahasa korea)


"Ha ha ha tapi kamu ga bisa nolak" (bahasa korea) Han Daegang berkata membuat Santi terdiam


"Bener juga kenapa gue ga bisa nolak dia sih" Santi berkata dalam hatinya


"Kenapa tidak boleh satu lift" (bahasa korea)


"Nanti ada yang liat, kamu itu idola aku tidak mau ada gosip" (bahasa korea) Santi berkata lalu pergi Han Daegang tersenyum melihatnya


"Terima Kasih tumpangannya" (bahasa korea) pekik Han Daegang


"Lain kali tidak ada tumpangan, tidak gratis" (bahasa korea) Santi berkata dan masuk ke dalam lift


Han Daegang tersenyum bahagia, di perlakukan seperti itu oleh Santi bukannya sakit hati malah menambah rasa penasaran kepada Santi. Senyumnya mengembang di wajahnya melihat Santi yang selalu menolaknya membuat sosok Santi unik di hadapannya beda dengan wanita lain yang selalu agresif kepada Han Daegang.


Malam hari Santi mencoba menghubungi Cantika pikirannya masih merasa bersalah kepada Cantika tiga kali nada dering baru di angkat video callnya "Halloo Cantika" Santi seketika menangis melihat wajah Cantika yang pucat dengan mata sayu tersenyum melihat Santi


"Haloo Santi, kok nangis" Cantika berkata dengan nada lirih


Santi menghapus air matanya dan menahan tangisannya "Engga kok gue cuman kemasukan debu, gue kangen lu maaf gue ga bisa nengok lu belum bisa pulang ke indonesia"


"Ga apa-apa, doain gue aja biar cepet sehat dan keluar dari rumah sakit"


"Pasti gue doain selalu, Cantika lu harus bertahan demi keluarga lu dan gue, Viona, dan Natasya yang sayang sama lu, gue ada rahasia yang harus lu tahu"


"Rahasia apa"


"Makannya lu harus cepet sembuh pulang ke rumah nanti gue bilang tapi jangan bilang siapa-siapa termasuk Viona ama Natasya"


"Bikin gue penasaran aja, ya gue janji bakalan sembuh"


"Cantika Maafpin gue ya udah bikin lu gini" Santi berkata dan mengeluarkan air mata


"Apa sih, pasti Natasya udah bilang ya, ini bukan gara-gara lu San, lagiaan gue kan yang milih dia"


"Hik hik hik hik hik hik"


"Udah dong jangan nangis aja, nanti gue sedih nih, gue pengen denger lu cerita di korea gimana sama Han Daegang dan Dion"


Santi menghapus air matanya dan mulai menceritakan semua kisah percintaannya dengan Do Hyun juga cerita tentang Han Daegang yang selalu memaksa, juga bercerita tentang pekerjaannya Cantika kembali tersenyum mendengar cerita Santi membuat semangatnya kembali "Gue kangen lu San pengen meluk dan ke cafe bareng sama kaliaan"


"Gue juga kangen, makannya lu harus sehat dan semangat lagi gue janji nanti bakalan pulang dan ajak kaliaan ke cafe abisin waktu berempat dan bikin Natasya teriak lagi di sana ha ha ha ha"


"Ha ha ha ha bener kocak tuh anak, jadi inget waktu di usir gara-gara dia"


"Masa gue kemaren bilang udah tidur sama Do Hyun dia emosi teriak"


"Wah seriusan lu udah tidur sama Do Hyun kok bisa"


"Lu percaya sama omongan gue"


"Percaya karena gue tahu lu itu ga pernah bohong apalagi halu, jadi itu bener San"


Santi diam lalu barkata "Cantika ini rahasia yang gue mau bilang sama lu"


"Ah....seriusan lu udah tidur sama Do Hyun, terus Han Daegang gimana kasiaan kan"


"Apaan sih lu kok jadi ke Han Daegang"


"Han Daegang keliataannya baik walau tukang maksa gue yakin ga kaya Ali, lu pasti udah tau kan Ali udah putus sama Viona"


"Ya tau Viona udah bilang kok, kasiaan dia"


"Itu salah dia ga denger omongan lu ,kaya gue ini salah gue, tapi kok bisa tidur sama Do Hyun gue penasaran jadi kepo"


"Sebenernya Dion itu Do Hyun"


"Akhirnya lu cerita juga, gue udah nebak kok"


"Jadi selama ini lu udah tahu"


"Awalnya belum tau, tapi waktu ketemu anter gue dalam mobil, gue liat matanya dan waktu liat Do Hyun di youtube mirip sama Dion"


"Tapi lu ga cerita siapa-siapa kan"


"Engga lah ngapain gue cerita ga akan ada yang peracaya nanti gue di bilang halu, lu aja deket sama Han Daegang mereka berdua ga percaya"


"Ya sih, eh udah malem besok gue nelpon lu lagi ya, lu kan harus istrahat sama gue juga besok harus kerja"


"Ah....gue masih mau ngobrol sama lu, tapi janji ya besok lu nelpon gue lagi, gue jadi semangat deh kalau ngobrol sama lu"


"Gue janji besok pulang kerja gue nelpon lu, jangan lupa minum obat dadah....." Santi berkata dan menutup telponnya


Santi tidur dengan rasa bahagia sudah melihat Cantika baik-baik saja, hatinya merasa tenang dan mendapat pesan dari Do Hyun menambah kebahagiaannya.