
Di apartemen tante Yuni sudah pulang sedang menonton televisi "Ini jam berapa katanya ga pulang malem" tante Yuni berkata
"Maaf tante aku juga ga tau mau di ajak ke rumahnya terus di kenalin sama orang tuanya cowok aneh masa kenalin temen cewek ke orang tua sih" Santi berkata
"Apa....Santi berarti dia serius sama kamu makannya kenalin kamu ke orang tuanya, aduh gawat terus gimana tapi kok wajah kamu kaya ga seneng gitu sih" tante Yuni berkata
"Kesel tante masa tadi dia cium pipi aku tanpa ijin kan kesel aku marahin aja untung aja ga aku tabok, Dion aja dulu baru kenal cium pipi aku tabok" Santi berkata
"Ha ha ha ha kenapa kamu marah di cium pipi sama cowok, kamu yang aneh tau" tante Yuni berkata
"Ih kok aku yang aneh, itu kan ga sopan apalagi baru kenal buat aku itu kaya pelecehan ternyata cowok korea ga sopan" Santi berkata dengan cemberut
"Berarti mereka itu suka sama kamu bukan mau ngelecehin kamu, cium pipi kan wajar asal jangan pegang-pegang aja cowok korea romantis walau ga semua sih" tante Yuni menjelaskan
"Tante aku ga suka sama cowok kaya gitu baru kenal dan aku baru anggap dia teman bukan pacar, tunggu maksud tante dia suka sama aku gitu" Santi berkata dan baru menyadarinya
"Duh gimana sih ponakan aku, kamu pacaran berapa kali sampai ga ngerti sama perlakuaan cowok sama kamu, apalagi kalau bukan suka bentar lagi cinta" tante Yuni berkata
"Baru dua kali pacaran, gawat aku harus menghindar kalau gitu, aku besok pulang" Santi berkata
"Pantesan baru dua kali, kamu ga mau gitu di rebutin sama cowok-cowok korea kalau judul drama cinta segitiga ha ha ha" tante Yuni berkata dan tertawa
"Tante ih apaan sih....ogah kalau iya mereka cinta serius bukan mau mainin aku aja pokoknya aku mau lupain semua cowok korea dalam hidup aku ga ada cowok korea lagi aaaaa....." pekik Santi kesal dan cemberut
"Kalau kata tante sih mereka berdua serius, Dion ngajak tunangan, temen kamu ngajak ke rumahnya ngenalin kamu sama orang tuanya itu berarti serius" tante Yuni menjelaskan
Santi hanya diam karena tidak ingin bercerita sudah melihat Do Hyun dengan wanita lain karena khawatir tantenya ikut kesal juga
Santi di dalam kamarnya hanya termenung dan diam sedang melamun Do Hyun tiba-tiba terlintas wajah Han Daegang yang sedang mencium pipinya "apa sih kok jadi inget di cium dia, ah...bener gue harus menghindar dari negara ini, cowok-cowok korea bikin rusak hidup gue aaaaa..." Santi bergumam dalam kamarnya merasa kesal
Pagi hari Santi sudah berada di bandara akan pulang ke Indonesia diantar oleh tante Yuni "Sayang kamu ga akan nyesel pulang, nanti kangen loh sama cowok-cowok korea kamu" tante Yuni berkata menggoda Santi
"Justru itu aku harus menghindar dari mereka berdua, aku mau cari cowok lokal aja deh biar ga baper kaya gini" Santi berkata
"Yakin susah loh dapetin cowok korea yang cocok sama kita mana seagama lagi, ga mau kamu bicara baik-baik sama Dion" tante Yuni berkata
"Nanti aku pikirin lagi deh udah sampai indonesia" Santi berkata
"Ya udah hati-hati ya, kalau udah sampai kabarin tante oke" tante Yuni berkata
Santi pun memeluk tante Yuni dan melambaikan tangan dan tibalah di jakarta indonesia, Santi tidak memberi kabar keluarganya akan pulang maka dia menaiki taxi, sesampainya di rumah mamah Mila kaget melihat Santi sudah pulang
"Ya ampun sayang kenapa ga minta jemput sih, bukannya mau seminggu di sana kok udah pulang lagi" mamah Mila berkata
"Lagiaan dadakan kok mah pulangnya, kangen sama keluarga juga temen-temen" Santi berkata
"Masa baru beberapa hari udah kangen gimana nanti kalau kamu nikah sam Dion tinggal di korea" mamah Mila berkata
"Ga akan ada pernikahan mah, udah ah jangan ngomongin itu Santi mandi dulu ya mamah tidur sana udah malem besok kita buka oleh-oleh" Santi berkata dan pergi menaiki tangga
"Maksudnya apa sih nih anak, jangan-jangan ada masalah sama Dion" mamah Mila bergumam
Pagi hari di kota jakarta Indonesia, Santi akan sarapan turun ke bawah "ka Santi udah pulang mana oleh-oleh aku kak" pekik Safira dan memeluk Santi
"Bukannya bilang kangen malah minta oleh-oleh" Santi berkata
"Ka kita harus ngobrol berdua" Lucky berkata dengan berbisik
"Appan sih ka Lucky main bisik-bisik" Safira berkata
"Tau nih aneh" Santi berkata dan membuka kopernya yang berisi oleh-oleh yang sangat banyak, yang sudah Santi beli bersma tante Yuni di Korea
"Lucky kamu mau bicara apa sama kaka" Santi bertanya
"Nanti aja pulang sekolah sekarang telat nih, fira hayu cepet" Lucky berkata
Santi merasa ada yang di rahasiakan oleh Lucky, setelah kedua adiknya pergi ke sekolah Santi diam dekat kolam renang melamun berpikir bagaimana nasib hubungannya dengan Do Hyun dan Santi berpikir akan memutuskan Do Hyun supaya selesai masalahnya dengan pria Korea itu
Mamah Mila melihatnya dan mendekati Santi yang sedang melamun "Sayang kok ngelamun, mamah mau nanya kamu lagi ada masalah apa sama Dion" mamah Mila berkata
"Santi ga tau harus ngomong darimana, masih bingung mah" Santi berkata dengan manarik nafasnya
"Ya udah kalau kamu ga mau cerita ga apa-apa tapi kata mamah masalahnya harus cepet di selesaikan siapa tahu cuman salah paham, mamah ke pasar dulu ya kamu mau nitip apa" mamah Mila berkata
"Mau Santi anter ga mah, santi lagi ga mau apa-apa" Santi berkata
"Ga usah lagiaan mamah ke pasar bareng sama bu indah, kamu istirahat aja ya" mamah Mila berkata dan mencium pipi Santi
"Hati-hati ya mah" Santi berkata lalu melihat ponselnya lagi
"Selama di korea ternyata gue jalan-jalan sama cowok lain bukan tunangan gue aaaaa... bisa gila gue mikirin dua cowok itu tapi kenapa gue harus mikirin Han Daegang dia kan cuman temen, Santi sadarlah" Santi bergumam merasa perang bantin
Lalu ponselnya berdering menerima panggilan video dari ketiga temannya
"Santi gue kangen lu, gimana korea ketemu oppa ganteng ga" Natasya berkata
"Santi woi mana oleh-oleh gue" Viona berkata
"Santi gue kangen, kapan kita ketemu kumpul yuu" Cantika berkata
"Isshh kayanya yang tulus kangen ke gue cuman Cantika aja deh" Santi berkata dengan cemberut
"Gue tulus kok sumpah deh, yu ah ketemuaan di cafe biasa" Natasya berkata
"Gue juga tulus kangen sama lu, hayuu kumpul mumpung gue belum mulai kerja" Viona berkata
"Di terima dimana lu Vi, selamat ya gue belum ada panggilan kesel pengen kerja nih" Santi berkata
"Nanti gue cerita pokoknya di tunggu makan siang sekarang di cafe biasa oke" Viona berkata dan menutup sabungan vc
"Oke gue tunggu ya kaliaan" Natasya berkata menutup sambungan vc
"Santi gue mau curhat jangan dulu di tutup" Cantika berkata
"Ada apa kamu sama ka Robi baik-baik aja kan" Santi berkata
"Gue di ajak tunangan sama ka Robi" Cantika berkata
"Serius, bagus dong terus lu jawab apa" Santi berkata
"Gue mau pikirin dulu soalnya gue masih ragu sama dia, gimana menurut lu" Cantika berkata
"Menurut gue kalau keliataan sama lu dia udah setia ga ada yang mencurigakan terima aja kalau lu sayang sama dia, cowok kalau udah ngajak tunangan berarti dia serius tapi ga tau juga gue juga sekarang lagi bingung sama Dion" Santi bercerita
"Lu juga lagi ada masalah ya keliataannya, ya udah nanti kita ketemuaan aja kita cerita sama yang lain oke" Cantika berkata
"Oke, sampai ketemu ya" Santi berkata dan menutup sabungan vc
Santi mandi dan bersiap-siap untuk bertemu dengan teman-temannya, mungkin dengan cara ini Santi bisa melupakan sejenak masalahnya dengan Do Hyun, walau nanti akan ingat kembali.