
Tiba saatnya Santi mencari pekerjaan karena memang mimpi dia mempunyai pekerjaan setelah lulus kuliah melamar ke berbagai tempat, namun Do Hyun ingin Santi mencari pekerjaan di Korea supaya lebih dekat dengan dirinya
Do Hyun memiminta Santi untuk menemuinya di Korea karena sudah tidak ada kegiataan kuliah lagi lalu Do Hyun membelikan tiket untuk Santi pergi ke Korea. Ponsel Santi berdering
ddrrtt
ddrrtt
ddrrt
Terlihat nama Dion menghubunginya
"Halo my sun kamu sedang apa" (bahasa inggris) Do Hyun bertanya
"Lagi cari pekerjaan, aku merasa setres rasanya susah mencari yang sesuai kita inginkan" (bahasa inggris) Santi menjawab
"Sudah malam kenapa masih mencari pekerjaan, kamu sudah menerima tiket untuk minggu depan" (bahasa ingris) Do Hyun berkata
"Sudah, terima kasih untuk tiketnya" (bahasa inggris) Santi berkata
"Apakah kamu senang akan ke korea bertemu dengan aku" (bahasa inggris) Do Hyun bertanya
"Aku senang sekali, aku pengen sekali mengeluh sama kamu dengan bersandar ke pundak kamu yang lebar" (bahasa inggris) Santi berkata
"Akan aku beri pundak dan dada aku buat kamu berkeluh kesah kalau perlu aku peluk kamu selama yang kamu mau" (bahasa inggris) Do Hyun berkata
"So sweet, ya sudah kamu tidur sana aku juga sudah lelah" (bahasa inggris) Santi berkata
"Baiklah selamat malam, aku tidak sabar menunggu kamu di sini" (bahasa inggris) Do Hyun berkata dan menutup telponnya
Santi mulai belajar bahasa korea
"Susah banget, duh pusing tapi gue harus bisa" Santi bergumam
Akhirnya tiba Santi pergi ke negara Korea menemui Do Hyun. Pagi hari Santi sudah siap untuk pergi ke bandara di antar oleh keluarganya, sedang berada di dalam mobil menuju bandara
"Ka Santi aku ikut, aku pengen banget ke korea" Safira berkata
"Makannya nabung jadi kamu bisa traveling, kamu mau nitip salam ga sama idola kamu siapa tahu kaka ketemu ha ha ha" Santi berkata dengan bercanda
"Kaka bikin iri aja mana tiketnya di beliin sama oppa Dion, eh boleh deh kalau ketemu Do Hyun sama Chung Hee salam dari aku ya" Safira berkata dengan tersenyum
"Halu aja deh kamu" Lucky menggoda adiknya
"Biarin yang penting bahagia, ka santi foto ya kalau ketemu Do Hyun atau Chung Hee" Safira berkata
"Iya nanti kaka foto sama mereka kalau perlu suruh kerumah kita ha ha ha ha" Santi menggoda Safira
"Ka udah ketularan halu ya dari Safira ih....serem" Lucky berkata
"Sirik aja kita halu juga sama cowok cakep" Safira berkata tersenyum memeluk Santi
"Udah nanti berantem, Santi nanti di bandara kamu cari tante Yuni ya hubungin dia kamu udah tau kan nomornya" mamah Mila berkata
"Udah mah, kan malem juga Santi telponan sama tante Yuni" Santi berkata
"Kamu niat nyari kerja di sana ga" papah Beni berkata
"Ga tau pah, bahasa korea aku aja masih berlibet" Santi berkata
"Les aja ka, tapi jangan dong nanti Fira sendiri ga ada temen halu lagi" Safira berkata dengan wajah sedih
"Kalau ka Santi nikah sama ka Dion harus pindah ke korea de" mamah Mila berkata
"Iya bener juga tapi jangan nikah sekarang-sekarang ya aku masih pengen ke konser bareng kaka" Safira berkata
"Kalau kaka nikah sama Dion kamu bisa nonton konser Mars di Korea loh de" Santi berkata
"Bener juga ya, wah ya mau dong itu impiaan aku nonton konser di Korea aaaaaa mau, kaka cepet nikah aja sama oppa Dion" Safira berkata dengan semangat
"Keren tau ka nonton konser di Korea lebih seru" Safira berkata
"Salam sama Dion ya San, bilang ke Dion kiriman sepatu kerjanya makasih bagus di kantor pada nanyain beli dimana" papah Beni berkata
"Iya sama makanan koreanya mamah suka duh punya menantu orang Korea ternyata baik juga ya mana banyak kirim makanannya terus mamah dikasih tas brand loh waktu ulang tahun" mamah Mila berkata dengan senang
"Bilang juga makasih sepatu basketnya ya ka kapan ke rumah lagi main basket sama Lucky" Lucky berkata
"Oh ya bilang juga makasih dari adik kaka yang cantik switer Mars nya itu asli bagus banget" Safira berkata
Selama berbuhungan jarak jauh walau Do Hyun tidak pernah datang ke rumah namun setiap ada yang berulang tahun di keluraga Santi selalu mengirim hadia sebagai rasa sayangnya kepada keluaga Santi
"Udah Santi sampaiin waktu telponan, Santi di suruh ke sana juga bentar lagi ulang tahun Dion" Santi berkata
"Kenapa kamu ga bilang, tau gitu mamah beli sesuatu buat Dion" mamah Mila berkata
"Mau ngasih kejutaan buat dia, nanti Santi beli hadiah atas nama mamah, papah, sama adik-adik ku di Korea" Santi berkata
"Oh ya ka beliin ka Dion Jaket basket ya bilang dari aku" Lucky berkata
"Nanti kalau kurang uangnya papah transfer bilang aja" papah Beni berkata
"Ah serius pah, asiikk makasih pah" Santi berkata dengan senang
Akhirnya sampai di Bandara Soekarno hatta dan Santi berpamitan dengan keluarganya melambaikan tangan dengan tersenyum senang Santi masuk ke dalam pesawat.
Setelah berjam jam sampailah Santi di Bandara Udara Internasional Incheon Korea Selatan, karena tante Yuni telat menjemput maka menyuruh Santi menunggu di depan pintu keluar. ketika sedang menunggu ada sebuah mobil sedan mewah berhenti di depan Santi
Santi merasa risih karena mobilnya mengikuti dia kemana pun pergi, Santi berusaha menghindar namun mobilnya mengikuti terus
"Siapa sih, aduh gue takut gimana nih apa gue telpon Dion aja ya" Santi bergumam lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Do Hyun
Ketika santi sedang menelpon jendela mobil terbuka dan ternyata Do Hyun menjaili Santi dengan sengaja
"Hai my sun" Do Hyun berkata dan turun membukakan pintu untuk Santi lalu menyimpan koper Santi ke dalam bagasi mobilnya
"Dion kamu bikin takut aku saja" (bahasa inggris) Santi berkata kesal lalu masuk dan duduk
"Kamu ga sibuk, katanya mau ada pemotretan ga bisa jemput" (bahasa inggris) Santi bertanya
"Mau ngasih kejutaan sengaja, hari ini cuman rekaman aja tapi udah beres tadi sore" (bahasa inggris) Do Hyun menjawab
"Aku kabarin tante Yuni dulu soalnya katanya mau jemput" (bahasa inggris) Santi berkata
Lalu menghubungi tante Yuni dan berkata di jemput oleh Dion kekasihnya
"Kamu tinggal di apartemen aku aja" (bahasa inggris) Do Hyun berkata
"Tidak mau, kita belum nikah tidak boleh tinggal bersama dulu" (bahasa inggris) Santi berkata
"Apartemen aku tidak pernah aku tempati kosong jadi aku tidak tidur di sana" (baahsa inggris) Do Hyun berkata
"Oh...kamu tinggal di rumah orang tua? kenapa membeli apartemen kalau gitu" (bahasa inggris) Santi berkata
"Aku sudah dewasa jadi harus tinggal mandiri, aku tinggal di asrama bareng dengan member lain tapi kalau lagi ada waktu segang suka pulang ke apartemen" (bahasa inggris) Do Hyun bercerita
"Aku harus tinggal sama tante Yuni karena nanti papah pasti telpon nanyain aku, bisa di marahin kalau aku ga ada dan tinggal di apartemen kamu, besok saja aku main ke apartemen kamu" (bahasa inggris) Santi berkata
"Kalau gitu sekarang main saja nanti aku antar ke apartemen tante Yuni, supaya kamu tahu juga apartemen aku" (bahasa inggris) Do Hyun berkata
"Oke setuju kalau itu" (bahasa inggris) Santi menjawab
Sampailah di apartemen Do Hyun gedung yang tinggi dengan keamanan yang sangat ketat, masuk lift dengan menggunakan kartu lalu depan pintu harus memasukan nomor kode yang di buat oleh Do Hyun sebagai pemilik apartemennya
Lalu Santi masuk kedalam terlihat penggunaan lantai kayu yang dipadukan dengan nuansa putih dan perabotan mewah membuat apartemen Do Hyun terasa elegan namun tetap minimalis, ruangan seperti di hotel bintang lima membuat nyaman dengan pemandangan sungai dan hutan kota sangat indah di lihat.