
Hari demi hari berlalu Santi masih muram dan masih berpikir dirinya bersalah atas keguguran yang terjadi pada dirinya, dia tidak ingin melakukan apa-apa, hobi dan kegiataan yang dia suka pun tidak ingin melakukannya, semua endorse dia tolak dengan alesan tidak akan menerima endorse lagi karena dia berpikir semua kejadiaan karena dia dikenal banyak orang maka dia menghentikan kegiataannya menjadi Youtubers dan semua yang berhubungan dengan sosial media dia tidak ingin melakukannya lagi.
Santi menjadi sangat tertutup dengan semuanya, Do Hyun pun sudah berhari hari mendapatkan sikap dingin dan cueknya, Santi menjawab seperlunya tidak ada lagi Santi yang manja dan ceria membuat Do Hyun kesal namun berusaha mengerti dan berharap istrinya berubah seperti dulu lagi.
Pagi hari Santi menyiapkan sarapan dengan wajah muramnya tidak ada sapaan pagi hari dan senyum manis lagi dari Santi untuk Do Hyun. Do Hyun diam dan duduk di kursi bar "Sayang besok aku ke Tokyo kamu mau ikut, di sana enak kuliner dan ada tempat wisata yang indah" (korea)
"Tidak aku akan hentikan kegiataan aku" (korea)
"My sun sudah beberapa hari kamu tidak ingin keluar apartemen atau ke restoran tante Yuni di Busan" (korea)
"Aku hanya ingin di apartemen" (korea)
"Sampai kapan kamu seperti ini" (korea)
"Entah lah mungkin sampai aku mati menyusul bayi aku" (korea)
Do Hyun memeluknya dari belakang "Sayang jangan bilang begitu, aku tidak ingin kehilangan kamu" (korea)
Santi menghidar dari pelukaan Do Hyun pergi ke ruang televisi "Sudah sarapan saja nanti kamu telat" (korea)
"Kamu kenapa, aku peluk kamu pergi aku merasa kamu sudah berubah kamu bukan Santi yang dulu lagi" (korea)
"Ya sudah kamu cari wanita lain saja yang ceria dan manja" (korea)
"Itu bukan solusi, jadi mau kamu apa" (korea)
"Ceraikan aku, aku sudah tidak bisa memberikan kamu kebahagiaan lagi, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku" (korea)
"Aku hanya menginginkan diri kamu dan sekarang aku kangen dengan Santi yang dulu" (korea)
"Sudah tidak ada Santi yang dulu, dia sudah mati dengan bayinya" (korea) pekik Santi dengan membuang wajahnya
"Terserah kamu mau bilang apa, dengar aku adalah suami kamu dan aku tidak akan menceraikan kamu apapun yang terjadi" (korea) Do Hyun pergi lalu kaget melihat tante Yuni yang sudah ada di depan pintu dan melihat semua kejadiaan itu "Bu sudah datang, aku pergi dulu" (korea) Do Hyun berpamitan dan pergi tante Yuni mengejarnya
"Do Hyun, aku mau bicara sebentar" (korea)
Do Hyun berhenti dan menghapiri tante Yuni "Kamu harus mengerti keadaan Santi saat ini dia terpukul dengan kejadiaan semuanya mungkin istri kamu trauma" (korea)
"Aku sudah mengerti bu tapi dia meminta cerai dan menyuruh aku mencari wanita lain, itu yang membuat aku marah, maaf ibu jadi melihat semuanya" (korea)
"Tidak apa-apa dalam rumah tangga pasti ada cobaan seperti ini maka dari kaliaan berdua harus ada yang mengalah dan sabar, ibu akan bicara kepada Santi kamu yang sabar ya nak" (korea)
"Baik bu, tolong jaga Santi maaf sudah merepotkan" (korea) Do Hyun berkata dan pergi
Tante Yuni melihat Do Hyun pergi lalu masuk ke dalam apartemen, melihat Santi yang sedang melamun seperti biasa melihat pemandangan kota Seoul "Sayang kamu udah sarapan"
Tante Yuni melihat meja dengan sarapan yang masih utuh "Udah tante" Santi menjawab dengan menatap ke luar
"Masa kalau udah masih pada utuh sini tante suapin kamu, tante bawa Jajangmyeon nih"
Tante Yuni mencoba mendekati Santi dan memberikan makanan kesukaannya "Makasih tante, aku udah ngerepotin besok tante ga usah ke sini kasiaan Ayah di tinggal terus"
"Justru Ayah yang nyuruh tante ke sini, buat jagain menantu kesayangannya"
"Aku ga pantes dibilang gitu, aku sudah mengecewakan banyak orang termasuk Do Hyun"
"Jangan nyalahin diri kamu aja, kalau kamu kaya gini terus nanti Do Hyun bener-bener kecewa"
"Semua salah aku tante, coba kalau aku engga bebasin sasaeng dan ga keluar apartemen mungkin sekarang bayi aku masih ada"
"Itu sudah takdir bukan salah kamu, jadi stop nyalahin diri sendiri kalau kamu kaya gini terus bakalan ngerusak hubungan kamu sama suami kamu"
"Biarin lah biar Dion nyari yang lain, biar dia bosan sama aku dan cerain aku"
"Santi.....kamu jangan ngomong sembarangan tante ga mau ya kaliaan cerai" pekik tante Yuni kesal dengan ucapan Santi
"Tante ga pernah ngerasain posisi aku sekarang, aku merasa ga berguna buat Do Hyun, dia berhak mendapatkan yang terbaik" pekik Santi
"Kamu masih berguna buat semua orang San, banyak yang sayang sama kamu liat sosmed banyak yang mendoakan kamu cepat sembuh dan mereka mau kamu kaya dulu lagi"
"Bukan masalah itu tapi aku udah bunuh bayi aku"
"Santi.....sadar, kamu keguguran bukan gara-gara diri kamu tapi itu takdir contohnya tante belum dikasih anak apakah ini salah tante"
"Beda tante, aku salah atas semua kejadiaan yang aku alami termasuk bayi aku yang meninggal" pekik Santi
"Tante....." Santi berkata pelan melihat tante Yuni pergi
Tante Yuni menarik nafasnya dan pergi menaiki taxi, sedangkan Santi menangis merasa ucapan tante Yuni ada benarnya juga lalu melihat ponselnya ada banyak pesan yang Santi belum balas dari Natasya dan Viona juga Safira adiknya, malam hari menjelang, Santi tidak banyak kegiataan hanya mandi, melamun dan melihat pemandangan lalu ponselnya berdering Natasya menghubungi video call dan Santi mengangkatnya karena merasa bersalah sudah mengabaikan berhari hari telpon dari temannya
"Santi......lu baik-baik aja kan, maafpin gue ya terakhir gue marah sama lu"
"Ya gue baik-baik aja" ucap Santi pelan
"Lu udah nangis ya, muka lu masih pucat"
"Iya masih ga enak badan"
Lalu Viona baru bergabung "Haloo Santi apa kabar lu kemana aja, gue ikut berduka ya atas keguguran"
"Oh ya gue kesel liat berita lu keguguran gara-gara sasaeng jahat itu, kok bisa dia culik lu sih" Natasya berkata
"Semua salah gue, udah bebasin sasaeng itu ternyata cerita dia bohong semua supaya gue kasiaan dan bebasin dia"
"Lu jangan nyalahin diri lu San, kebiasaan lu ya waktu Cantika juga lu nyalahin diri lu, semua itu takdir" Viona berkata
"Iya itu semua bukan salah lu semua takdir, sabar ya San sebenernya gue sedih dengernya ga jadi punya ponakan" Natasya berucap
"Semua salah gue, bayi gue meninggal gara-gara gue ga bisa jaganya" Santi berkata dengan menangis
"Bukan lu yang salah, sasaeng itu yang salah makannya lu mulai sekarang jangan percaya sama orang dan harus bisa lawan sasaeng" Natasya berkata
"Lu terlalu baik sama orang San, lu harus bisa bertahan sama keadaan sekarang apalagi saingan lu itu banyak kita ga tahu kan ada berapa wanita yang ga suka lu nikah sama Do Hyun makannya lu harus kuat pertahanin pernikahan lu" Viona memberi nasehat
"Iya bener San, contohnya gue sori ya emang tadinya ga suka lu punya anak dari Do Hyun jujur gue iri tapi gue mikir ini ga sehat makannya gue ke psikolog buat berobat" Natasya berkata
Santi diam mulai pikirannya terbuka dengan ucapan teman-temannya dan menghapus air matanya"Jadi menurut lu kalau gue cerai sama Do Hyun gimana"
"Apa....what...." pekik Viona dan Natasya bersamaan terbelalak kaget
"Gila lu ya emang dengan cerai masalah lu selesai dan apa alesannya lu minta cerai" Viona berkata
"Gue ngerasa ga guna buat Do Hyun, jaga anaknya aja ga bisa apalagi ngurus dia"
"Gila bener lu mau cerai cuman gara-gara alesan ga jelas" Natasya berkata
"No, gue ga setuju pasti banyak sasaeng yang mau lu sama Do Hyun cerai, dan mereka pasti bahagia dia atas penderitaan lu, helooo.... mana Santi yang dulu kuat menghadapi musuh" Viona berkata
"Gue juga big no, dengar ya San walau gue dulu fans fanatik Do Hyun ga suka sama hubungan lu tapi tetep gue sedih kalau lu pisah dan denger kejadiaan lu di lukai sasaeng karena gue sayang sama lu" Natasya berkata
"Bener intinya kita sayang sama lu, dan banyak yang sayang sama lu, baca komen di IG banyak yang dukung dan doain lu sembuh folowers lu nambah tuh jadi 3juta" Viona berkata
"Hebat lu, udah jadi artis sekarang udah centang biru nih" Natasya berkata dengan tersenyum
"Tapi gue udah ga mau terkenal gue mikir mungkin gara-gara gue terkenal jadi kejadiaan kaya gini" Santi dengan wajah muram
"Lah ga nyambung lu, apa kabar sama pasangan artis dua-duanya terkenal mereka baik-baik aja" Natasya berkata
"Iya lu terlalu nyalahin diri sendiri dulu lu sering bilang semua takdir harus kuat dan iklas, ayolah San jangan nyalahin pekerjaan hobi dengan semua kejadiaan buruk lu" Viona berkata
Santi menarik nafas "Gue ngerasa terpuruk saat ini sampai ga bisa berpikir positif lagi sama diri gue sendiri sampai ngecewain suami dan tante gue"
"Ya udah intinya lu ga boleh terpuruk terus oke, gue baru balik kerja nih, nanti kita sambung lagi ya gue mau ganti baju dan makan malam, San jangan lupa makan ya muka lu kaya vampire tuh ha ha ha ha dadah" Viona berkata tertawa dan menutup telponnya
"San kita semua sayang sama lu, jadi mikir deh dengan tindakan lu mau cerai sama Do Hyun pasti banyak yang kecewa sama lu jadi jangan cerai ya, gue doain lu langgeng sama Do Hyun" Natasya berkata
"Ya doain gue biar bisa nerima takdir ini, oh ya Nat gimana masih ke psikolog"
"Masih sekarang gue konsul seminggu sekali, dan gue udah bisa menahan pikiran obsesi gue sama Do Hyun, San makasih ya Video Do Hyun buat bahagia putrinya Dokter gue katanya seneng sampai anaknya cium dia terus-terusan" Natasya berkata
"Syukur deh, kalau semua bahagia"
"Ya udah lu istirahat sana muka lu pucat gitu, jangan lupa makan yang banyak ya biar lu ga kaya mayat hidup gitu ha ha ha ha" Natasya berkata dan tertawa
"Apa sih ha ha ha makasih ya Nat udah suport gue sama Do Hyun dadah" Santi melambaikan tangan dan menutup telponnya
Santi diam memikirkan apa yang di katakan Natasya dan Viona membuat pikiran dia terbuka dan melihat Jajangmyeon di meja membuatnya lapar lalu menghangatkannya di Microwave dan melahapnya sampai habis.