
Masih berada di ruang tamu rumah Santi, setelah Han Daegang bertanya hal yang sangat sensitif suasana menjadi canggung lalu dia mencairkan suasana kembali dengan berkata "Tidak usah di pikirkan pertanyaan aku tadi, aku hanya ingin tahu saja bukan berarti ingin menjadi pacar kamu dan aku bukan tipe pria perebut kekasih orang lain ha ha ha ha" (bahasa inggris) Han Daegang barkata dan tertawa kecil
"Oh...aku mengerti dan maaf jawaban aku terlalu jujur tapi aku tidak ingin berkhianat pada pasangan aku" (bahasa inggris) Santi menjelaskan
"Tenang saja aku akan mencoba berjaga jarak dengan kamu" (bahasa inggris) Han Daegang berkata
"Memang lebih baik begitu dan kita berteman saja" (bahasa inggris) Santi berkata
"Kamu tidak marah dengan pertanyaan aku" (bahasa inggris) Han Daegang bertanya khawatir Santi akan marah lagi
"Mmmmm....aku marah tapi aku minta sesuatu dari kamu boleh tidak, aku sudah mengabulkan permintaan kamu sekarang kamu yang harus mengabulkan permintaan aku" (bahasa inggris) Santi berkata
"Baik dengan senang hati aku akan mengabulkannya" (bahasa inggris) Han Daegang berkata
"Aku ingin membuat video kamu sedang mengucapkan ulang tahun untuk teman aku dan adik aku, kamu harus mau karena mereka fans berat kamu" (bahasa inggris) Santi berkata
"Baik itu sangat mudah" (bahasa inggris) Han Daegang berkata
Santi membawa ponselnya dan mulai membuat video ucapan ulang tahun untuk Safira, Viona dan Natasya. Han Daegang dengan senyumnya yang manis mengucapkan selamat ulang tahun satu persatu dengan bahasa inggris bercampur bahasa indonesia
Sebelum pulang Han Daegang memberikan album Nucat terbaru untuk Santi "Untuk aku, terima kasih" (bahasa inggris)
"iya untuk kamu" (bahasa inggris) Han Daegang menjawab
"Aku sangat senang sekali berada di rumah kamu, mamah kamu sangat ramah terima kasih makan siangnya dan terima kasih untuk semuanya" (bahasa inggris) Han Daegang berkata dan menundukan kepalanya juga tersenyum manis
Han Daegang berpamitan kepada mamah Mila mencium tangan juga melambaikan tangannya, tepat beberapa menit setelah Han Daegang menaiki taxi dan pergi, Safira dan Lucky pulang dari sekolah memasuki halaman rumah
"Mah ada tamu ya, siapa" Safira berkata dengan mencium tangan mamah Mila sedangkan Lucky setelah cium tangan pergi masuk ke dalam rumah
"Temennya ka Santi dari korea" mamah Mila berkata
"Oppa Dion bukan, yah telat deh" Safira berkata
"Bukan, tapi gantengnya sama loh kaya Dion cowok-cowok Korea emang hampir sama ya wajahnya" mamah Mila berkata
"Emang kata orang-orang gitu yang belum kenal pasti bilangnya semua muka cowok korea sama, ka emang siapa temen kaka" Safira berkata
"Ada deh, rahasia nanti kamu mau kenalan lagi" Santi berkata lalu pergi ke kamarnya
"Ka ih...nyebelin deh, mah kok ka santi banyak rahasianya ya sama Fira, dari mulai tunangannya sama temennya di rahasiain juga" Safira berkata dengan cemberut
"Ah perasaan kamu aja kali de, udah sana mandi dulu" mamah Mila berkata
Safira berkata pergi ke kamarnya untuk mandi dan bergantj pakaiaan, lalau Lucky dengan penasaran bertanya "Mah siapa nama teman ka Santi" Lucky bertanya
"Siapa ya susah namanya Han apa gitu" mamah Mila berkata
"Han Daegang bukan" Lucky berkata
"Nah iya itu, kok kamu tahu udah kenal ya" mamah Mila berkata
"Siapa yang ga kenal dia anisa dan safira aja kenal coba tanya" Lucky berkata
"Emang dia terkenal ya de, hebat dong kaka kamu" pekik mamah Mila
Lucky hanya menggagukan kepalanya tersenyum dan pergi mengetuk kamar Santi "ka selingkuh ya sama Han Daegang" Lucky berkata dengan wajah curiga
"Apaan sih masuk kamar malah nuduh, itu cuman temen kok bukan selingkuh lagiaan Dion juga tahu" Santi berkata
"Serius, kok bisa hebat banget nih kaka aku eh ka mau rahasianya tersimpan rapih ga" Lucky berkata dengan wajah licik
"Kamu mau apa bilang aja" Santi berkata
"Minta album Nucat yang baru dong, aku mau ngasih buat anisa soalnya sayang kalau beli" Lucky berkata
"Isshh engga modal pedekate dari hasil memeras" Santi berkata
"Biarin aja yang penting untung ga rugi" Lucky berkata dengan senyum
"Iya nanti kaka kasih awas ya jaga mulutnya jangan ember" Santi berkata
"Siap oke kaka ku" Lucky berkata dan pergi keluar kamar Santi
Santi merasa senang karena masalah dengan Han Daegang sudah selesai, tidak ada salah paham lagi di antara mereka dan yang paling membuat dia bahagia hubungannya hanya berteman saja tidak lebih dari itu
Begitu juga dengan Han Daegang merasa senang sudah menyatakan perasaannya pada Santi walau tidak langsung, dan ternyata apa yang dia pikirkan selama ini tentang Santi salah, Santi tidak pernah marah pada dirinya dan yang paling penting Santi mempunyai perasaan yang sama dengan dirinya
Santi hari demi hari sudah membalas pesan dari Han Daegang seperti layaknya seorang teman karena merasa nyaman dengan berteman saja maka Santi selalu merespon pesan dari Han Daegang
Datanglah hari dimana ulang tahun Viona, Santi pagi hari mengirim pesan video untuk Viona. lalu dia membukanya dan tanpa sadar Viona berteriak histeris membuat teman kantornya kaget, dia pergi keluar gedung untuk menghubungi Santi
"Haloo Santi....aaaaa....gila ya lu pagi-pagi udah bikin geger kantor gue" Viona berkata dengan semangatnya
"Happy brithday my bestie, sehat selalu ya kapan neraktit gue nih sesuai janjinya ha ha ha" Santi berkata dengan tertawa
"Gila lu bikin gue merinding pagi hari gue percaya lu kenal sama Han Daegang tapi kok bisa sih. eh jadi kemarin lu ketemu ama dia dong" Viona berkata
"Dia ke rumah gue, ya udah gue suruh bikin video itu" Santi berkata
"Demi apa lu, member Nucat udah ke rumah lu sumpah lu, gue jadi pengen nangis nih lu keren banget San hik hik hik" seketika Viona menangis
"Lah kok jadi nangis sih, udah dong harusnya lu bahagia ini kan hari ulang tahun lu" Santi berkata
"Santi gue pengen meluk lu, gue bangga sama lu udah kenal sama Han Daegang kok gue terharu ya, eh ada bos gue udah dulu ya pokoknya minggu kita kumpul di cafe biasa, gue mau neraktir lu" Viona berkata dan menutup telponnya
Santi melihat ponselnya dan bergumam "iisshh cuman kenal sama Han Daegang doang bilang bangga heran gue padahal gue bangga sama dia udah dapet kerjaan" dengan wajah cemberut lalu menyimpan ponselnya di meja
Hari minggu dimana mereka berkempul kembali dengan teriakaan histeris Natasya membuat pelanggan cafe menjadi melihat ke arah mereka "Aaaaaaa......what ga mungkin, ini editan lu kan San" Natasya berkata melihat video Han Daegang mengucapkan ulang tahun kepada Viona
"Niat banget gue ngedit, untungnya apa" Santi berkata
"Untungnya biar tiket konser gratis" Natasya berkata
"Tuh kan udah ada bukti tetep aja lu ga percaya, males gue terserah deh" Santi berkata
"Coba ada bukti lain ga" Natasya berkata
"Nih gue kirim, tadinya buat kejutaan ulang tahun lu tapi berhubung lu mau sekarang ya udah gue kasih" Santi berkata dan mengirim videonya ke ponsel Natasya
Natasya dan Viona melihat kiriman videonya lalu teriakan histeris pun tak bisa di kendalikan "Aaaaaaaaaaaaa........" pekik Natasya dan Viona
"Tuh kan bener masa lu ga percaya sama Santi sih ga mungkin di edit orang baju sama tempatnya sama kok" Viona berkata sedangkan Natasya masih terbelalak kaget melihat Videonya
Natasya menutup mulutnya dan menangis mendengar Han Daegang menyebut namanya "Hik hik hik hik Santi gue mau ketemu dia kok lu bisa sih deket sama dia gue iri sama lu, kenapa ga telpon gue kalau Han Daegang ada di rumah lu"
"Gue tadinya mau nelpon lu pada tapi takut di bilang halu lah, gila lah ya udah ga jadi" Santi menjelaskan
"Dia ngapain aja San di rumah lu" Cantika bertanya dengan penasaran
"Makan siang doang sih, trus pulang ke Korea" Santi berkata
"Aaaaaaaaaa......" Natasya dan Viona menjadi histeris kembali dan membuat pelayan cafe mendatangi mejanya "maaf mba kalau bisa jangan teriak di sini"
"Eh ya mas maaf teman saya lagi sakit" Santi berkata dengan senyum malu
"Bener sakit gue denger Han Daegang makan siang di rumah lu san" Viona berkata dengan wajah muram
"Lu jawab makan siang doang San, bikin gue sakit hati bayangin Han Daegang datang ke rumah lu dan duduk bareng lu" Natasya berkata dengan menepuk dadanya
"Ha ha ha ha pada lebay nih bener-bener, terus gimana hubungan lu sama dia sekarang" Cantika berkata dan tertawa melihat kelakuaan Natasya dan Viona
"Nanti aja gue cerita ke lu lewat telpon, kalau cerita di sini mereka berdua teriak lagi bisa diusir kita dari cafe" Santi berkata
"Gue janji ga teriak, ceritain dong" Viona berkata dan Santi melihat ke arah Natasya yang masih menangis
"Gue juga janji ga teriak, bener deh" Natasya berkata dengan suara yang ririh karena menahan tangisnya
"Bener ya awas lu pada teriak, kita sekarang temenan tiap kali dia kirim pesan gue udah bisa bales karena status kita temenan jadi gue ngerasa nyaman dengan status teman tapi dia sempet nanya ke gue kalau gue belum tunangan mau ga jadi pacar dia" Santi bercerita
Setelah menahan ingin teriak mendengar cerita Santi akhirnya mendengar cerita terakhir Natasya dan Viona tidak bisa di hentikan teriak histerisnya "Aaaaaaaa...." alhasil mereka di persilahkan untuk keluar dari cafe itu karena membuat keributan
Santi dan Cantika menarik nafasnya "Itu langganan cafe kita loh, dan kita udah di blacklist sama mereka gara-gara lu dan lu" Santi berkata menunjuk Natasya dan Viona
"Sori, abis gue reflek aja pengen teriak denger cerita lu" Viona berkata sedangkan Natasya masih menangis ririh dengan air matanya yang keluar namun tidak ada suara
"Gila lu di tembak sama seorang Han Daegang gimana gue ga teriak histeris coba" Natasya berkata
"Emang itu nembak ya, itu kan cuman berandai andai lagiaan gue pikir dia cuman bercanda bilang gitu ga serius sih kayanya" Santi berkata
"Lu saraf ya, dia itu secara tidak langsung nembak lu tau dan dia suka sama lu,terus lu jawab apa San" Viona berkata
"Gue kepikiran adik gue sih safira pernah bilang kalau buat jadiin pacar sama Han Daegang kalau nikah mening sama Do Hyun jadi gue jawab iya mau" Santi dengan polosnya menjawab
"Aaaaaaaaaaa......." Viona berteriak
Sedangkan Natasya sudah tidak bisa berteriak dia hanya menangis memegang dadanya karena cerita Santi membuatnya kesal sekaligus cemburu
"Ha ha ha ha ha udah kita cari cafe lain lagi aja yuu" Cantika berkata dan tertawa melihat kelakuaan teman-temannya
"Udah ke rumah gue aja biar lu pada mau teriak sepuasnya ga ada yang usir, paling di geplak sama bokap gue ha ha ha ha" Santi berkata mengajak teman-temannya ke rumah
Tibalah di rumah Santi dan masuk ke kamarnya yang berada di lantai dua, ketika masuk Viona melihat di meja belajar Santi ada album terbaru Nucat lalu membukannya dengan penasaran di bagiaan foto Han Daegang ada tanda tangannya dengan love dan bertuliskan nama Santi juga kalimat 'selalu bersinar menerangi bumi' dengan bahasa inggris juga ada bahasa korea yang Santi pun tidak mengerti karena menggunakan tulisan hangul
Natasya penasaran melihatnya, dia mengerti dengan tulisan hangul lalu dia berteriak lagi "Aaaaaa....." dan duduk di tempat tidur Santi dengan lemas "Nat lu ga apa-apa kan, lu masih kuat ga denger cerita gue" Santi berkata dengan mengejeknya
"Ha ha ha ha ha Nat lu bukannya Do Hyun bias nya kenapa jadi lemes sama Han Daegang sih" Cantika berkata dengan tertawa
"Nat emang apa tulisan hangulnya" Viona berkata
"Eh ya gue juga pengen tahu, mau nanya lu Nat tapi belum sempet aja, artinya apa sih" Santi berkata
"Tulisan ini yang bikin gue lemes, ini bukan lu kan San yang nulis" Natasya berkata
"Ngadi-ngadi lu ya mana bisa gue nulis Korea bahasanya aja gue kaga ngerti" Santi berkata
"Lah terus selama ini lu pake bahasa apa kalau ngobrol" Cantika bertanya
"Bahasa inggris" Santi berkata
"Bener emang Han Daegang jago bahasa inggris" Viona berkata
"Ini tuh artinya hik hik hik 'aku selalu berharap kamu bahagia dengan pilihan kamu' aaaaa Santi lu bikin iri, ini emang tulisan dia" pekik Natasya
"Udah sabar bu, jangan nangis lagi cuman Han Daegang kan bukan Do Hyun" Cantika berkata
"Awas lu ya rebut Do Hyun juga" Natasya berkata nangis seperti anak kecil
"Ga janji loh ha ha ha ha ha" Santi berkata dengan tertawa
"Wah curiga lu kenalan juga sama Do Hyun" Viona berkata dengan senyum
Santi hanya tersenyum lalu mengalihkan pembicaraan, dia keluar membawakan minuman segar dan cemilan untuk teman-temannya. walaupun cerita Santi membuat kesal Natasya namun dia penasaran dengan cerita Santi dekat dengan Han Daegang
Santi menceritakan semuanya dan memohon kepada temannya untuk tidak menyebar luaskan kedekatan dia dengan Han Daegang. demi privasi sang idola Natasya dan Viona rela melakukan apa saja namun mereka meminta bila Han Daegang datang ke rumah Santi harus mengajaknya bertemu dengan idolanya
Santi menyetujuinya karena dia tidak akan pernah bertemu Han Daegang lagi maka Santi menjawab setuju supaya aman privasi Han Daegang.