
Santi berada di Rumah Sakit, sudah di tangani oleh Dokternya, ada salah satu suster yang mengenali Santi dan Han Daegang dia mengambil ponsel dan mengambil foto Han Daegang yang sedang di depan kamar menunggu Santi sedang lahiran, Han Daegang menghubungi Do Hyun namun tidak tersambung karena sedang berada di atas panggung, lalu mengirim pesan pada Do Hyun, "Hyung, Santi sudah melahirkan sekarang sudah berada di Rumah Sakit" (korea) isi pesan dari Han Daegang.
Sore hari Santi masih berada di ruangan bersalin, ponsel Santi berdering,
ddrrtt
ddrrtt
ddrrtt
Han Daegang mengambil ponsel Santi di dalam tasnya lalu melihatnya ternyata tante Yuni yang menghubungi, Han Daegang langsung mengangkatnya,
"Hallo....." (korea)
"Siapa ini" (korea) tante Yuni bertanya karena mendengar suara pria
"Aku Han Daegang, sekarang Santi sudah di Rumah Sakit sedang melahirkan" (korea)
"Apa.....ya sudah sekarang tante ke sana, kamu jaga Santi" (korea)
"Baik...." (korea) Han Daegang berkata dan tante Yuni dengan panik menuju ke Rumah Sakit.
Di perjalanan tante Yuni menghubungi Ayah, Kaka dan Mamah Mila mengabari bahwa Santi akan melahirkan sedang berada di Rumah Sakit, tidak lupa mengubungi Do Hyun namun tidak tersambung maka tante Yuni pun mengirim pesan yang bertuliskan sama dengan pesan Han Daegang.
Sesampainya di Rumah Sakit, tante Yuni mencari keberadaan Han Daegang dan bertemu di depan kamar bersalin sedang duduk, "Han Daegang bagaimana Santi" (korea)
"Dia baik, anda jangan khawatir" (korea)
"Kenapa kamu bisa membantunya" (korea)
"Aku tidak sengaja pulang dari dorm akan mengambil pakaian di Apartemen, lalu melihat Santi yang akan terjatuh di Loby, dia sepertinya akan ke Rumah Sakit sendiri" (korea)
"Bener-bener anak ini, di suruh nelpon tante malah sendiri, terima kasih kamu sudah membantunya, untung ada kamu" (korea).
Tante Yuni dan Han Daegang menunggu di depan kamar, malam pun tiba Santi akhirnya melahirkan seorang putra. Lalu Santi di bawa ke ruang rawat inap yang sudah di pesan jauh hari dengan kamar mewah dan luas, tempat tidur yang besar dan private hanya ada Santi saja, Han Daegang mengikuti tante Yuni masuk ke ruangan, Santi belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius nya masih ada.
Tante Yuni keluar akan mengurus Administrasi dan melihat bayinya, "Han Daegang tolong jaga Santi, tante mau melihat bayi nya" (korea)
"Baik...." (korea) Han Daegang berkata dan tante Yuni keluar ke ruang bayi.
Han Daegang melihat Santi yang belum sadarkan diri, dia melihat Santi yang sangat cantik dan bersinar, entah kenapa Han Daegang melihat wajah Santi sangat tertarik sangat ingin menciumnya, lalu dia melakukannya awalnya mencium kening Santi dan ketika ingin mencium bibirnya, "Do Hyun....." Santi menyebut nama suaminya seketika Han Daegang tersadarkan kesalahannya, dia menutup mata dan mengepalkan tangannya lalu menjauhi Santi duduk di sofa.
Beberapa menit tante Yuni datang membawa makanan, "Makan malam dulu, nanti bayi nya akan di bawa ke sini" (korea)
"Maaf aku harus pulang, karena besok masih ada konser, aku harus segera ke dorm" (korea)
"Makan saja dulu" (korea)
"Untuk tante saja nanti malem pasti lapar lagi" (korea)
"Ya sudah hati-hati di jalan" (korea) tante Yuni berkata dan Han Daegang menundukan kepalanya lalu pergi meninggalkan Rumah Sakit dengan terburu-buru.
Di dalam mobil Han Daegang melamun mengingat dia mencium kening Santi, lalu memukul setir mobilnya, "Kenapa kamu melakukannya Han Daegang, bodoh kamu" (korea) Han Daegang bergumam merasa bersalah.
Selesai Konser, Do Hyun entah kenapa ingin sekali meriksa ponselnya lalu melihat ada banyak panggilan dari Han Daegang dan tante Yuni, dia melihat ada pesan dan terbelalak kaget melihat isi pesan, segera dia menghubungi Han Daegang namun ponselnya tidak aktif, lalu segera menghubungi tante Yuni dan beberapa dering langsung terhubung,
"Hallo....Ibu, bagaimana dengan Santi" (korea)
"Selamat nak kamu sudah menjadi seorang Ayah, dia melahirkan seorang putra yang tampan seperti kamu" (korea) tante Yuni berkata sambil tersenyum,
"Lalu Santi bagaimana sekarang keadaannya" (korea) Do Hyun tersenyum bahagia
"Santi belum sadarkan diri, putra kamu sedang tidur, nanti kalau sudah sadar biar tante hubungi kamu" (korea)
"Ibu makasih sudah menjaga Santi, tolong jaga dia sampai besok, aku akan pulang malam ini akan mencari tiket pesawat ke Korea" (korea)
"Sebenarnya Han Daegang yang sudah menolong Santi, dia melihat Santi di Loby Apartemen sedang terjatuh menahan sakit" (korea)
"Ah....aku akan hubungi dia dan berterima kasih, tolong jaga Santi dan putra aku bu" (korea)
"Baik bu, sampai jumpa nanti" (korea) Do Hyun berkata menutup sambungan telponnya lalu dengan rasa bahagia dia menangis sambil tersenyum.
"Do Hyun kamu kenapa" (korea) Seo Jun bertanya melihat Do Hyun sedang berjalan mondar-mandir seperti orang yang sedang bingung dengan wajah tersenyum namun mengeluarkan air mata, mereka masih di ruang makeup,
"Ada apa dengan noona San" (korea) Chung Hee bertanya dan semua member Mars penasaran dengan kelakuaan Do Hyun yang sedang mengeluarkan air mata namun tersenyum,
"Dia sudah melahirkan seorang putra" (korea) Do Hyun berkata dengan bahagia
"Wah......ya ampun selamat, kamu sudah menjadi sorang Ayah" (korea) Semua memberi selamat memeluk dan merasakan kebahagiaan Do Hyun,
"Hyung, apakah aku boleh pulang malam ini ke Korea" (korea) Do Hyun meminta ijin kepada Seo Jun sebagai leader dari Mars
"Pulang lah biar aku yang bertanggung jawab nanti aku bicara kepada Pimpinan" (korea) Seo Jun menjawab
"Biar aku nanti bicara pada promotor supaya carikan kamu tiket malam ini" (korea) Manajer Hyung baru datang dan mendengar percakapan lalu memeluk Do Hyun "Selamat kamu sudah menjadi seorang Ayah" (korea)
"Terima kaksih Hyung, masalah biaya tiket biar aku saja bayar sendiri, aku ingin segera berada di sisi Santi saat ini" (korea)
"Aku mengerti yang kamu rasakan, dan aku pun pernah merasakannya" (korea) Manajer Hyung berkata yang sudah memiliki seorang putri.
Do Hyun mendapatkan tiket pesawat ke Korea Selatan, dengan segera dia bersiap untuk pulang sendiri lalu menghubungi Kaka supaya menjemputnya di Bandara Incheon. Setelah berjam-jam perjalanan Do Hyun sampai di Negaranya, "Selamat adik ku sudah menjadi seorang Ayah" (korea) Kaka berkata memeluk Do Hyun lalu mereka berjalan ke parkiran dan masuk ke dalam mobil.
Di Rumah Sakit, Santi baru sadarkan diri melihat tante Yuni sedang menggendong bayi nya,
"Tante....." Santi berkata dengan lirih
"Sayang kamu udah sadar, liat anak kamu lucu ganteng loh"
"Iya, kok sipit banget sih kaya Dion" Santi berkata lalu tante Yuni memberikan bayi nya dan Santi menggendong juga mencium putra nya sambil tersenyum,
"Cucu pertama dari dua keluarga, pasti jadi cucu kesayagan banget"
"Oh ya, tante Dion mana" tanya Santi
"Kan masih di Jepang"
"Aduh aku hampir lupa, eh....tapi aku ngerasain tadi Dion ada di sini loh trus dia cium aku gitu"
"tadi ada Han Daegang tapi ga mungkin cium kamu ah"
"Emang dia tadi di sini"
"Ya tadi tante lagi liat bayi kamu di mandiin, terus tante suruh dia jagain kamu bentar"
"Oh....mungkin mimpi kali ya ngerasa Dion cium aku"
"Bisa jadi....saking kangennya"
Beberapa jam menjelang pagi Do Hyun sampai di Rumah Sakit tanpa rasa lelah Do Hyun langsung mencari Santi, ketika masuk ke ruangan melihat Santi yang sedang tidur dan bayinya tidur di box bayi, Do Hyun perlahan mendekati dan mencium kening istrinya lalu Santi terbangun kaget melihat Do Hyun yang sudah berada di sebelahnya, mereka saling pandang dan tersenyum,
"Bukannya kamu dua hari lagi di Jepang" (korea)
"Aku minta ijin untuk pulang, karena aku ingin sekali berada di sisi kamu, aku merasa sedih tidak bisa menemani kamu di ruangan bersalin" (korea)
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja, lihat putra kita sangat tampan seperti kamu Ayah nya" (korea) Santi berkata dan Do Hyun menggendong bayinya dengan tersenyum melihat wajah putranya,
"Nak kamu harus memberikan Adzan buat putra kamu, Adzan lah yang lembut di dekat telinganya" (korea) tante Yuni terbangun melihat Do Hyun sudah datang,
Do Hyun mengumandangkan Adzan yang sudah dia pelajari di Youtube atas saran tante Yuni dengan suara lembut yang khas seorang penyanyi, walau suara Do Hyun ngebass namun Adzan nya terdengar sangat merdu, sampai Kaka meneteskan air mata,
"Kamu kenapa Nak" (korea) tante Yuni bertanya pada Kaka
"Entah lah bu, aku mendengar Adzan sangat terharu, terdengar sangat indah" (korea) Kaka menjawab dan tante Yuni tersenyum memeluk Kaka.
Di ruangan itu semua orang sangat bahagia, walau Do Hyun lelah namun wajahnya terpancar kebahagiaan, senyum nya tak henti melihat putranya yang sangat lucu dan tampan.