Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Selalu bersama



Masih di Apartemen, tak terasa waktu sudah malam "Han Daegang kamu tidak mau pulang" (korea)


"Aku di suruh jaga kamu sampai Do Hyun hyung pulang" (korea)


"Aku bisa jaga diri, kamu pulang saja, aku lelah ingin tidur" (korea)


"Kamu tidur saja, aku akan diam di sofa" (korea) Han Daegang berkata


"Udah malam, aku ga nyaman ada pria lain, kamu kembali ke apartemen kamu saja nanti kalau ada apa-apa aku akan menelpon kamu" (korea)


"Oke kalau seperti itu, aku ke bawah dulu jangan lupa telpon aku kalau ada apa-apa" (korea) Han Daegang berkata lalu pergi keluar Apartemen Santi.


Setelah mandi Santi melihat jam sudah tengah malam namun Do Hyun belum saja pulang "Kok belum pulang ya" Santi bergumam lalu sedang menunggu terlelap tidur karena lelah.


Lalu Santi terbangun karena mendengar suara berisik dari ruang televisi "Dion" pekik Santi memanggil namun tidak ada jawaban, dia merasa takut lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Han Daegang beberapa menit tersambung


"Hallo Han Daegang sepertinya di rumah aku ada bunyi aneh, apakah kamu bisa ke sini sekarang" (korea) Santi berkata pelan


"Aku akan ke sana sekarang" (korea) tanpa bertanya Han Daegang langsung berlari ke apartemen Santi dan sudah sampai di depan pintu dia menghubungi Santi menanyakan kode nomor pintunya dan Santi memberi tahunya


Han Daegang masuk berjalan perlahan dan melihat seorang pria yang sedang tengkurap di sofa depan televisi, Han Daegang perlahan mendekatinya lalu membalikan tubuhnya ternyata Do Hyun yang sedang mabuk. Han Daegang mengetuk pintu kamar Santi "Aku Han Daegang buka pintunya, sudah aman" (korea)


Santi membuka pintu dan melihat pria yang sedang tertidur "Ternyata Dion, aku kira perampok" (korea) Santi terbelalak kaget dan melihat suaminya yang terlelap tidur dengan mulut bau minuman keras


"Sepertinya dia mabuk" (korea)


"Kenapa dia mabuk, pasti gara-gara masalahnya, Han Daegang minta tolong bawakan dia ke kamar" (korea) Santi berkata lalu Han Daegang memapah Do Hyun ke kamar dan menidurkannya


Santi keluar mengantar Han Daegang pulang "Terima kasih sudah mau membantu dan maaf sudah merepotkan kamu datang ke sini" (korea)


"Tidak masalah, sepertinya aku sudah biasa menolong kaliaan" (korea)


"Iya tahu, suatu hari nanti kalau kamu ada masalah kita akan membalas menolong kamu" (korea)


"Selamat malam" (korea) Han Daegang berkata sambil pergi dengan melambaikan tangan


Santi menutup pintu depan dan masuk kamar tidur di sebelah Do Hyun yang sudah terlelap tidur karena mabuk, Santi menarik nafas melihat wajah suaminya merasa kasiaan "Kasiaan kamu Dion, pasti keputusan Agensi membuat kamu sedih sampai mabuk begini" Santi bergumam


Setelah Santi mencium pipinya, dia pun tertidur lelap. Pagi hari Santi terbangun dan tidak melihat Do Hyun di tempat tidur, dia mencari suaminya di kamar mandi pun tidak ada lalu terdengar di dapur ada yang jatuh Santi bergegas ke luar kamar untuk melihatnya, dan terbelalak kaget melihat Do Hyun yang sedang memasak "Pagi sayang" (korea) sapa Do Hyun


"Pagi....Dion kamu buat sarapan, sini aku saja" (korea) Santi mengambil wajan lalu Do Hyun melarangnya


"Kamu duduk saja, biar aku pagi ini yang buat sarapan" (korea) Do Hyun menjawab dan menarik pinggang dan menyuruh Santi duduk


Santi melihat wajah Do Hyun namun tidak terlihat sedih "Dion aku boleh nanya" (korea)


"Nanya apa, kalau mau bertanya tentang semalam kamu jangan khawatir aku mabuk bukan karena sedih tapi di paksa ikut untuk merayakan ulang tahun Seo Jun hyung" (korea) Do Hyun berkata dengan menundukun kepalanya


"Ayolah Dion aku mengenal kamu bukan baru sehari, kamu kan sudah berhenti minum alkohol, keputusan Agensi apa katakan" (korea)


Do Hyun diam lalu membawa piring yang berisi sarapan dan duduk di sebalah Santi "Memang aku ga bisa berbohong sama kamu, kita sarapan dulu baru membicarakan masalah ini" (korea)


Santi memakan sarapannya dan menghabiskannya "Enak juga masakan kamu, makasih suami ku sudah membuat sarapan terenak pagi ini" (korea) Santi mencium pipi Do Hyun lalu tersenyum


"Terima kasih juga untuk pujiaan dan ciuman paginya" (korea) Do Hyun berkata dan menecup bibir Santi


Setelah selesai makan Santi membuat minuman segar lalu menarik tangan Do Hyun ke sofa dan mereka duduk berdua namun Do Hyun tidak berbicara sepatah kata pun hanya diam dan hanya minum "Dion kenapa diam, jelaskan yang jujur Agensi memberi keputusan apa sama kamu, kalau kamu tidak jujur aku akan datang ke pimpinan Agensi dan meminta penjelasan" (korea)


"Wow kamu mengancam aku" (korea) Do Hyun tersenyum dan melihat wajah Santi


"Iya aku mengancam suami ku supaya berkata jujur" (korea) Santi berkata dengan tegas


"Baiklah aku akan jelaskan, keputusan Agensi mmmmmm.......pimpinan ingin aku keluar dari Mars" (korea) Do Hyun berkata lalu Santi terbelalak kaget


"Aku sudah menjelaskan semuanya dan ini keputusan aku akan keluar dari Mars" (korea)


"Ini tidak adil, itu bukan salah kamu lagiaan semua penggemar kamu juga banyak yang membela kamu" (korea) Santi berkata dengan sedih


"Tapi memang aku sudah merusak nama baik Mars dan Agensi" (korea)


Santi hanya diam ingin menangis namun menahannya, Do Hyun melihatnya lalu memeluknya "Aku baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir" (korea) Do Hyun berkata dan memeluk erat istrinya "Sepertinya ada yang bau" (korea) Do Hyun menggoda mengendus tubuh Santi


Lalu Santi mengendus tubuhnya "Aku belum mandi tapi aku tidak bau" (korea) Santi berkata dengan manja


"Ayo mandi dulu" (korea) Do Hyun berkata lalu membopong Santi ke kamar mandi yang berada di kamarnya


"Dion....." Santi hanya menatap wajah Do Hyun


"Sudah sana mandi, aku akan membelikan kamu es cream supaya kamu tidak sedih lagi" (korea) Do Hyun menutup pintu kamar mandi lalu pergi ke mini market untuk membeli es cream.


Santi di kamar mandi menangis sejadi jadinya karena merasakan kesedihan Do Hyun yang akan meninggalkan teman-temannya dan karirnya yang sudah dia bangun sejak remaja. Sedangkan Do Hyun menahan rasa sedih atas keputusannya menarik nafas duduk di depan mini market "Aku tidak boleh terlihat sedih oleh Santi" (korea) Do Hyun berkata dalam hati nya.


Do Hyun pulang ke Apartemen membawa banyak es crem untuk di nikmati berdua dengan Santi, lalu merasa Santi sangat lama di kamar mandi Do Hyun mencoba mengetuk pintu kamar mandinya


tok


tok


tok


"Sayang mandinya lama sekali" (korea)


Santi yang sedang menangis lalu menahannya dan menghapus tangisannya "Tadi aku sakit perut buang air besar dulu, ini baru mau mandi" (korea) Santi berbohong dengan menahan tangisannya


"Ya sudah, cepat mandi nya nanti kita makan es cream" (korea)


"Baiklah tunggu aku" (korea)


Do Hyun kembali ke ruang televisi, setelah selesai mandi dan menetes matanya dengan obat mata Santi menuju ruang televisi namun tidak melihat Do Hyun di sana, lalu Santi mencarinya dan terdengar ada suara di kamar tamu, Santi menekan telinganya ke pintu kamar, beberapa menit Santi berlari ke arah sofa dan pura-pura duduk melihat televisi.


Do Hyun membuka pintu dan melihat Santi yang sudah duduk di sofa "Sudah selesai mandinya" (korea) Do Hyun duduk di sebelah Santi lalu melihat wajah Santi dengan mata sembab "Mata kamu kenapa merah, kamu sudah menangis" (korea)


"Ini tadi tidak sengaja kena debu lalu aku gosok dan jadi merah" (korea) Santi berbohong


"Sayang aku kenal kamu bukan satu hari, aku tahu kalau kamu sedang sedih" (korea)


"Ya sudah aku mau makan es cream" (korea) Santi berkata lalu mengambil es cream dari meja


"Karena aku sudah tidak sibuk lagi sekarang bisa menemani kamu sehariaan di rumah dan kita menonton film saja bagaimana" (korea) Do Hyun berkata lalu Santi hanya menggangguk saja menahan air matanya keluar


Do Hyun memilih film komedi dan akhirnya Santi tertawa, beberapa jam berlalu mereka memesan makan siang dari Restoran tante Yuni dan menikmatinya "Enak juga ternyata sehariaan berada di rumah" (korea)


"Lama-lama kamu akan bosan" (korea) Santi berkata sambil makan


"Nanti juga terbiasa, aku akan mencari pekerjaan yang cocok untuk aku" (korea)


"Aku akan membantu kamu mencarikan pekerjaan, kamu seharusnya menjadi penyanyi saja, aku akan menjadi manajer kamu" (korea)


"Wah....ide yang bagus itu, aku setuju dan akan mengangkat kamu menjadi manajer" (korea) Do Hyun tersenyum


"Senyum kamu menyembunyikan kesedihan kamu Dion" Santi berkata dalam hatinya


Santi dan Do Hyun menikmati kesehariaannya, mereka bercanda dan tertawa membicarakan masa depannya yang akan selalu bersama dan tidak akan berpisah untuk selamanya.