Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Masalah yang rumit



Malam hari menjelang dan Viona tidak kunjung tiba, Santi menghubungi Viona namun tidak ada respon "Kemana sih Viona angkat dong" Santi bergumam


"Sayang sholat dulu, mandi dulu yuu" mamah Mila berkata


"Ya San mening kamu mandi, sholat berdoa sama Allah minta petunjuknya" tante Yuni menasehati


"Tapi mah, tante kenapa Viona ga angkat telponnya mana udah malem kasiaan Dion" Santi berkata


"Sayang sambil nunggu Viona lebih baik kamu sholat berdoa buat suami kamu hanya Allah yang bisa membantu kita supaya Viona cepat datang ke sini tidak ada halangan" mamah Mila menasehati


"Ya udah mah aku sholat dulu, nanti kalau ada Viona suruh tunggu ya mah" Santi berkata lalu pergi ke kamar nya


Beberapa jam kemudiaan pulang lah papah Beni, Ayah, Kaka juga Safira dan Han Daegang, mamah Mila dan tante Yuni mencari keberadaan Do Hyun lalu papah Beni menjelaskan semuanya. Santi yang sudah selesai sholat mendengar suara papah Beni lalu dengan cepat membuka mukena dan berlari menuju ke bawah, Santi mecari keberadaan Do Hyun "Mana Dion pah" Santi bertanya semua hanya diam dan menunduk


"Sayang duduk dulu, kamu dengar penjelasannya" mamah Mila berkata


"Engga mah, jangan bilang Dion masuk penjara, ya kan pah, pah jangan diem aja, Santi ga mau Dion masuk penjara" pekik Santi dengan sedih


"San denger dulu, kata polisi bukti dari Han Daegang belum bisa di terima karena tetap di situ Do Hyun melakukan kekerasan pemukulan jadi harus ada saksi" papah Beni menjelaskan


"Aku juga kan saksi pah, aku yang di kasarin sama Ali" Santi berkata


"Harus ada saksi lain San supaya bisa membebaskan Do Hyun dan menjebloskan Ali" papah Beni berkata


"Viona......mana dia mah udah datang belum" Santi bertanya


"Belum nak, kamu tenang dulu duduk sini" mamah Mila berkata


"Santi ga bisa tenang mah sebelum Dion bebas" Santi berkata lalu membawa kunci mobil dan pergi keluar rumah


"Santi kamu mau kemana" pekik tante Yuni mengejarnya dan semua mengejar Santi keluar rumah. Tante Yuni memegang tangan Santi melarang untuk masuk ke dalam mobil


"Lepaskan aku tante, aku mau ke rumah Viona jemput dia terus ke kantor polisi" Santi berkata dan melepaskan tangannya lalu masuk ke dalam mobil ketika melaju menginjak gas, Han Daegang sudah berada di depan seketika Santi menginjak rem dengan kaget yang lain berteriak melihatnya "Han Daegang kamu sudah gila, minggir" (korea) pekik Santi


"Turun, aku akan mengantarkan kamu, tidak baik wanita yang sedang emosi mengendarai mobil" (korea) Han Daegang berkata dengan tegas


tante Yuni mendekati "Bener San kamu di antar Han Daegang saja tidak baik mengendarai mobil kalau keadaan kamu begini"


Santi turun dari mobil "Baiklah kamu antar aku" (korea) Santi berkata dan memberikan kunci mobilnya


"Sayang jangan emosi kamu harus tenang" mamah Mila berkata


"Iya mah, doain aku, Safira kamu ikut duduk di depan" Santi berkata lalu masuk ke dalam mobil duduk di belakang


Di perjalanan Santi mencoba menghubungi Viona namun tidak ada respon juga, lalu Santi menghubungi Natasya dan langsung terhubung "Hallo Nat lu dimana"


"San baru gue kepikiran mau nelpon lu" Natasya berkata


"Lu lagi sama Viona ga" tanya Santi


"Engga, gue di rumah, eh....San jadi ga bantuin Robi"


"Nat gue ada masalah, Dion di kantor polisi"


"What.....kok bisa masalah apa"


"Ali ngelaporin Dion tindakan kekerasaan"


"Gila ya tuh cowok kurang ajar jelas-jelas dia yang kasar sama lu dan Do Hyun cuman ngebela doang"


"Makannya gue mau ke rumah Viona, dia janji mau jadi saksi dan laporin Ali ke polisi"


"Ya udah gue mau bantu lu juga, tunggu gue di rumah Viona ya, gue ikut ke kantor polisi mau jadi saksi juga"


"Makasih ya Nat, gue tunggu di rumah Viona" Santi berkata lalu menutup telponnya


Safira melihat ke arah belakang melihat kaka nya Santi yang sedang panik tidak tenang, gelisah melihat ke arah jendela mobil "Ka sabar ya, semoga usaha kita yang ini ga sia-sia dan oppa Do Hyun bisa keluar malam ini juga"


"Amin, ya de kaka sedih banget ga bisa mencegah emosi dia, Dion itu emosiaan harusnya kaka larang dia buat pukul Ali"


"Tapi cowok kaya Ali emang harus di pukul, dia kan brengsek dan harusnya dia yang di penjara bukan oppa Do Hyun yang baik"


Santi hanya diam dan melamun "Sebenarnya pukulan Do Hyun hyung menurut aku tidak sakit" (inggris) Han Daegang berkata


"Tidak sakit....tapi kamu berdarah kan, sudah kamu jangan menghibur aku" (inggris) Santi berkata


"Emang kamu pernah di pukul oppa Do Hyun berarti kamu cowok tidak baik" (inggris) Safira bertanya dengan polosnya


"Enak saja, dia itu cemburu sama aku jadi pukul aku" (inggris) Han Daegang menjelaskan


"Sama saja karena kamu mengganggu ka Santi kan" (inggris) Safira berkata


"Ha ha ha ha Fira kamu pintar" (inggris) Santi berkata lalu tertawa


"Akhirnya kamu tertawa juga" (inggris) Han Daegang berkata lalu Santi dengan spontan wajahnya muram kembali, sedangkan Safira hanya memperhatikan suasana di dalam mobil yang tidak nyaman untuk dirinya, ternyata Han Daegang masih perhatiaan kepada kakanya Santi.


Sampai lah mereka di rumah Viona dan Natasya pun sudah sampai "De kamu tunggu sama Han Daegang di mobil ya, kalau dia kurang ajar pukul aja" Santi berkata


"Siap, tenang aja ka, oppa Han Daegang ga akan macem-macem kalau iya juga ga apa-apa Fira suka kok ha ha ha ha" Safira berbisik


"Kamu.....awas malah kamu yang macem-macem" pekik Santi


"Satu macem aja ka he he he, udah sana ka Natasya nunggu tuh" Safira berkata


"Haii San lu baik-baik aja kan" Natasya berkata dan memeluk Santi


"Gue lagi ga baik Nat, gue sedih, suami gue di bawa polisi" Santi berkata dengan lirih


"Gue ngerasain kesedihan lu San, sabar ya ayo kita cerita di rumah Viona aja" Natasya berkata lalu mereka menekan bel rumah Viona


Asisten rumah tangga Viona membukanya "Eh....ada neng Santi sama neng Natasya" asisten rumah tangga berkata


"Bi ada Viona nya" Santi bertanya


"Ada, masuk aja ke kamarnya langsung" asisten rumah tangga mempersilahkan masuk karena Santi dan Natasya sudah biasa datang dan bermain di rumah Viona.


Santi dan Natasya naik ke atas karena kamar Viona berada di lantai dua, lalu mereka mengetuk pintu kamar Viona


tok


tok


tok


Viona membukannya dan melihat Santi dan Natasya terbelalak kaget "Vie lu kemana sih, gue nungguin lu ga datang ke rumah" Santi berkata lalu masuk ke dalam kamar Viona


Viona hanya diam seperti orang sedang bingung "Sori San tadi gue anter nyokap belanja dan lupa ngabarin" Viona berkata


"Bukannya nyokap lu lagi ke luar kota Vie emang udah pulang" Natasya berkata


"Oh....iya maksud gue nemenin bibi pembantu gue" Viona berbohong


"Lu kenapa Vie, kan janji mau nolongin gue, ayo sekarang kita ke kantor polisi" Santi memegang tangan Viona namun dia menepisnya


"Gue ga bisa San, sori gue ga bisa nolongin lu" Viona berkata dengan gugup


"Makasud lu apa" Santi bertanya


"Gue ga bisa nolongin Do Hyun"


"Kenapa, alesannya apa"


"Gue......mmmmmm.......ga bisa aja ga ada alesan" pekik Viona


"Lu kenapa sih Vie, masa nolongin sahabat lu sendiri ga bisa, gue aja mau jadi saksi" Natasya berkata


"Jangan bilang Ali ngancem lu, dia bilang apa sama lu Vie, ayo bilang sama gue" Santi berkata


"Eng......ga bukan itu, gue.....ga mau nolong lu, udah kaliaan pulang aja, lu kan bisa bayar pengacara San, bokap lu banyak kenalan pengacara hebat minta tolongnya ke sana aja bukan ke gue" Viona berkata dengan emosi


"Eh.....Vie lu sahabat Santi bukan, sebelum pengacara harusnya lu dulu yang nolong sahabat yang lagi susah bukannya ngelindungin cowok brengsek kaya Ali" Natasya berkata dengan kesal


"Vie....tolong gue, Dion adalah nafas gue ,nyawa gue, gue ga bisa ngeliat dia menderita kaya gini, gue mohon tolongin kali ini aja cuman lu yang bisa bebasin Dion, lu kan Fansnya, dia udah nolongin lu dari Ali" Santi berkata dengan lirih berlinang air mata


"Do Hyun itu nolongin lu bukan gue, jadi ngapain bantu dia, dan kaliaan ga tau masalah gue sebenarnya" Viona berkata dengan memalingkan wajahnya


"Lu kenapa sih Vie, kita ke sini mau ngomong baik-baik sama lu tapi dari tadi lu ngotot kaya nyari ribut sama kita" Natasya berkata


"Vie lu ada masalah apa sama Ali kalau dia ngancem lu, gue bakalan bantu lu, kalau lu ga cerita kita ga akan tahu Vie" Santi berkata dengan lembut


"Dia ngancem gue, bakalan nyebarin video dan gue bakalan gagal nikah kalau dia ngasih video itu sama calon suami gue" Viona berkata dengan emosi


"Video apa, emang antara lu sama Ali ada apa" Santi bertanya


"Vie jangan bilang lu udah tidur sama Ali" Natasya berkata


Viona hanya diam dan memalingkan wajahnya lalu duduk di lantai dan menangis "Vie apa benar yang di katakan Natasya" Santi bertanya


"Vie jawab, nanti kita cari jalan keluarnya asal lu terbuka sama kita" Natasya berkata dan Viona hanya menangis menutupi wajahnya dengan tangan


"Gue nyesel lakuin itu sama Ali, dan gue ga tahu dia udah bikin video gue lagi bugil" Viona berkata dengan menangis


"Astagfirullah Vie kenapa lakuin itu sama Ali yang bukan suami lu" Santi berkata


"Astaga Vie, jadi bumerang kan buat lu, jelas-jelas Ali cowok brengsek Santi udah ngasih tahu eh.....malah ngasih keperawanan lu sama dia" Natasya berkata


"Gue khilaf, dia ngerayu gue ajak gue ke hotel, dan gue kejebak sama dia, gue tadinya mau bertahan sama dia karena keperawanan gue udah diambil, tapi gue ga mau di siksa terus" Viona menjelaskan


"Ya udah ini kesempatan lu laporin dia ke polisi, sambil bantu Dion" Santi berkata


"Engga bisa, lu jangan egois San, kalau gue laporin Ali, calon suami gue bakalan ninggalin gue dan kita ga jadi nikah" Viona berkata


"Emang calon lu ga tahu, kenapa ga lu bilang aja jujur lagiaan nanti malem pertama juga ketahuaan lu udah ga perawan dan kalau cowok lu sayang sama lu harusnya nerima lu apa adanya" Natasya berkata


"Tapi undangan udah kesebar setidaknya gue bisa nikah dulu" Viona berkata


"Gila lu ya, kalau cowok lu ga nerima mau jadi janda nikah cuman sehari, mening gagal nikah daripada status lu janda" Natasya berkata


"Bener apa kata Natasya, lebih baik lu jujur sama calon suami tentang keperawanan lu daripada nanti bomerang buat diri lu lagi, dan emang gue ngerasa egois Vie, tapi gue ga mau Dion dipenjara karena dia ga salah jadi gue mohon tolongin Do Hyun" Santi berkata dengan memegang tangan Viona


"Hidup lu udah sempurna San, apa yang lu mau tercapai nikah sama cowok populer dan baik sedangkan gue susah cari cowok baik" Viona melepaskan tangannya


"Eh....Vie lu tahu kan pengorbanan Santi gimana di Korea ga mudah juga dia hidup sebagai istri Idol, dan lu pasti tahu kalau Do Hyun di penjara karirnya sebagai Idol Kpop di petaruhkan, udah San ga usah minta bantuan sama orang yang mementingkan diri sendiri, kalau gue jadi Santi nyesel gue udah bantuin lu dari Ali mening biarin aja kemarin dia di bawa sama cowok brengsek itu" Natasya berkata dengan emosi mengajak Santi pergi


Natasya menarik tangan Santi pergi dari kamar Viona, Santi lemas memikirkan masalah suaminya dan sahabatnya begitu rumit masalahnya saat ini, di sisi lain tidak mau sahabatnya tersakiti tapi di sisi lain Santi menginginkan Do Hyun bebas dan kembali bersama lagi.