
Santi sampai di apartemen do hyun, menekan bel pintu lalu do hyun mebukannya ketika melihat do hyun santi langsung masuk dan memegang dahinya, do hyun tersenyum senang di perhatikan oleh santi
"kamu sudah sehat, ini sarapan buat kamu jangan lupa kalau masih merasa pusing minum obat lagi jangan dulu berenang" (bahasa inggris) santi berkata seperti seorang kekasih
"baik sayang" (bahasa korea) do hyun berkata
"what does it mean" santi bertanya dengan curiga
"baik ibu dokter" (bahasa inggris) do hyun berbohong
"harus nurut sama dokter, aku ke kampus dulu nanti pulang dari kampus aku bawakan makan siang buat kamu" (bahasa inggris) santi berkata
"kamu mau ke kampus, biar aku antar" (bahasa inggris) do hyun berkata
"tidak usah, kamu masih pucat istirahat oke" (bahasa inggris) santi berkata
do hyun tetap mengikuti santi keluar, lalu santi berhenti
"dion....aku tidak mau menjaga kamu lagi kalau kamu tidak nurut" (bahasa inggris) santi berkata dengan cemberut
"oke hati hati" (bahasa inggris) do hyun berhenti dan melihat santi sampai menaiki lift
setelah sampai di kampus santi memarkirkan mobilnya ketika akan turun ternyata robi pun memarkirkan mobilnya tepat di sebelah santi dan robi melihat santi seakan melihat wanita yang dia incar, robi langsung memegang tangan santi dengan erat
"robi apa sih lepasin, nanti cantika liat" santi berkata
"cantika ga ke kampus, santi aku masih cinta sama kamu kita bisa balikan lagi aku bakalan putusin cantika demi kamu" robi berkata dengan memegang erat tangan santi
"kamu ngomong apa, aku udah ga cinta sama kamu" santi berkata dengan berusaha melepaskan tangan robi
"santi aku mohon kita bisa mengulang lagi dari awal" robi berkata
"robi lepas sakit, aku udah ga mau sama kamu" santi berkata melepaskan tangannya lalu menampar robi
robi tidak terima dan mencoba memegang pinggang santi dengan memaksa untuk memeluk santi
"liat aku, kamu tidak mungkin melupakan aku begitu aja" robi berkata dengan melingkari tangannya di pinggang santi
santi mengguliat berusaha melepaskan tangan robi yang sudah berusaha kasar dengan santi, tiba tiba ada seorang pria asing tampan yang melihatnya dan mencoba membantu santi
"hey bro lepas dong masa cewek di perlakukan kasar" pria asing berkata
"jangan ikut campur dia cewek gue, lu siapa" robi berkata
"bohong, dia bukan cowok gue tolong" pekik santi dengan kesal
"santi aku masih sayang sama kamu, aku harus kasih bukti apa" robi berkata
pria asing tampan itu memegang tangan robi supaya santi bisa terlepas dari robi
"kurang ajar lu ikut campur, lu engga tau gue siapa" robi berkata
"gue cuman nolong cewek itu, dia yang minta tolong" pria asing menjawab
ketika robi akan memukul wajah pria asing tangannya di pegang oleh pria itu dan menahan tangan robi, pria asing itu berusaha tidak memukul kembali karena dia mahasiswa baru di kampus, pria itu menghindar pukalaan robi namun robi emosi memukul perutnya, pria asing itu tak terima akhirnya kembali memukul dan mereka berdua berkelahi saling pukul
seketika santi, robi dan pria asing itu menjadi pusat perhatiaan mahasiswa yang melihatnya lalu santi meminta tolong pada dosen untuk memisahkannya
"hey kaliaan berhenti" pekik pak dosen
akhirnya mereka di hentikan oleh pak dosen lalu mereka dipanggil untuk menyelesaikan masalahnya ke ruangan dosen, santi mengikutinya karena merasa bersalah dengan pria asing yang tidak tahu masalahnya maka ingin membantunya
"kaliaan ada masalah apa, ke sini mau belajar atau mau berantem" pak dosen berkata
"dia duluaan pak ikut campur masalah saya" robi berkata dengan memegang mulutnya yang berdarah
"hey bro jangan fitnah yang mukul duluaan lu" pria asing berkata dengan bibirnya yang memar
"betul pak robi duluaan yang pukul" santi berkata dengan kesal
"santi kamu ada di tempat kejadiaan" pak dosen bertanya
"ya pak saya liat robi kok yang duluaan pukul, ada anak anak yang ngerekam juga" santi berkata
"jadi masalah kaliaan apa" pak dosen bertanya
"cowok ini bantu aku pak, robi tadi kasar sama aku" santi menjawab
"apa betul robi" pak dosen bertanya
"saya cuman mau menyelesaikan masalah dengan santi pak" robi menjawab
"ada masalah apa kaliaan" pak dosen bertanya
"masalah pribadi pak" robi berkata
santi hanya diam karena tidak ingin orang lain tahu bahwa dia mantan kekasih robi karena itu hal yang memalukan
"aduh pasti ini masalah percintaan kaliaan ya, udah bubar selesaikan sendiri saja tanpa kekerasan sekali lagi kaliaan berantem saya akan panggil orang tua kaliaan" pak dosen berkata
santi,robi dan pria asing itu pergi meninggalkan ruang dosen, robi melihat pria asing itu masih kesal dan menunjukan wajah emosinya
"awas kamu liat saja nanti di luar kampus aku akan beri kamu perhitungan" robi berkata dengan meninggalkan santi dan pria asing itu
"jangan dendam bro ga baik" pekik pria asing pada robi
santi merasa tidak enak dengan melibatkan pria asing yang tidak tahu masalah tentang dia dan robi
"sori ya jadi ngelibatin lu ke masalah gue" santi berkata
"oh ya gue ali, lu santi kan" ali berkata
"iya gue santi, lu kayanya mahasiswa baru ya soalnya gue baru liat lu di kampus" santi bertanya
"iya gue baru masuk" ali menjawab
"makasih ya udah bantuin gue tadi" santi berkata dengan berjalan
"tadi itu mantan lu ya, galak juga ya" ali berkata
"kok tahu, iya udah kasar brengsek lagi" santi menjawab
"bulshit, gue udah ga percaya sama dia" santi berkata
"kenapa selingkuh ya jadi lu udah ga percaya dia" ali bertanya
"yah gitu deh lebih dari satu ceweknya" santi menjawab
"wow ternyata selain galak dia mainin berbie juga ha ha ha lemah" ali berkata dan tertawa
"berbie ha ha ha" santi berkata dengan tertawa
"iya cowok tukang mainin perasaan cewek sama aja kan kaya mainin berbie" ali berkata
"bener banget, oh ya sebagai permintaan maaf aku mau neraktir kamu makan di kantin" santi berkata
"sekarang" ali bertanya
"lagiaan udah telat masuk kelas" santi berkata
"wah hari pertama udah di ajak bolos sama cewek cantik" ali memuji santi dan selalu melihat wajah santi dengan terpesona
"ha ha ha bisa aja kamu, tapi kalau kamu mau masuk kelas ga apa apa nanti aja makan siang" santi berkata
"gue ga bisa nolak ajakan cewek cantik jadi siapa takut" ali menjawab dan tersenyum
mereka pun ke kantin untuk makan, ketika sedang becanda dan tertawa datanglah viona dan natasya
"woi santi kenapa lu ga masuk malah nongkrong di kantin" natasya berkata lalu melihat ke arah ali
"oh ya kenalin ali ini temen temen gue" santi berkata
ali bersalaman dengan natasya dan viona
"oke deh kalau gitu gue ke kelas dulu ya, senang kenal sama kaliaan sampai nanti" ali berkata lalu pergi
"dah ali" viona berkata dengan wajah terpesona oleh ali
ali pergi melambaikan tangan dan meninggalkan kantin, viona penasaran dengan ali
"santi lu kenal dimana kok bisa nongkrong bareng sama cowok ganteng" viona berkata
"iya kok bisa kenalan, wah kayanya tipe viona tuh arab arab gitu deh" natasya bertanya
"gara gara robi gue ga bisa masuk kelas untung dibantu ali kalau engga gue bisa dlecehin sama si robi" santi berkata dan menceritakan semuanya apa yang terjadi pagi hari tadi
"ah gila tuh ka robi bener bener ya kesel gue ama dia" viona berkata
"cowok brengsek dasar seenaknya mainin perasaan lu sama cantika" natasya berkata
"kesel gue sama dia, tangan gue sakit tau ga" santi berkata
"kasih tau aja cantika kelakuaan ka robi" natasya berkata
"eh san ali pindahan dari mana" viona berkata
"dari bandung, dia anaknya asik di ajak ngobrol kenapa lu suka ya" santi berkata
"belum suka cuman enak aja liat wajahnya" viona berkata
"bukannya lu suka oppa korea kok tipenya ke arab araban gitu ha ha ha" santi berkata dengan tertawa
"buat pacar bener sih gue suka cowok kaya ali kalau buat pacar halu gue suka oppa korea ha ha ha" viona berkata dan tertawa
"ah lu plin plan, gue dong pacar bener sama halu sama tipenya, eh san asikan mana sama dion" natasya bertanya
"dion itu beda dari cowok lain duh bingung kemaren gue rawat dia waktu sakit, terus liat wajahnya kok ganteng ya, terus dia meluk dan cium dahi gue pas mau pulang maksud dia apa sih dia cinta sama gue atau anggap gue temen aja" santi bercerita
"jelas jelas dia itu cinta sama lu masa anggap temen meluk trus cium, dia itu lagi pake trik dapetin lu pake ala ala drakor" natasya berkata
"ya bener yang gue liat sih dia lagi deketin lu ngikutin dari drama korea san" viona berkata
"emang drama korea gimana sih" santi bertanya
"makannya lu liat deh drakor, perlakuaan dion itu banyak adegannya di drakor bikin cewek baper nah lu udah meleleh sama dion" natasya berkata
"ya deh nanti gue liat kalau ada waktu" santi berkata
"terus perasaan lu sama dion gimana san" viona bertanya
"gue kayanya udah suka sama dion gue degdegan deket dia terus ah...gue sesak kalau inget di rumah kangen gitu" santi berkata dengan tersenyum
"berarti u udah jatuh cinta sama dion san" viona berkata
"kok bisa lu suka sama cowok korea sih jadi lu punya oppa asli dong bukan halu" natasya berkata
"ha ha ha oppa asli yang palsu emang gimana" santi bertanya
"yang palsu itu oppa made in indonesia ha ha ha" viona berkata
"iya oppa gue made in indonesia" natasya berkata dengan cemberut
"tapi sayang kan lu sama dia dan yang penting pacar lu setia dan sayang banget sama lu" santi berkata
"ya bener nat yang penting setia baik lagi nurut di dandanin kaya do hyun aja mau" viona berkata
"ya sih gue sayang banget sama dia, gue udah beliin dia baju lagi yang brandnya sama ama do hyun" natasya berkata dan tersenyum
"ah terserah lu deh yang penting cowok gue nanti ga balalan gue dandanin ala ala kpop" santi berkata
"secara cowok lu udah korea banget sih mau di dandanin apa lagi" viona berkata
"bukan cowok gue, dia nyatain aja belum jadi gue ga tau perasaan dia gimana" santi berkata
"aduh santi udah jelas dong meluk dan cium dahi lu, itu tanda bahwa dia cinta sama lu, gue ngomong ama lu kaya sama anak paud deh muter muter aja di situ" viona berkata dengan kesal
"lu ga sensitif sama perasaan dion aneh, lu degdegan itu berarti dion juga gitu sama perasaannya" natasya berkata
santi hanya diam karena perasaannya masih ragu dengan do hyun apakah dia cinta atau hanya sekedar suka sebagai teman saja kepada santi karena do hyun tidak pernah barkata sayang atau cinta kepada santi dengan ucapan