
Viona masih berada di kamar Santi, dia hanya diam dan menunduk "Vie ngomong dong, kok diem aku udah iklas kok kalau kamu ga mau bantu juga ga apa-apa, yang penting kamu bahagia sama calon suami" Santi berkata
"San maafpin gue atas perlakuaan tadi malem, gue mau kok bantu lu bebasin Do Hyun" Viona berkata
"Ah......serius Vie, ya ampun seneng banget gue dengernya" Santi berkata tresenyum lalu memeluk Viona
"Maaf ya gue bikin lu pingsan, semalem gue ga bisa tidur mikirin lu, gue bukan sahabat yang baik, jahat banget gue sama lu, gue ga mau melakukan kesalahan kedua kalinya lebih milih cowok di banding sahabat gue" Viona berkata dengan lirih dan Santi melepaskan pelukaannya
"Udah jangan di bahas lagi, gue udah maafpin lu kok, sekarang kita ke kantor polisi" Santi berdiri memegang tangan Viona lalu merasa pusing dan terjatuh kembali
"Santi....kamu ga apa-apa" Viona memegang tubuh Santi
"Cuman pusing aja kok, gue baik-baik aja" Santi duduk kembali
"Kamu harus makan dulu, bair aku aja yang ke kantor polisi"
"Aku harus ikut, aku harus ada di sisi Do Hyun"
"San lu tunggu aja, gue janji ga akan berubah pikiran, pokoknya Do Hyun bakalan ada di sisi lu lagi"
"Tapi Vie....."
"Bener apa yang dikatakan Viona, kamu diem aja biar nanti tante sama Viona dan pengecara yang ke kantor polisi" tante Yuni masuk memotong pembicaraan
"Ya udah tapi kaliaan janji bakalan bawa Do Hyun pulang" Santi berkata
"Janji, nah sekarang kamu makan dulu" tante Yuni berkata menyuapi Santi nasi tim lalu Santi melahapnya
"Ya udah aku makan sendiri aja, tante sama Viona pergi aja sekarang ke kantor polisi"
"Tapi abisin ya makannya, ga abis awas loh" tante Yuni berkata
Viona dan tante Yuni pergi ke kantor polisi di temani Ayah dan Kaka, sedangkan Santi menunggu kabar dengan rasa khawatir. dia tidak tenang di tempat tidur hanya gelisah dan tak lama ponselnya berdering
ddrrtt
ddrrtt
ddrrtt
Terlihat nama Natasya, lalu Santi mengangkatnya "Hallo Nat"
"San gimana keadaan lu sekarang, gue denger malem lu pingsan ya"
"Siapa yang ngasih tau lu, gue baik-baik aja kok"
"Kebiasaan lu kalau di tanya baik padahal lu lagi sakit, gue tahu dari Safira dia malem angkat hp lu"
"Ya gue cuman pusing aja, ini lagi di kasur tiduran"
"Kesel gue sama Viona segitu jahatnya sama lu sampai lu pingsan"
"Viona udah di kantor polisi, dia tadi datang mau bantu bebasin Do Hyun"
"Wah....akhirnya dia sadar juga milih sahabat di banding cowok"
"Tadinya gue iklas pasrah aja sama pengacara, tapi alhamdulilah Viona berubah pikiran"
"Gue kasiaan sama lu San baru aja rayain nikah udah di kasih cobaan lagi, kalau aja si Ali ga datang ga bakalan kaya gini jadinya"
"Udah takdir kali Nat, mau di apain juga ga bisa di ulang, gue juga nyesel udah biarin Do Hyun mukul Ali"
"Mudah-mudahan di mudahkan dan Do Hyun bisa bebas hari ini, dan Ali bisa di penjara juga udah siksa Viona"
"Amin, semoga terkabul, kasiaan juga Viona gimana pernikahannya ya"
"Nah ya bener, lu nanya ga kenapa dia berubah pikiran"
"Engga, nanti gue tanya deh kalau Viona ke sini lagi"
"Gue juga khawatir masalah karir dia kalau ke blow up media bahaya Agensi bisa tahu juga, tapi Do Hyun udah ikhlas katanya biarin aja tapi gue ga iklas soalnya dia ga salah"
"Gue juga ga ikhlas, liat aja gue bakalan buka akun fanspage gue bellain Do Hyun, tenang aja San gue banyak akun IG buat belain suami lu"
"Lu punya berapa akun IG emang"
"Lima, satu akun gue, empat akun fanspage semua"
"Niat banget lu bikin"
"Niat lah kan buat dukung Do Hyun sama Han Daegang"
"Ya ampun temen gue ha ha ha lucu lu Nat"
"Tuh kan lu kehibur ya sama gue, akhirnya ketawa juga"
"Makasih ya Nat, masih dukung Do Hyun"
"Gue sekarang dukung Do Hyun karena lu, bukan obsesi lagi"
"Awas lu jangan sampai obsesi ke Han Daegang juga"
"Emang kenapa dia kan single jadi masih bisa dong, mana anak tunggal kaya raya lagi"
"Gila lu terus kalau dia nikah lu mau ke psikiater lagi, siapa anak tunggal kaya raya"
"Tenang aja gue ga bakalan terobsesi lagi sama Idol, lu kan temennya Han Daegang masa ga tau dia anak tunggal kaya raya, di IG semua fans nya udah pada tau"
"Oh....ya sih dia anak tunggal dan emang katanya Ayah nya Derut di salah satu perusahaan terbesar di Korea"
"Tuh kan bener aaaaaaaaaa........mana ganteng lagi"
"Eh Nat jangan bilang fans lain ya itu privasi dia, kasiaan kalau Idol lu ketahuaan"
"Engga lah, gue bakalan tutup mulut"
"Nat kok belum ada kabar ya, gimana sekarang udah siang tapi belum pada pulang"
"Sabar San, mungkin lagi proses kan ga gampang, gue ke rumah lu ya mau nemenin lu"
"Ya udah gue tunggu" Santi menjawab dan menutup telponnya lalu mamah Mila membawakan makan siangnya ke kamar
"Ayo makan dulu, baru telpon siapa"
"Natasya mah, padahal aku mau ke bawah bantuin mamah masak"
"Ga usah udah beres, buat makan siang juga kalau pada pulang, sebagiaan mamah pesen catering"
"Lama ya mah belum ada kabar"
"Sabar, udah makan kamu tidur istirahat"
"Mana bisa mah, lagiaan aku ga ngantuk"
"Ya udah makan dulu, kapan mau ke Dokter, apa mau panggil Dokter Feri aja ke sini"
"Dokter Feri kan Dorkter umum mah, nanti aja sama Dion ke Dokternya kejutaan juga buat dia kalau bener Santi hamil"
"Tebakan mamah sama tante Yuni kamu hamil, sayang sabar ya cobaan sudah menikah sangat berat apalagi suami kamu seorang artis, papah aja bukan artis banyak cobaan buat mamah"
"Iya mah doain aja biar Santi kuat dan langgeng sama Dion, tapi Santi yakin di jalan yang banyak kerikilnya pasti ada hikmahnya dan di akhirnya ada kebahagiaan"
"Mamah bahagia kamu sudah dewasa, dan mamah selalu berdoa buat anak mamah semuanya bahagia dan sehat selalu"
Santi dan mamah Mila saling berpelukaan, mamah Mila sebagai orang tua melihat Santi dengan kehidupan suaminya yang seorang artis berpikir anak nya Santi akan bahagia, tidak akan ada kesedihan namun kenyataannya dalam kehidupan, siapapun dia apapun jabatannya takdir dan cobaan tidak bisa di hindari.