Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Bertalenta



Pagi hari Do Hyun sedang mandi, ketika Santi sedang menyiapkan Sarapan ponselnya berdering,


ddrrtt


ddrrtt


ddrrtt


Terlihat Pimpinan Agensi menghubunginya, awalnya dia ragu untuk mengangkatnya namun karena penasaran pikirannya berubah, Santi menerima telpon dari Pimpinan Agensi,


"Hallo" (korea)


"Saya Pimpinan Agensi, apakah kamu ada waktu untuk bertemu dengan saya" (korea) Pimpinan berkata dengan lembut


"Saya tau itu anda, nomor telpon anda masih saya simpan" (korea)


"Ah....terima kasih" (korea)


"Kehamilan saya sudah besar jadi saya tidak di ijinkan pergi sendiri ke luar rumah, maaf bukan bermaksud menolak anda" (korea)


"Saya mengerti, kalau begitu apakah boleh saya ke Apartemen" (korea)


"Boleh silakan" (korea)


"Nanti sore saya akan ke sana" (korea)


"Baik, saya tunggu kedatangan anda" (korea) Santi berkata dan menutup telponnya, lalu menarik nafas melanjutkan menyiapkan sarapan.


Ketika Do Hyun keluar kamar sudah selesai mandi dia langsung memeluk istrinya dan memberikan morning kiss "Pagi sayang, aku suka banget harum kamu sesudah mandi" (korea) Santi mencium pipi Do Hyun


"Kalu begitu cium aku yang lama" (korea)


"Setelah sarapan aku akan mencium kamu" (korea) Santi tersenyum


"Oke, aku akan menunggu" (korea) Do Hyun berkata dan duduk di sebelah Santi untuk sarapan


"Dion, Pimpinan Agensi tadi menelpon ingin bertemu dengan aku" (korea)


"Dimana, biar aku antar" (korea)


"Dia akan datang ke Apartemen" (korea)


"Oh....aku akan diam memperhatikan dia" (korea)


"Maksudnya kamu mau ikut berbicara dengan kita" (korea)


"Iya, aku sebagai suami dan pengawal mu harus selalu ada di sisi kamu, aku sudah janji sama keluarga besar kita, aku harus melindungi kamu" (korea)


"Memang Pimpinan akan melukai aku" (korea)


"Aku tidak tahu dia berniat apa sama kamu" (korea)


"Tapi tadi bicara dia lembut dan sopan tidak seperti dulu" (korea)


"Pasti ada maunya" (korea) Do Hyun tersenyum sinis


"Kira-kira mau apa dari aku" (korea)


"Entahlah, mungkin mau merebut aku dari kamu" (korea) Do Hyun berkata dengan berbisik ke telinga Santi


"Enak saja tidak akan bisa merebut kamu dari aku" (korea) Santi berkata lalu Do Hyun mencium pipi Santi.


Setelah sarapan mereka menyiapkan diri untuk promo barang endorse yang sudah mereka terima, mereka mempostingnya di akun sosial media yang Kaka buat khusus untuk promo saja yang isinya semua video dan foto promo semua produk endorse, Kaka membuat akun official khusus Santi dan Do Hyun yang baru memiliki pengikut lima juta.


Akun Oficial DoSan di pegang oleh Kaka, walau Santi pun suka membukanya namun bila ada tawaran kerjaan harus melalui Kaka Do Hyun. Ketika Santi dan Do Hyun selesai makan siang, terdengar bel Apartemen berbunyi, "Biar aku yang buka" (korea) Do Hyun akan membuka pintu namun melihat di layar dan ternyata Pimpinan Agensi yang datang.


Do Hyun membukanya, "Silakan masuk Pimpinan" (korea)


"Terima kasih, saya ke sini mau bertemu Santi" (korea)


"Saya sudah tahu, istri saya sudah memberitahu anda akan datang" (korea) Do Hyun mengajak Pimpinan duduk di sofa dan Santi menghampiri lalu menundukan kepala,


"Anda sudah datang" (korea) Santi menyapa dan duduk di sebelah Do Hyun


"Itu ide Santi, tadinya mau menyewa kantor saja namun Santi bilang tidak usah karena memang belum punya karyawan" (korea)


"Aku kira kaliaan punya crew untuk mengedit dan lain-lain" (korea)


"Kebetulan Santi pintar mengedit dan dia selalu ada ide untuk melakukan hal yang berbeda untuk promosi produk" (korea)


"Aku lupa bahwa Santi memang kreatif, sewaktu di Perusahaan saja dia selalu ada ide yang kreatif untuk bermain game" (korea) Pimpinan memuji


"Terima kasih atas pujiaannya, saya kerjakan sebisa saya saja, Pimpinan mau minum apa" (korea)


"Ah....hampir lupa, saya mau membeli bir untuk Pimpinan, itu minuman kesukaan anda kan" (korea) Do Hyun berkata akan keluar supaya Santi dan Pimpinan bisa berbicara berdua


"Ha ha ha ha masih ingat saja" (korea)


"Kita tidak punya minuman beralkohol" (korea) Santi berkata


"Aku akan keluar untuk membeli, silakan kaliaan berbincang saja" (korea)


"Ya ampun merepotkan" (korea)


"Tidak merepotkan, ini pertama kali anda datang ke Apartemen saya, jadi harus di layani dengan baik" (korea) Do Hyun berkata lalu pergi meninggalkan Santi bersama Pimpinan Agensi.


"Ada apa anda ingin bertemu dengan saya" (korea)


"Kalau gitu langsung saja, saya ingin meminta maaf atas perlakuaan saya di masa lalu" (korea)


"Saya sudah memafkan anda, jadi tidak usah dpikirkan" (korea)


"Wah...kaliaan memang pasangan bijaksana, kalau kamu sudah memafkan saya apakah mau mengijinkan Do Hyun supaya kembali ke Mars" (korea)


"Saya selalu mendukung suami saya, namun saya khawatir dia disakiti lagi kalau kembali ke sana" (korea)


"Ah.......saya janji tidak akan menyakiti suami kamu, karena sebenarnya saya sangat suka dan sayang sama Do Hyun, karena kemarin ada hal yang mendesak saya terpaksa melakukan itu" (korea)


"Apakah tidak ada jalan lain, harus kah mengeluarkan artis yang sudah bekerja keras" (korea)


"Inilah Korea, kita tidak bisa menghindar dari masalah ini tapi saya janji tidak akan melakukan itu lagi kepada Do Hyun, mungkin kemarin kebetulan suami kamu ada kasus di Indonesia maka menjadi ramai juga di Korea" (korea)


"Lalu anda memanfaatkan itu, saya tahu semua resikonya, namun kasiaan kepada artis yang tidak bersalah namanya menjadi jelek hanya karena harus menutupi kasus jahat para pejabat, itu tidak adil" (korea)


"Saya minta maaf karena desakan dan bisikan orang yang tidak bertanggung jawab membuat saya melakukannya dan saya tahu kadang saya menangis di kantor sendiri bila ingat kejadiaan yang dialami para artis saya" (korea)


Santi melihat wajah Pimpinan yang sangat tulus, tidak ada ke angkuhan seperti dulu, "Saya harap kamu bisa merayu Do Hyun untuk bergabung lagi bersama Mars" (korea)


"Saya akan coba membicarakannya dan akan memberi semangat lagi, namun Do Hyun masih memiliki kontrak kerja dengan psoduk lain mungkin sebulan lagi selesai" (korea)


"Akan saya tunggu, dan saya menawarkan pekerjaan juga di kantor untuk kamu bila masih berminat" (korea)


"Wah....terima kasih atas tawarannya namun saya sudah terikat kontrak kerja seumur hidup jadi sepertinya tidak bisa, maaf" (korea)


"Wow....kalau boleh tahu dengan perusahaan apa kamu dikontrak" (korea)


"Perusahaan rumah tangga, saya di kontrak oleh anak dan suami saya" (korea) Santi menjawab sambil tersenyum


"Ha ha ha ha ha ha saya kira dengan perusahaan luar, bisa saja kamu" (korea) Pimpinan tertawa dan Do Hyun datang membawa makanan juga minuman kesukaan Pimpinan Agensi.


Mereka bertiga berbincang dengan santai, Santi membuat kue buataan dia dan memberikannya sebagai pencuci mulut, "Mmmmm.....ini kue buataan kamu" (korea) Pimpinan berkata sambil memakan kue nya


"Iya, bagaimana enak tidak" (korea)


"Sangat enak, kenapa kamu tidak membuka cafe untuk pencuci mulut saja, pasti banyak yang membelinya" (korea)


"Tidak, aku belum percaya diri untuk itu, ini hanya aku buat untuk keluarga saja" (korea)


"Santi belum percaya diri kue nya dimakan orang lain dia takut ga enak katanya" (korea) Do Hyun berkata


"Ini sangat enak, tidak terlalu manis, kamu sangat kreatif selain pintar komputer pintar bikin kue juga, boleh saya bungkus untuk keluarga saya di rumah" (korea)


"Wah.....dengan senang hati saya akan buatkan yang baru, tunggu sebentar" (korea) Santi kembali ke dapur dengan semangat untuk membuat kue, hanya 25 menit kue sudah jadi dan dibungkus rapih layaknya seperti dari toko kue yang mahal. Pimpinan berpamitan pulang karena malam menjelang.


Setelah saling memaafkan atara Pimpinan Agensi dengan Santi dan Do Hyun hubungan mereka membaik kembali seperti awal bertemu. Kerakusan membuat Pimpinan lupa diri bahwa dia telah membuat kesalahan besar sudah membuang artisnya yang bertalenta.