Become The Idol's Secret Wife

Become The Idol's Secret Wife
Menangis seperti anak kecil



Sudah sebulan berlalu dan di sisi lain hubungan Santi dengan Do Hyun sedang tidak baik entah kenapa sudah sebulan tunangannya belum memberi kabar kepada Santi terakhir mencaritakan hubungannya dengan Han Daegang hanya sebagai teman dan Santi jujur bahwa Han Daegang datang menemui Santi ke rumahnya


Santi belum memiliki pekerjaan, membuat dia prustasi ditambah Do Hyun tidak ada kabar dan tidak membalas pesan dari Santi. dia mencoba menghubungi Do Hyun namun tidak di angkat membuat Santi kesal dan perasaannya menjadi tidak enak


Suatu hari Santi sedang di suatu perusahaan akan menghadapi wawancara pekerjaan "Santi" Seorang pria penyapanya


Santi melirik ke pria itu dengan berpakaiaan rapih menggunakan kemeja dan paras yang tampan seperti pria arab "Ali kok kamu ada di sini, mau wawancara juga" Santi tersenyum manis


"Aku udah kerja di sini, oh ya nanti makan siang bareng ya sekarang aku buru-buru ada kerjaan" Ali berkata lalu pergi dengan tersenyum


"oke" Santi menjawab


"Ali udah kerja, Viona juga udah gue doang yang belum ngerasa payah deh gue" Santi berkata dalam hatinya


Setelah beberapa jam Santi di panggil masuk ke dalam ruangan ada seorang pria dan dia adalah Ali yang akan mewawancarai Santi "Ali kamu manajernya"


"Iya silakan duduk, oh ya ga apa-apa kan gue formal kalau di kantor takutnya ada yang denger" Ali berkata


"Iya ga apa-apa" Santi menjawab


"Kita mulai oke ibu Santi" Ali berkata


"Siap pak Ali" mejawab dengan tersenyum


Ali menanyakan beberapa pertanyaan dengan menggunakan bahasa inggris, jangan di ragukan lagi bahasa inggris Santi sangatlah lancar "Wow ternyata bahasa inggris kamu bagus sekali"


"Makasih pujiaannya" Santi menjawab


"Oh ya bu Santi apakah anda sudah menikah atau tunangan" Ali bertanya karena ini pertanyaan tambahan dari Ali


"Itu pertanyaan dari Ali atau Manajer ya" Santi bertanya


"Manajer lah ini kan masih di kantor" Ali menjawab


"Oh....saya belum nikah kalau tunangan pernah tapi.....ya gitu" Santi menjawab dengan ragu tidak ingin Ali mengetahuinya


"Tapi kenapa" Ali bertanya dengan penasaran


"Maaf pak masalah pribadi jadi saya tidak akan jawab" Santi berkata


"Baiklah, kalau gitu tunggu seminggu nanti ada yang menghubungi anda" Ali berkata


"Baik, makasih pak" Santi berkata lalu akan pergi Ali berkata "San tunggu di cafe depan gedung ya"


Santi menggangguk dan tersenyum lalu pergi. Ali tersenyum melihat Santi pergi "sepertinya Santi dan tunangannya sedang ada masalah siapa tahu ada kesempatan buat gue" Ali berkata dalam hatinya sangat ingin memiliki Santi


Santi menunggu di cafe dan memesan makanan juga minuman karena memang waktunya makan siang setelah menunggu beberapa menit datang lah Ali "Hai sori nunggu lama"


"Ga kok, pesenan gue aja baru datang duluaan ya lapar nih" Santi berkata dan melahap makanannya


"Selamat menikmati, sama nih gue juga lapar" Ali berkata dan memesan makan siangnya


Sedang makan mereka berbincang tentang perusahaan, juga bicara banyak hal"Ga nyangka deh gue ketemu sama lu li"


"Kirain gue, lu di Korea udah nikah sama oppa itu" Ali berkata


"Engga, eh li masih suka telponan sama Viona" Santi mengalihkan pembicaraan


"Engga terakhir waktu dia ngajak ke konser tapi sayang gue ga bisa ikut" Ali berkata


"Konser Nucat bukan" Santi kaget mendengarnya karena Viona tidak menceritakan itu


"Iya itu K-pop" Ali berkta


"Oh....dia juga ga datang tuh ga di ijinin sama kantornya" Santi berkata


"Lu datang ke konser" Ali bertanya


"Datang, di paksa sih tepatnya" Santi berkata


"Kata Viona lu ga datang, kalau tau lu datang gue maksain datang" Ali berkata


Santi terkejut dengan ucapan Ali yang sangat tidak nyaman di dengarnya "sori maksud gue kan bisa reuniaan kumpul bareng gitu" Ali menjelaskan karena melihat wajah Santi yang tidak nyaman


"Oh...ya sih padahal seru kalau semua datang" Santi berkata dengan tersenyum


Mereka berdua bercanda dan tertawa tak terasa waktu berjalan dan Ali di hubungi dari kantor karena ada berkas yang harus dia tanda tangani, Ali berpamitan juga membayar makanan "makasih ya udah teraktir gue"


"Sama-sama nanti kalau lu di terima gue bakalan teraktir lu lagi sebagai ucapan selamat" Ali berkata


"Semoga deh gue keterima" Santi berkata


"Ya udah gue balik kantor dulu ya, sori ga bisa anterin lu pulang" Ali berkata


"Ga apa-apa kok" Santi berkata masuk ke dalam mobilnya juga melambaikan tangan perpisahaan


Malam tiba ponsel Santi berdering


ddrrtt


ddrrtt


ddrrtt


Santi dengan semangat membawa ponselnya Santi mengira itu dari Do Hyun namun ternyata nomor tidak dikenal, Santi tidak mengangkatnya karena sudah larut malam lalu ada pesan "Santi ini gue Ali, udah tidur ya sori ganggu"


Santi membacanya lalu membalas pesannya "Oh sori gue kira telpon iseng, gue belum tidur kok" lalu Ali menelpon kembali dan Santi mengangkatnya


Mereka banyak bercerita dengan suasana malam yang sangat shadu maka Ali mengajak Santi menonton bioskop pada malam minggu besok, Santi akan menolaknya namun mengingat pekerjaannya yang dia inginkan maka Santi menerima ajakan Ali


"Walaikumssalam, Ali teman Santi dimana ya kok kaya arab ga kaya orang korea" mamah Mila berkata dengan polosnya Ali hanya tersenyum


"Mamah apa sih, ini temen Santi sekampus cuman beda jurusan"


"Eh maaf masalahnya Santi banyak temen Korea yang kerumah jadi aneh aja" mamah Mila berkata dengan tersenyum


"Mah aku pamit ya bilangin sama papah" Santi berkata


"Jangan malem-malem pulangnya ya" mamah Mila berkata


Mereka sudah berada di mall dan masuk ke dalam bioskop setelah menonton Ali mengajak Santi ke cafe untuk makan malam, di sana Ali menanyakan hubungan Santi dengan Do Hyun "San gimana hubungan lu sama tunangan lu"


"Baik biasa aja" Santi menjawab dengan singkat


"Singkat amat, jadi yang mana nih baik atau biasa aja" Ali bertanya


"Mmmmmmm.....kita baik" Santi menjawab


"Mau nikah kapan kaliaan" Ali bertanya


"Ga tau kalau jodoh nikah kalau engga ya udah, kenapa sih nanya privasi gue, sekarang gue nanya lu udah punya cewek" Santi berkata


"Belum, makannya gue nanya lu juga" Ali berkata


"Maksudnya" Santi sedikit kaget


"Engga ada, oh ya San besok minggu lu ada acara ga" Ali bertanya


"Belum ada, emang kenapa" Santi berkata


"Mau ngajak lu jalan ke ancol mau ga, gue mau nyoba restoran seafood katanya enak" Ali berkata


"Hayuu" Santi menerima ajakan Ali lagi karena berniat mendekati Ali karena pekerjaan dan memang Santi menganggap Ali hanya teman saja


Setelah makan Santi di antar pulang oleh Ali. Pagi hari Santi meminta ijin kepada mamah Mila dan papah Beni untuk pergi ke Ancol bersama Ali


"Ka kok tipenya jadi arab sih, kan kita suka Korea" Safira berkata


"Fira apa sih maksudnya" Santi berkata kaget dengan ucapan adiknya


"Kamu lagi ga ada masalah sama Dion kan" mamah Mila berkata


"Mmmmmm.....engga kok mah cuman Dion kayanya lagi sibuk" Santi menyembunyikan masalahnya karena tidak ingin orang tuanya khawatir


"San kalau ada masalah jangan menghindar ngobrol baik-baik sama Dion" papah Beni berkata


"Mau ngobrol gimana pah telpon Santi aja ga diangkat" Santi berkata dalam hatinya


"Ya pah mudah-mudahan kita baik-baik aja doain aja, Santi sama Ali cuman teman kok dia itu manajer di perusahaan Santi yang kemarin wawancara" Santi berkata


"Oh jadi dia manajer, hebat masih muda udah jadi manajer mana ganteng lagi" mamah Mila berkata


"Gatengan mana mah sama oppa Dion" Safira berkata


"Sama sih kalau Dion ganteng asia kalau Ali ganteng arab" mamah Mila berkata


"Kalau Lucky sih setuju ka Santi sama ka Dion" Lucky berkata


Santi menarik nafas "Siapa juga yang pacaran sama Ali" Santi berkata dengan wajah muram karena rasa sayangnya kepada Do Hyun tidak mudah di lupakan dengan tipikal Santi adalah wanita susah untuk jantuh cinta


"Safira maunya kaka sama oppa Dion biar bisa nonton konser di korea" Safira berkata


"Kalau mamah setuju sama pilihan kamu nak, mau sama Korea atau arab asal dia setia dan bisa bahagiain anak mamah" mamah Mila berkata


"Duh ngomong apaan sih, Santi belum mau milih dan masih mau sama Dion kalau sama Ali emang kerjaan aja temen mah" Santi berkata


"Kalau sama Han Daegang gimana" mamah Mila berkata


"Ah....maksudnya gimana mah, Han Daegang siapa" Safira bertanya karena belum mengetahui kakanya dekat dengan idolanya


"Waktu yang ke rumah kemaren temen ka Santi dari Korea namanya kan Han Daegang" mamah Mila berkata


Safira terbalalak kaget dan berteriak histeris "Apa...aaaaaa Han Daegang ke rumah, ke sini" Pekik Safira


"Aduh panjang deh" Santi berkata lalu bel pintunya berbunyi dan pergi berpamitan


"Kaka tunggu jelasin dulu....." Safira berkata


"Pulangnya ya de nanti kaka jelasin" Santi berkata lalu pergi dengan Ali


Setelah Santi pergi Safira bertanya banyak kepada mamah Mila tentang Han Daegang yang ke rumahnya "pasti banyak teriak" Lucky berkata dan pergi masuk ke kamarnya


Benar apa yang di perkirakan Lucky adikanya Safira teriak histeris ketika mamah Mila menceritakan bahwa Han Daegang makan siang dan berbicara dengan kakanya Santi, karena Safira tidak percaya memperlihatkan foto Han Daegang kepada mamah Mila


"Iya itu cowoknya ganteng kan, emang dia terkenal de" mamah Mila bertanya


"Mamah.....aaaaaaa.....itu member Nucat boysband artis Korea" Safira berkata dengan lemas


"Oh gitu wah....kalau tau mamah minta foto sama tanda tangan, hebat ya ka Santi bisa kenalan sama artis Korea" mamah Mila berkata


"Kenapa mamah ga nelpon aku sih, tau ada Han Daegang mau datangn ke rumah aku ga bakalan sekolah" Safira berkata


"Loh mamah aja taunya dia artis dari kamu sekarang, ka Santi ga bilang" mamah Mila


"Aaaaaaaa........ka Santi jahat" Safira berkata menangis seperti anak kecil


Safira kesal dengan kakanya karena tidak memberi tahu sudah berkenalan dengan Han Daegang member Nucat yang diidolakan oleh banyak wanita, Safira menangis tiada henti karena ingin sekali bertemu dengan Han Daegang. Mamah Mila bingung mengahadapi anaknya yang tidak berhenti menangis.