
Do Hyun sudah pulang dari tour konsernya, Santi senang melihat suaminya sudah berada di Apartemen, ketika Do Hyun pulang dan beristirahat Santi sangat manja tidak ingin jauh dari Do Hyun selalu mengikuti Do Hyun kemana pun pergi kecuali ke kamar mandi, Do Hyun senang melihatnya namun dia harus meninggalkan Santi untuk berlatih dan rekaman juga syuting iklan, "Aku bakalan kangen banget sama kamu" (korea) Santi berkata dengan manja memegang tangan Do Hyun
"Maaf sayang, aku janji nanti pulang akan memeluk kamu lagi, nanti malam jangan tunggu aku, tidur duluaan saja kalau sudah mengantuk" (korea)
"Oke, hati-hati ya" (korea) Santi berkata lalu mencium tangan suaminya dan Do Hyun mencium kening dan bibir Santi.
Seminggu berlalu dimana Santi seharusnya melahairkan namun dia belum merasakan mulas atau reaksi mau melahirkan, Do Hyun sangat khawatir karena dia harus melakukan perjalanan konser, "Aku akan suruh Ibu menemani kamu selama aku tidak ada" (korea)
"Dion, jangan kasiaan Ayah sendiri di Busan, aku yakin anak kita lahir setelah kamu pulang konser lagiaan hanya tiga hari pasti bayi kita menunggu Ayah nya pulang" (korea)
"Sayang, janji tunggu Ayah pulang konser ya" (korea) Do Hyun berkata sambil mengelus perut Santi dan mencium nya
"Iya Ayah....." (korea) Santi berkata dengan suara anak kecil dan Do Hyun tersenyum mendengarnya.
Do Hyun berpamitan pergi akan menjalankan konser dengan Mars di jepang selama 3 hari, Santi sendiri lagi di Apartemen karena bosan dia melihat sosial media, Santi melihat foto Han Daegang yang sedang konser di Korea dan tidak biasannya dia membaca komentar,
"Wah.....pacar gue nih, ganteng banget makin dewasa dia makin keliataan ganteng nya" @Vina
"Dah lah gue meloyot sama ayang" @Risty
"Han Daegang mau pake adat apa, gue siap" @Diana
"Han Daegang mirip Do Hyun ya kalau pose kaya gini, pantes aja tipe ceweknya sama" @Silvy
Santi hanya diam dan tersenyum melihat komentar dari para penggemar Han Daegang, Santi sedang tidak menerima endorse karena kehamilannya semakin besar dan tubuhnya mudah lelah maka dia tidak ada kegiataan lalu berencana menghubungi Natasya dan Viona.
Tidak lama berdering, Video Call dia terhubung, "Santi......." pekik Natasya
"Haiii chingu......"
"San tumben lu yang nelpon kita duluaan, untung gue lagi istirahat" Viona berkata
"Iya bener tumben lu" Natasya bertanya
"Kesel gue ga ada kegiataan, Dion lagi konser tiga hari"
"Iya gue liat dia ke Jepang" Natasya berkata
"Iya...."
"Terus kalau lu mules gimana, ada yang jaga ga" Viona bertanya
"Paling Gue sendiri ke Rumah Sakit"
"Gila lu emang masih bisa jalan, awas ah gue ga mau ya kehilangan lagi ponakan gue" Natasya berkata
"Engga akan tenang aja, gue punya malaikat penolong kok he he he terus yang gue tau ga bakalan mules sekaligus ada tahapannya"
"Maksudnya gimana" Natasya bertanya
"Gue liat di Youtube sama baca di Google, lahiran pertama itu ada pembukaan jadi kalau baru pembukaan kedua mules nya paling dua jam sekali terus katanya masih bisa nahan"
"Tapi kan semua orang beda-beda San" Viona berkata
"Iya sih, cuman di otak gue udah gue tanam itu bahwa gue bakalan bisa ke Rumah Sakit sendiri kalau mules nya masih pembukaan dua"
"Emang tante Yuni kemana" Natasya bertanya
"Dia sibuk Restoran kan buka lagi di pulau Jeju, kasiaan juga kalau Ayah sendiri "
"Hebat lu ya masih santai kaya gini, wajah lu ga ada panik-paniknya padahal ini waktunya lu lahiran dan laki lu di luar negeri terus lu jauh dari orang tua lagi" Natasya berkata dengan terharu
"Ngapain panik, bikin gue pikiran jelek kalau panik, mening tenang aja biar minset gue positif bahwa gue mampu sendiri"
"Tuh Nat denger bararti emang Santi wanita terpilih buat dampingin Do Hyun udah pantes jadi istri Idol, coba kalau kita yang ada repotin Idol kita malah kayanya di suruh ga usah konser aja sama kita ha ha ha ha" Viona barkata
"Bener juga, kalau gue jadi Santi gue nyuruh Do Hyun diem aja sampai gue lahiran" Natasya berkata
"Tapi keluarga lu mau ke Korea kan" Viona bertanya
"Iya mau, beres Safira wisuda"
"Kapan Fira wisudanya" Natasya bertanya
"Besok kalau ga salah"
"San sori ya kita ga bisa datang, soalnya jauh" Natasya berkata
"Ya sori ya San, nanti aja kalau lu ke Indo baru kita ketemuaan" Viona berkata
"Ga apa-apa tenang aja, gue ngerti kok walau sedih kaliaan ga bisa datang tapi doain gue ya biar lancar lahirannya"
"Amin gue doain" Viona berkata
"Gue juga doain semua lancar" Natasya berkata
"Ya udah, gue mau makan siang dulu, lapar nih kayanya baby nya" Santi berkata
"Oke, hati-hati ya san jaga ponakan gue" Viona berkata Santi melambaikan tangan dan mengakhiri sambungan telponnya.
Hari ketiga dimana Do Hyun terakhir Konser, Santi senang karena suaminya akan pulang lalu melihat ponsel ada pesan dari Do Hyun, Santi membacanya, "Sayang ternyata aku harus membuat konten kegiataan kuliner di jepang jadi aku di jepang dua hari lagi, aku sudah menghubungi tante Yuni untuk menemani kamu" (inggris)
Santi cemberut membaca pesan dari Do Hyun, lalu dia menerima telpon dari tante Yuni dan mengangkatnya,
"Hallo tante ku yang cantik dan gemoy"
"Wah kalau gini sih kedengerannya masih kuat"
"Kuat dong, pasti udah di telpon anak nya ya di suruh ke sini"
"Kata Do Hyun minggu ini kamu harusnya lahiran, kok kamu ga ngomong, emang belum ngerasain mules"
"Belum tuh, baby nya masih betah di perut kayanya"
"Coba kamu ajak ngobrol biar dia cepet keluar karena semua dunia nunggu dia lahiran"
"Ya nanti pas mandi aku suruh dia keluar he he he he"
"Nanti sore tante mau ke Apartemen"
"Tenang aja ga ke sini juga ga apa-apa, aku baik-baik aja kok"
"Kamu selalu gitu, pokoknya tante mau nginep udah di ijinin Ayah juga, Kaka lagi di kereta mau ke Busan nemenin Ayah"
"Oh.....ya udah, hati-hati di jalan ya tante ku" Santi berkata dan mereka mengakhiri pembicaraan di telpon.
Santi mandi, dan melihat bercak merah di ****** ********, setelah selesai mandi dia melihat google ternyata bercak merah itu menandakan akan lahiran. Lalu ketika Santi sedang sarapan merasakan mulas pada perutnya seperti ingin buang air besar namun dia teringat pada bercak merah "Aduh, kayanya ini mau lahiran deh" guman Santi lalu ke kamar berganti pakaiaan juga menyiapkan koper yang sudah di siapkan untuk di bawa ke Rumah Sakit.
Ketika sedang jalan merasakan mulas yang sangat sakit dan lama, dia duduk di sofa lalu berusaha tidak panik dan menarik nafas seperti yang sudah dia pelajari di senam hamil, Santi kembali berdiri mendorong koper dengan perlahan ke pintu.
Dia menutup pintu lalu menuju lift dengan berjalan pelan karena menahan rasa mulasnya, tanpa menghubungi siapapun dia berusaha untuk ke Rumah Sakit sendiri. Dia berjalan menuju lift ketika mulasnya datang dia diam dan duduk di lantai menahan mulasnya dan menarik nafas, setelah mulas nya hilang dia kembali berjalan.
Selama di lorong dia sudah duduk beberapa kali, lalu ketika depan lift, dia masuk dan menekan lantai Loby karena berniat menaiki taxi saja, di lift pun dia menahan rasa sakitnya, sampai di lantai Loby dia keluar, ketika melewati lift sebelah nya yang terbuka dia behenti dan duduk karena mulas nya terasa kembali dan tidak sengaja Han Daegang yang sedang berada di dalam lift melihatnya.
Han Daegang mellihat Santi dengan terbelalak kaget yang seperti akan terjatuh ke lantai, dengan gerakan cepat dia membuka lift dan keluar lalu menangkap tubuh Santi dengan cepat, "Kamu kenapa" (korea)
"Aku sepertinya akan lahiran" (korea) Santi berkata dengan lirih dan Han Daegang langsung membopong Santi ke lift lalu membawanya ke lantai basment.
Santi meringis menahan rasa sakitnya, tangannya meremas pundak Han Daegang lalu dia di masukan ke dalam mobil duduk di sebelah Han Daegang dengan mata yang sudah tidak bisa fokus, "Bawa aku ke Rumah Sakit Universitas Nasional" (korea) Santi berkata dengan rasa mulas yang sangat sakit.
Han Daegang memakaikan sabuk pengaman, lalu melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit yang Do Hyun sudah booking sebelumnya untuk lahiran Santi, sesampainya di sana Han Daegang membopong Santi ke dalam dan langsung ada yang membawakan kursi dorong untuk Santi.