
Setelah mobil yang dikendarai Alana sampai ditempat tujuan, ia mengerutkan keningnya dengan wajah yang bingung saat membaca tulisan besar di depan gedung tersebut. Karena tempat yang di datangi adiknya itu bertuliskan Gold, dan seingatnya pemilik Gold adalah Abian Atmajaya.
Walaupun Alana tidak pernah berkunjung ke tempat kerja pria itu, namun dia tahu pasti pemilik Gold adalah Abian Atmajaya. Informasi itu ia ketahui dari sepupunya Boy Arbeto.
"Apa Alena tidak tahu siapa pemilik Gold?" gumamnya dalam hati. "Kau yakin ini tempatnya?"
"Tentu saja, memangnya kenapa?"
"Ah.. tidak apa-apa."
"Baiklah aku masuk dulu, titip Bian ya," ucap Alena sembari menatap puteranya yang tertidur lelap. Anak nya yang masih mengantuk itu rupanya meneruskan tidur di dalam mobil.
"Tunggu!" Alana menahan adiknya yang hendak membuka pintu.
"Kenapa Al?" tanya Alena dengan mengerutkan keningnya, karena sejak tadi saudara kembarnya itu terlihat seperti orang yang kebingungan.
"Aku hanya ingin bertanya, apa kau tahu siapa pemilik Gold?"
"Tentu saja, pemiliknya Tuan Sky."
Deg.
Jantung Alana terasa berhenti berdetak saat mendengar nama Sky disebut, sebuah nama yang selalu membuatnya panas dingin karena satu kejadian yang membuatnya merasakan menjadi seorang wanita.
"Sky? Sky siapa?" tanya Alana dengan hati-hati agar Alena tidak curiga.
"Sky..." Alena mencoba mengingat nama panjang dari pria tampan berkulit putih, beralis tebal, dengan rahang kokoh yang memiliki tinggi kurang lebih seratus tujuh puluh sentimeter. "Aku lupa siapa nama lengkapnya."
"Oh.. sayang sekali," Alana tersenyum. Berusaha menghilangkan rasa gugupnya dengan berasumsi bahwa pemilik nama Sky bukanlah hanya satu orang. Ada banyak nama Sky di dunia ini, jadi belum tentu Sky yang dikenal Alena sama dengan Sky yang dimaksudnya.
"Baiklah Al aku masuk dulu."
Alana menganggukkan kepalanya, menatap Alena yang berjalan masuk ke dalam gedung Gold. Tidak lama setelah Alena masuk, matanya menatap sosok Abian yang juga masuk ke dalam gedung tersebut.
"Sepertinya akan ada peperangan lagi," gumamnya dalam hati sembari menatap Bian yang masih tertidur lelap.
*
*
"Maaf karena sudah mengganggu waktu Anda," ucap Sky dengan tidak enak hati.
"Tidak apa-apa," Alena pun duduk tepat di depan tuan Sky.
"Jadi begini, aku menghubungi Anda karena ada beberapa perubahan di dalam surat kerja sama yang sudah kita sepakati." Sky memberikan berkas yang sudah di revisinya.
Alena menerima berkas tersebut lalu membaca isi di dalamnya. Dengan teliti ia mencermati beberapa poin tambahan dengan kening yang berkerut.
"Ini serius?" tanya Alena dengan wajah tak percaya. Karena isi poin di dalamnya menjelaskan, jika ia bersedia menempati tempat di kantor pusat, maka bayaran yang diterimanya sepuluh kali lipat dari yang sudah disepakati bersama.
"Tentu saja. Bagaimana, apa Anda tertarik?" tanya Sky dengan dingin dan tajam. Ia sebenarnya tidak suka dengan keputusan Abian yang merubah isi perjanjian kerjasama mereka, dengan memberikan jumlah yang tidak masuk akal.
Kini Sky semakin yakin ada hubungan istimewa yang terjalin antara Abian dan Alana, dengan wanita yang sama yang pernah menemani malamnya. Dan entah mengapa ada rasa tidak terima, jika wanita yang pernah menjadi miliknya walau hanya semalam itu dekat dengan pria lain.
"****!" umpatnya saat mengingat kembali malam panas yang pernah mereka lalui, dan rasanya ingin sekali ia mengulangi malam tersebut bagaimana pun caranya.
...π»π»π»...
...Pengumuman...
...Malam semuanya π€ Mom mau mengumumkan nama-nama para pemenang Give Away Novel Bad Wedding. Dan pemenangnya di bawah ini π...
...Selamat untuk para pemenang π...
...DM alamat dan no hp kalian ke Instagram mom_tree_17. Bagi kalian yang belum menang jangan berkecil hati, karena masih ada kesempatan di Give away Novel One Night In Dubai yang hadiahnya sangat menarik. Tidak lupa Mom juga mau mengucapkan terima kasih bagi kalian semua yang sudah mengirimkan poin selama ini untuk novel Alena dan Abian, love.. love sekebonπ ππ...