
Dira pov
Huek.... Huek... Huekkk
Pagi hari, saat bangun tidur aku sudah merasakan kalau ada yang aneh pada diriku,karna saat bangun tidur tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang menjolak dalam tubuh nya dan aku ingin memuntah kan semua isi perutku.
"Eughhhh, mungkin aku semalam masuk angin karna dari semalam aku belum makan" ucapku setelah membersihakan mulutku di wastafel.
Setelah selesai membersihkan diri, aku menuju ke dapur untuk membuat makanan, saat aku sedang memasak ada yang mengetuk pintu rumahku dan faisal.
'Siapa pagi-pagi begini bertamu?' batinku.
Aku pun langsung menuju ke luar untuk membukakan pintu.
"Iyah tunggu sebent...arr, maaf anda siapa yah? Ada yang bisa saya bantu?" ucap ku penasaran, karna ada seorang wanita berpakaian terlalu ketat, dan membuat ku heran, kenapa dia datang sepagi ini? Apa dia ingin bertemu faisal?.
"Oh jadi kamu perempuan yang udah ngerebut kekasih orang" ucap perempuan itu yang membuaf aku bingung, apa maksud nya? Aku perebur kekasih seseorang? Apakah dia kekasih faisal?
"Ma.. Maksud kamu apa?"
"Cih... Pura-pura gak tau, klo kamu mau tahu, perkenalkan aku Fika Geraldi Kekasih nya faisal, dan kamu udah ngerebut faisal dari aku kamu tahu itu bich?"
Plak
Aku refleks sungguh, karna apa yg diucapkan wanita itu sungguh keterlaluan, apa dia tak pernah berfikir kalau apa yg ia ucapkan membuat orang lain terluka? Aku tahu kalau faisal tak pernah mencintai ku, tapi....
"BARANI KAMU NAMPAR AKU BICH!"
"ma... Maaf aku tak sengaja"
"ada apa ini" ucap faisal yg sudah berada disamping fika.
"Sayang, lihat istrimu dia sudah berani menamparku" ucap fika manja.
"Apa? Dia menamparmu? Kau baik baik saja sayang?" ucap faisal sambil menyentuh pipi fika lembut.
SAKIT, sungguh melihat suami ku bermesra mesraan dengan wanita lain di rumah ku, DIDEPAN MATAKU.
ingin aku menangis dan menampar wanita itu tapi aku sadar batas ku.
"Heh bich! Berani sekali kau menampar wanita yg kucintai Hah!"
"Fa.. Faisal maaf bu..bukan begitu aku tidak sengaja faisal sungguh"
Plak
Assshh sakit faisal menamparku kasar hingga aku merasakan sudut bibirku berdarah, tapi luka ini tak seberapa sakit dibandingkan dengan luka dihatiku melihat suamiku menamparku demi wanita lain.
"Itu balasan karena kau berani menyakiti wanitaku"
"Ayo sayang kita pergi, nanti kita terlambat"
"Daaaahh bich"
Aku hanya bisa menangis dan menangis dipagi hari, aku memutuskan untuk tidak kekantor dulu dan berniat beristirahat karna aku merasa badan ku lemas sekali.
Aku pun bangkit dan mengambil kotak P3K untuk mengobati luka di sudut bibirku.
Drttt... Drrttt...
Saat aku sedang mengobati luka ku ponsel ku berdering dan aku melihat ada yang menelpon ku.
081256XXXXXX is calling
siapa? Apakah faisal? Ah itu tidak mungkin.
Aku pun mengangkat telpon itu.
"Halo... Assalamualaikum,, maaf ini siapa yah?"
"Waalaikum salam,,hahaha kau melupakan ku dira? Padahal baru kemarin kita bertemu"
Bertemu? Bahkan aku kemarin tidak bertemu siapa siapa kecuali karyawan kantor dan....
"Bagas? Apa ini kau?"
"Hahaha,,, akhirnya kau ingat juga dira, kau ini bagaimana sih padahal kau baru kemarin memberikan ku nomor telpon mu"
mengingat kemarin rasa bersalahku muncul kembali, apa Bagas sudah memaafkanku? Kalau benar baguslah aku pun senang.
"Hehehehe maaf bagas aku lupa"Ucap ku dengan suara serak karna sedari tadi aku menangis.
"Dira... Kamu menangis? Hey kenapa suara mu seperti habis menangis?" tanya bagas yang membuat ku bingung menjawab aku.
"tidak bagas, aku tidak papa, suaraku serak karna baru bangun tidur hehehe"
"Sungguh? Kau ini dasar kebo hahahah"
"Iihhh bagas kamu nyebelin"
"Hahaha aku hanya bercanda dira"
"Isshhh kau in.. Huek huek" ucapan ku terpotong karna aku kembali merasakan mual.
"Dira? Kamu kenapa? Apa kau baik baik saja?"
"Tidak bagas huek... Aku gpp hanya masuk angin saja, aku tutup telpon nya yah assalamualaikum"
"waalaikum sa....."
Ucapan bagas terputus karna aku mematikan telpon sepihak dan berlari kekamar mandi karna aku merasa mual, setelah membersihkan diri aku berniat kerumah sakit.
****