
"Cepat katakan, apa yang pernah kau lakukan padaku apa ada hubungannya dengan Alana? Maksudku apa kau mengenal dan menjalin hubungan dengan saudara kembarku?" tanya Alena dengan sedikit kesal, karena sudah lima belas menit mereka sampai di restoran yang letaknya tidak jauh dari Perusahaan Gold, Sky hanya diam saja tidak mau memberikan penjelasan sama sekali.
"Aku memang mengenal Alana, tapi kami tidak mempunyai hubungan apa pun," ucap Sky pada akhirnya, setelah cukup lama berpikir jawaban yang paling pas untuk ia berikan pada Alena.
"Jadi memang benar Tuan Sky mengenal Alana. Tapi kenapa tempo hari Alana mengatakan tidak mengenal?" gumamnya dalam hati dengan bingung. "Yakin kau tidak memiliki hubungan apa pun dengan saudara kembarku?"
"Sangat yakin, kalau kau tidak percaya tanya saja pada Alana," ucap Sky tanpa ada keraguan sedikitpun. Karena saat ini mereka memang tidak memiliki hubungan apa pun, bahkan ia dan Alana baru kembali bertemu satu Minggu yang lalu sejak malam panas yang mereka lalui hampir tiga tahun yang lalu.
Alena menatap Sky dengan intens, mencari kebohongan di raut tampan tersebut.
"Tapi Sky di saat kejadian itu jelas-jelas kau mengatakan ingin mengulangi kisah kita, seakan-akan aku adalah orang yang pernah berhubungan denganmu, dan pada kenyataannya kau mengenal Alana. Apakah itu hanya kebetulan semata?" pancing Alena dengan menyelidik.
Deg.
Sky terdiam, ia lupa pernah mengatakan hal tersebut pada Alena. "Apa yang harus aku jawab? Tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya bukan? Itu sama saja membongkar aib ku dan Alana."
"Kenapa diam?"
"A-aku sedang mengingat-ingat apa pernah mengatakan hal tersebut?"
"Kau jelas-jelas mengatakannya Tuan Sky," ucap Alena dengan tersenyum sinis. Bagaimana bisa pria itu melupakan apa yang pernah diucapkannya sendiri.
"Kalau memang benar aku mengatakannya, itu pasti hanya trik untuk membuatmu mau melayani ku, tidak ada maksud lainnya," bohong Sky.
"Aku tahu kau pasti tidak akan percaya dengan semua ucapanku, jadi lebih baik kau tanyakan saja pada Alana apa kami memiliki hubungan atau tidak?" Sky yakin kalau pun Alena bertanya pada saudara kembarnya, Alana pasti tidak akan menjawab dengan jujur. Karena baik dirinya maupun Alana, sudah sepakat untuk tidak saling mengenal jika bertemu kembali.
"Ya, aku rasa aku harus bertanya pada Alana," sahut Alena sembari mengangkat kedua bahunya. "Baiklah karena pembicaraan kita sudah selesai, aku harus pergi."
"Tunggu Alena!" Sky menggenggam tangan Alena yang ada di atas meja. "Aku mohon maafkan semua yang pernah aku perbuat, aku benar-benar menyesal," pinta Sky dengan rasa penyesalan yang teramat dalam. "Aku ingin hubungan kita bisa kembali baik seperti semula."
Alena menghela napasnya dengan kasar. "Lepaskan aku Tuan Sky!"
"Tidak sebelum kau memaafkanku," Sky tetap menggenggam tangan Alena yang memberontak.
"Baiklah aku memaafkanmu, jadi lepaskan tanganku!"
"Terima kasih Alena," Sky yang terlalu bahagia karena sudah dimaafkan oleh Alena, sampai lupa untuk melepaskan genggaman tangannya. Dan baru tersadar saat seseorang menariknya dengan kasar hingga membuat genggaman tersebut terlepas.
"Berani sekali kau menyentuh istriku!"
"Abian..." ucap Alena dan Sky bersamaan dan dengan wajah yang terkejut.
Abian sendiri tidak mempedulikan keterkejutan Alena, karena fokusnya kini hanya tertuju pada Sky yang lagi-lagi membuatnya marah dan kecewa. Dia tidak menyangka teman baiknya itu berani mendekati istrinya lagi setelah permintaan maaf yang dilakukan pria itu beberapa hari yang lalu. Kalau tidak mengingat saat ini mereka berada di tempat umum, sudah dapat dipastikan sebuah pukulan mematikan mendarat di wajah Sky Dwight.