
Dira pov
Hari sudah sore, kenapa ken dan faisal belum pulang juga? Apa jangan-jangan faisal punya niatan jahat sama ken?
Ting nong.... Ting nong...
(Anggap itu suara bell ya)
"Bunda, ken cama om faical pulang bunda"
Ah akhirnya mereka pulang juga, aku sungguh khawatir sampai berfikiran buruk pada faisal.
"Ken, ya ampun kamu dari mana aja sih, bunda khawatir sama kamu tau ken" ucap ku menghampiri ken yang sedang asik dengan mainan barunya.
'mungkin dibelikan oleh faisal'
"Maap bunda, tadi ken acik main cama om hehehe" ucap ken cengengesan.
"Kamu ga usah khawatir dira, ken kan hanya bermain dengan ku, dan aku tadi membelikannya mainan baru"kata faisal membela
"Seharusnya kamu tidak perlu membelikannya mainan sal, ken masih terlalu kecil kamu jangan terlalu memanjakanya" ucap ku menasihati faisal, karna aku tidak ingin ken menjadi anak yang manja dan hidup berlebihan.
"Ih bunda ili aja deh ken dibeliin mainan cama om" ledek ken
"Ken..." ucapku menegur ken
"Maap bunda" kata ken menundukkan pandangan nya karna merasa sudah membuat aku marah.
"Ken,.Ken mandi dulu sana nanti malam kita makan bareng sama om, ken dan bunda, ken mau?" Ucap faisal membujuk ken.
"Mau om"
"Yaudah ken mandi dulu oke, sekarang ken kekamar yah nanti kita berenang bareng sama om oke"
"Oke om, dah bunda, dah om ken ke kamal dulu yah" ucap ken sambil melambaikan tangan dan berlari menuju kamarnya.
"Seharusnya kamu ga usah beliin ken mainan sebanyak itu, aku ga mau dia jadi anak manja faisal" ucapku pada faisal
"Aku hanya mau membelikan apa yg seharusnya dulu aku berikan untuk nya dira" ucap faisal.
Aku tau ken memang membutuhkan mainan di umur nya yang masih anak anak tetapi itu terlalu berlebihan.
"Huft...yaudah Tapi kamu jangan terlalu manjain ken yah, yaudah aku mau kekamar dulu" ucap ku mengalah karna mau berdebat sampai kapan pun faisal lah yang selalu benar, dan aku berniat untuk membersihkan diri karna kata faisal dia akan mengajak aku dan ken makan malam bukan?
"Ngapain?" Tanya nya
"Tadi kata kamu mau makan malem diluar, jadinya aku mau ganti baju"
"Emang aku ngajak kamu?"
"Ouh jadi aku ga di ajak? Yaudah gapapa aku mending tidur aja"
"Jangan ngambek dong sayang" ucap faisal sambil memeluk ku.
"Kamu apaan sih main peluk-peluk aja lepasin ih" kata ku, sebenarnya aku sangat nyaman berada di pelukanya tapi aku malu kalau ken melihat nya.
"Iya deh iyah" ucapnya sambil melepas pelukan.
"Hmm"
"Udah gausah ngambek, sekarang kamu ganti baju, nih pake baju yang aku beliin dandan yang cantik oke" ucap nya memberikan ku sebuah paper bag berwarna merah.
"Iya iya bawel" ucap ku dan menuju kamar untuk bersiap siap.
Author pov
Saat ini dira sedang memandang dirinya sendiri di balik cermin dengan mengenakan gaun berwarna merah pemberian dari faisal tadi.
"Udah gausah diliatin mulu, kamu udah cantik dira" ucap faisal di depan pintu kamar dira dengan setelan jas berwarna hitam senada dengan dira.
"Benarkah?"
"Iya sayang, ayo ken udah nungguin kita dari tadi tau"
"Iya iya deh"
Faisal dan dira pun keluar kamar dan turun menghampiri ken yang sudah cemberut sambil melipat tanganya didepan dada.
Skip
"Bunda lama banget ciii ken nungguin dali tadi tau" omel ken pada dira
"Iya iya maaf yah sayang, tadi bunda siap siap dulu" ucap dira
"Yaudh ayo kita berangkat nanti kemaleman" ucap faisal sambil mengangkat ken ke dalam gendonganya.
"Ayo om"
Skip.....
Restoran XXXX
Mereka sampai pada tempat tujuannya, di sebuah restoran mewah nuansa eropa dengan alunan musik yang menambah susana tenang.
"Om kita makan dicini ya?" Tanya ken pada faisal
"Boleh om, Yaudh om, bunda, ken ke cana dulu ya dadaaahhh"
"Hati hati ken" ucap dira khawatir
"Apa ken gapapa main disana? Aku takut ken kenapa napa faisal" ucap dira cemas
"Kamu jangan khawatir dira disini Ada bodyguard aku buat jagoan ken,.jadi kamu tenang aja oke?" Ucap faisal
Meyakinkan dira
"Huft... Iya"
"Ya udah ayo duduk, ga pegal emang berdiri terus hmmm?"
Ucap faisal menarik kursi untuk diduduki dira
"Terimakasih sal"
"Everything for you babe"
"Ish kamu mah,,," ucap dira sambil menundukkan wajah nya menahan semburat merah dan menahan malu siap untuk ditertawakan oleh nya.
"Heiii lihat aku, jangan nunduk gitu dong" ucap faisal sambil mengangkat dagu dira agar menatap wajah nya.
"Kenapa kau harus malu seperti itu hmm? Apa kau lupa? Kalau aku adalah milikmu?" Ucap faisal
"Hah?ap..Apa?"
"Ya aku memang milikmu bukan? Aku masih sah sebagai suami mu dira, tetapi kalau kamu tidak menganggap ku itu tak apa, dira aku ingin kita menyelesaikan semua yang telah lewati, termasuk sikap ku yang dulu mengecewakan hati mu dira" ucap faisal menyesal.
"Faisal....." ucap dira menatap faisal yang tampak menyesal atas apa yang dulu ia lakukan padanya.
"Aku merasa lelaki brengsek yang hanya bisa membuat hati mu menangis, aku merasa bodoh telah mengecewakan kamu dira, aku sungguh menyesal"
"Kamu tidak perlu menyesal seperti ini faisal,aku tahu kamu bersikap seperti itu karena kamu belum siap.menerima ku dalam kehidupan mu."
"Maafkan kesalahan ku selama ini dira,maaf jika aku sering membuat hatimu terluka dan membuat mu menangis dira, saat ini aku sangat menyesali perbuatan ku dulu dira, asal kau tahu aku sangat mencintai mu dira"
"Please...beri Aku satu kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan ku dira"
'apa faisal sungguh-sungguh?, aku benar benar tidak bisa.berkata apa apa aku seperti terhipnotis oleh semua ucapan faisal' batin dira
"Baiklah,,, aku memberikan mu satu kesempatan lagi faisal, aku harap kamu tidak.menyia nyiakan kesempatan yang aku berikan faisal"
"Terimakasih dira, kamu masih mau memberikan aku kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahan ku ini, aku akan menepati janji yang akan Aku ucapkan ini dira"
"Aku harap begitu faisal"
"Dira aku ingin mengatakan sesuatu padamu"
"Apa itu?"
"Ah tidak jadi"
"Faisal... Kamu bikin Aku penasaran ih"
"Baiklah baiklah akan aku katakan"
"Apa?"
Bukanya menjawab pertanyaan dira melainkan faisal malah bangkit dari tempat duduk nya dan berlutut didepan dira sambil.menggenggam tangan dira dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Nadira andriyani wijaya, maukah kamu menerima ku kembali sebagai suamimu? Menjadi ibu dari anak anak ku, membesarkan mereka bersama sama sampai mereka dewasa dan mempunyai rumah tangga masing masing?.... dira wi you be mother for my children?"
"Yess i will" ucap dira,
Tanpa ia sadari air mata bahagia jatuh dari mata indah nya, ya itu air mata bahagia bukan air mata kesedihan seperti sebelumnya.
"Terimakasih sayang, i love you " ucap faisal langsung membawa dira kedalam pelukan nya.
"I love you too" ucap dira membalas pelukan faisal.
"Om, bunda kok ken Ga di peluk? Ken kan juga mau di peluk bunda" seru ken yang tiba- tiba dateng.
"Ken sayang... mulai sekarang kamu panggil om faisal jangan om lagi yah sayang, panggil nya ayah" ucap dira mensejajarkan tingginya dengan ken.
"Ayah? Ayah tuh kayak papah nya diva yah bunda?" Tanya ken
"Iya sayang"jawab faisal
"Aciiiikkk ken punya ayah, ken sayang ayah sama bunda" ucap ken antusias karna mengetahui akhirnya mempunyai seorang ayah.
"Bunda juga sayang" ucap dira yang langsung memeluk ken karna bahagia
"Ayah juga" ucap faisal yang ikut memeluk ken dan juga dira.
'Terimakasih ya allah akhirnya engkau menjawab semua doa ku'
Akhirnya dira faisal dan ken hidup selamanya dengan nyaman.
Bersambung....