Bad Wedding

Bad Wedding
Part 85



Ya, Abian sudah mengetahui sejak awal kalau wanita yang menabraknya adalah Alena. Namun dia berpura-pura tidak tahu, bahkan harus menahan rasa bahagianya saat bisa menatap dengan jelas wajah wanita yang sangat dirindukannya itu, hanya agar Alena tidak melarikan diri lagi atau berteriak memanggil para pengawal yang selalu menjaganya. Karena jika itu sampai terjadi, Abian yakin akan kehilangan jejak Alena lagi dan tidak bisa bertemu dengan putranya.


Itu sebabnya ia memilih diam, agar mengetahui dimana tempat tinggal Alena. Karena untuk mengetahui dimana tempat tinggal wanitanya sangatlah sulit, padahal sejak kemarin Ben dan anak buah lainnya sudah mencari tahu, namun sampai detik ini tidak membuahkan hasil.


"Sebentar lagi.. sebentar lagi kita akan bertemu kembali Alena Atmajaya."


Sementara itu tidak jauh dari tempat Abian berada. Sky yang sejak tadi melihat interaksi Abian dan wanita yang mengaku bernama Albi itu, tersenyum sinis saat telinganya mendengar dengan jelas saat Abian memanggil wanita itu dengan nama Alana.


"Cih.. dasar murahan! Jadi ini alasanmu meminta kita untuk tidak saling mengenal jika bertemu kembali. Karena tenyata kau sudah memiliki kekasih."


Sky yang merasa sedikit kecewa mengetahui kebenarannya, memutuskan untuk tidak lagi peduli dengan wanita yang pernah menemani malamnya itu. Kini ia tahu kenapa keluarga besar Arbeto membuat perusahaan Atmajaya hancur, rupanya karena pria itu menjalin hubungan dengan wanita keturunan dari mereka.


Ya, Sky memang tidak pernah tahu dan tidak mau tahu urusan pribadi Abian Atmaja. Yang ia tahu hanyalah ingin membantu pria itu, saat mengetahui perusahaan keluarga Atmajaya dibuat bangkrut oleh keluarga besar Arbeto.


Dan kini setelah mengetahui semuanya, apakah dirinya menyesal telah membantu Abian? Jawabannya tentu saja tidak, karena memang sejak awal dia membantu pria itu dengan tulus tanpa pamrih. Yang ia sesalkan hanya satu, kenapa Abian menjalin hubungan dengan wanita yang pernah menjadi miliknya walau hanya semalam.


"Tuan Anda kenapa?" tanya Erik saat berhasil menyusul, melihat bagaimana pria itu yang terlihat kesal.


"Jangan banyak tanya," jawab Sky dengan dingin. "Oh ya, nanti malam temani aku minum!"


"Baik Tuan." Meskipun tidak tahu alasan tuannya mengajak minum, Erik tetap mengiyakan perintah tuan nya itu.


*


*


Sementara itu Alena yang sudah berada di dalam mobil, sejak tadi hanya diam tanpa mengatakan satu katapun. Yang dilakukannya hanya mendekap erat tubuh Bian, untuk menghilangkan rasa yang berkecamuk di dalam hatinya. Rasa kecewa, terluka, dan bahagia yang menjadi satu membuat dadanya terasa begitu sesak.


"Ada apa Alena? Apa ada yang mengganggumu?"


Alena meng-gelengkan kepala.


"Lalu kenapa kau diam saja?"


"Aku hanya merasa tidak enak badan," jawab Alena dengan berbohong.


Mendengar jawaban Alena, Alex tidak bertanya lagi meskipun tahu jawaban yang diberikan wanita itu bohong. Apalagi saat melihat dari kaca spion, ada mobil yang mengikuti mereka. Dan sudah dapat dipastikan mobil itu orang suruhan Abian Atmajaya.


"Tuan..." supir yang mengetahui mobil yang dikendarainya diikuti, menatap pada tuan Alex yang duduk disampingnya.


"Jalan saja!" Alex tidak bisa menghalangi mobil tersebut, karena perjanjian yang telah dibuat Boy Arbeto yang tidak akan menutup akses bagi Abian menemukan Alena.


"Tapi Tuan..."


"Aku bilang jalan!"


"Baik Tuan." Supir itu pun melaksanakan perintah tuan Alex, menjalankan mobilnya ke apartemen.


Ben yang sedari tadi mengikuti mobil yang ditumpangi Alena, menyuruh anak buahnya untuk berhenti saat melihat mobil tersebut masuk ke salah satu apartemen mewah yang ada di Jakarta.


Tanpa menunggu lama, Ben pun mengirimkan alamat tempat tinggal Alena pada Abian, meskipun dia merasa sedikit aneh kenapa semudah itu mereka mengikuti mobil yang di jaga oleh pengawalan yang ketat itu. Tapi Ben tidak mau ambil pusing, saat ini yang terpenting adalah Abian Atmajaya bisa bertemu dengan Alena dan putra mereka.