Bad Wedding

Bad Wedding
episode 8



Happy reading gaed( ˘ ³˘)❤


****


Author POV


Pagi ini dira sudah bangun dan langsung membersihkan diri, dan mulai sarapan, dira ingin berkeliling disekitaran taman dekat rumah nya.


Disaat dira hendak menyebrang jalan tiba-tiba.....


"Aaaa...." jerit dira saat ada motor yang menyerempet nya.


namun takbisa dihindari dira tertabrak motor yg membawa kecepatan tinggi itu pun membuat Dira pingsan dipinggiran trotoar dengan luka dikepalanya, sedangkan si penabrak itu langsung meninggalkan dira tanpa membantu nya yang hanya ada dira di jalan itu sendirian.


Author POV end


****


Dira POV


Aku mengengerjap kan mataku, kepala ku pusing, aku coba mengingat kejadian tadi siang, aku hampir mati karena ditabrak pesepeda motor tak bertanggung jawab itu, tapi aku dimana? Apa aku disurga? Kenapa surga penuh dengan bau obat obatan seperti dirumah sakit? Aku mencoba membuka mataku meskipun kepalaku terasa pening.


Aku mengedarkan pandangan ku, benar ini rumah sakit berarti aku tidak mati, ahhh syukurlah, tapi mataku tertuju pada pria yang sedang tertidur disofa, sedang apa dia? Apa dia yang menolongku? Ahhh aku merasa tenggorokan ku kering, aku haus, aku hendak mengambil air minum yang ada disamping nakas namun tangan ku tak sampai untuk menjangkau nya sampai akhirnya..


Prang...


Gelas itu pecah hingga membangun kan pria yang tertidur disofa itu.


"Apa yang terjadi? Apa kau baik baik saja?" ucap pria itu khawatir, dan menghampiriku.


"A.aku baik baik saja, maaf karna aku telah membangunkan mu" ucap ku gugup dan aku menunduk takut untuk menatap wajahnya aku takut dia marah.


"Ah tidak papa, aku memakluminya, apa kau baik baik saja? Kepalamu masih terasa sakit?" tanyanya sambil menyentuh keningku yang diperban.


'' tidak papa, aku baik baik saja, hanya kepalaku terasa pening sedikit" ucap ku tersenyum menyakinkanya.


''Syukurlah kau baik baik saja, beruntung kata dokter janin yang ada dirahim mu juga baik" ucap pria itu tersenyum.


"Syukurlah kandungan ku tak apa apa, terimakasih tuan karna anda sudah menolongku" ucap ku sambil mengelus perut ku yang masih rata.


"Tidak perlu berterimakasih, aku hanya menolongmu karna tadi kau pingsan dijalan"


"emmm baik lah tuan, apa aku boleh tau kau siapa?" ucap ku penasaran.


"Oh iyah aku hampir lupa memperkenalkan diriku hehehe, perkenalkan namaku alex, alex irfan sanjaya, kau? Siapa namamu?" ucap nya sambil menjulurkan tangan nya untuk bersalaman.


" aku dira, nadira andriyani wijaya, kau bisa memanggilku dira" ucap ku tersenyum sambil menerima jabatan tanganya.


"Baik lah dira, senang bertemu dengan mu, oh ya kata dokter kau sudah boleh pulang, apa kau masih merasa sakit?"


"Ah iyah lex, sepertinya aku harus pulang, terimakasih atas bantuanmu lex" ucap ku sambil beranjak dari ranjang.


"Hati hati dira, kau belum terlalu pulih" ucap alex membantuku.


"Terimakasih alex, aku pamit dulu yah" ucapku


"Aku akan mengantarkan mu pulang aku takut kau kenapa napa"ucap alex khawatir


"Ah tidak perlu lex, aku bisa kok pulang sendiri"kekeuh ku menolak ajakan alex


"Aku tidak terima penolakan."ucap nya tak boleh terbantah kan.


Jadilah aku pulang bersama alex.


Saat ini aku sudah berada di rumah ku, dan alex pun sudah pulang karna dia ada urusan mendadak, aku memutuskan untuk membersihkan diri dan beristirahat Karena keadaan ku masih blm pulih total.


Dira POV end


*****


Author POV


"Bagaimana rencana mu? Apa kau berhasil?" ucap pria itu


"Tentu, aku berhasil, dia pun tidak tahu kalau sedang aku kuras uang nya, sungguh pria bodoh" ucap wanita itu sambil tersenyum meremehkan.


"Bagus pertahan kan itu dan teruslah kuras uang faisal sampai ia bangkrut" ucap pria itu


"Baik lah sayang, tapi hadiah untukku apa?" ucap wanita itu manja


"Nanti malam datang lah ke apartemen ku sayang, nanti aku buat kau mendesahkan namamu" ucap pria itu berbisik pada wanita itu.


"Dasar mesum, itu sih enak dikamu enggak di aku" ucap wanita itu kesal.


"Tapi kau menikmati nya bukan? Sudah lah nanti malam jam 8 datang lah ke apartemen ku, akan ku puaskan dirimu manis" ucap pria itu menggoda wanita yang ada dihadapanya.


"Baik lah nanti aku kan datang ke apartemen mu, tapi kamu harus belikan aku berlian keluaran terbaru yah??" ucap wanita itu manja


"Baik lah sayang" ucap pria itu mencium pipi wanita yang ada didepanya.


"Dasar modus" ucap wanita itu kesal dengan pipi yang merona.


Tapi mereka berdua tidak menyadari bahwa sedari tadi ada yang merekam aksi mereka berdua.


****


Saat ini faisal sedang berada dikantor nya, dia tidak pulang dari kemarin karna pekerjaan nya yang menumpuk. disaat Faisal sedang mengerjakan pekerjaan nya tiba-tiba ada yang mengetuk ruang kerja nya.


"Masuk"


"Hai bro"


"Brayn? Mau apa lo kesini?"


''Mau liat temen gue yang habis kawin kayak gimna hahaha" ucap brayn sambil duduk disofa


"Bacot lo" ucap faisal kesal, dan menghampiri brayn dan duduk disampingnya.


"Hahaha, selow sal selow, ada yang mau gue omongin sama lu" ucap brayn


"Apa? Buruan gua ada kerjaan nih" ucap faisal


"Iya iya, lu masih pacaran sama fika?" ucap brayn


"Iyah gua masih pacaran sama dia, kenapa? Lu mau nikung gua hah?!" ucap faisal yang mulai emosi.


"Wesss santai bro santai, bukan gitu maksud gue, gua cuma mau bilang kalau fika itu cuma nguras duit lu doang dia itu gak cinta sama lo" ucap brayn mencoba menahan emosi faisal


Bugh...


Faisal memukul pelipis brayn hingga keluar darah segar dari sudut bibirnya.


"Maksud lo apa hah?! Jelas jelas fika sayang sama gua, atau jangan bilang lo yang mau ngerebut fika dari gua hah?!"ucap faisal sambil mencengkram kerah baju brayn.


"Ck.... Bisa sabar gak si lu? Lu kalo gapercaya fika itu busuk, nih liat semua video nya di flashdisk ini, gua yang liat kalo fika selingkuh dari lu dan gua udah rekam semua aksi dia disini, dan katanya dia nanti jam 8 malam bakalan ke apartemen pacar nya lu datengin aja nanti klo gapercaya!" ucap brayn yang juga mulai emosi dan melepaskan cengkraman dari faisal.


Lalu brayn memberikan sebuah flashdisk pada faisal yang berisikan video kemarin saat fika bertemu dengan pria yang waktu itu berada di mall disaat bersamaan ada Brayn disana.


"Gue pamit pulang dulu, dan jangan nyesel sama semuanya sal, lu udah buang batu berlian demi batu kali!"ucap brayn langsung keluar dari ruangan meninggalkan faisal yang terdiam.


Lalu faisal berjalan ke kursi kerjanya dan menyalakan leptop dengan flashdisk yang tadi diberikan oleh brayn padanya.


Faisal menyimak dengan baik video yang ada dileptop, tanganya mengepal dengan kuat, dia marah, dia melihat jam yang ada dijam tangannya yang menunjukkan jam pukul 8 malam lalu faisal mengambil kunci mobil nya dan langsung pergi menemui fika yang saat ini berada di apartemen sekingkuhanya itu.


"Tidak mungkin fika selingkuh! Fika mencintaiku!!!" ucap faisal sambil menyetir mobil dengan kecepatan diatas rata rata.


  Author POV end


****


Bersambung...