Bad Wedding

Bad Wedding
episode 10



2 tahun kemudian.....


'' hay anak nya bunda, mau mamam yah hmm?" ucap wanita muda itu pada anak laki laki berumur dua tahun.


"Iya nda, ken mu mamam" ucap balita kecil itu pada bundanya.


"Yaudah tunggu yah, bunda ambilin bubur kamu dulu"  ucap Dira berjalan kearah dapur dan meninggalkan ken yang asik bermain diruang tamu.


Yah wanita tadi adalah dira dan balita mungil tadi adalah ken, KENZIE ALFARIZI A. anak dira dan faisal  saat ini dira masih tinggal di rumah nya yang dulu dengan ken dan dira mencari nafkah dengan melanjutkan bisnis toko kue nya dulu dan sekarang sudah berkembang dikota malang.


"Mamam.. Mam" gumam ken tak jelas sambil memaikan bola plastik nya dan melempar lemparkan bolanya.


Namun saat asik bermain bola ken bergelinding ke luar rumah sehingga ken mengikuti kemana bolanya pergi.


"La..bola.." gumam key sambil merangkak ke luar rumah mengikuti bolanya.


"Ken sayang, nih bubur nya udah bunda buatin" ucap dira sambil membawa bubur ken dan berjalan menghampiri nya.


Namun saat berada diruang tamu dira tidak mendapati ada ken di ruang tamu tapi ia tak menemukan ken dirumahnya.


"Ken kamu dimana sayang?!" ucap dira mulai panik, dan dira berniat keluar rumah nya dan melihat ken yang merangkak di seberang jalan.


"Astaga, ken awas!!" jerit dira panik sambil berlari menghampiri ken namun tiba-tiba.....


****


Faisal POV.


2 tahun, dua tahun kamu ninggalin aku dira karna kesalahan aku waktu itu, aku bingung harus mencari mu kemana karna aku sudah mencari mu kemana mana namun hasil nya sama aku tak bisa menemui mu.


Saat inu aku berada di bandara kota malang, yah aku ada pekerjaan disini dan aku berharap akan menemui dira dikota ini.


Aku membawa mobil ku yang ada dikota malang berkat brayn. Dan untuk fika dan sam pasti kalian bertanya kemana mereka? Mereka sudah membusuk dipenjara karna brayn melaporkan tindakan mereka atas tuduhan penipuan.


Aku mengendarai mobil ku membelah jalanan kota malang, aku melihat lihat sekeliling siapa tau aku bisa menemukan dira disini, tanpa aku sadari ada balita yang sedang merangkak hendak menyebrang jalan, buru-buru aku mengerem dadakan agar aku tidak menabrak balita itu.


Beruntung keadaan sepi sehingga tidak terjadi kecelakaan karna aku berhenti tiba-tiba tadi. Aku pun keluar dari mobil dan menggendong balita itu.


"Hei nak, mengapa kau disini kemana ibu mu?" ucap ku sambil menggendong balita ini.


"Unda mamam" gumam balita itu tak aku mengerti.


"Astaga ken, ken kau baik baik saja? Maafin bunda nak bunda lalai jagain kamu hiks..." ucap wanita yang tiba-tiba mengendong balita ini, 'mungkin ibunya' batin ku tersenyum.


"Maap unda, ken nakal" ucap balita bernama ken itu sambil mengusap air mata bundanya.


"Maafin bunda yah ken" ucap wanita itu sambil memeluk balita itu.


"Iyah nda.."


"Terimakasih mas anda telah menolong anakku" ucap wanita itu mengusap air matanya tanpa menatap ku.


"Tidak papa, lain kali hati hati mbak" ucapku


"baik ma...s" ucap wanita itu terkejut sambil menatap ku. Dan aku pun terkejut karna nya.


Faisal POV end.


*****


Author POV.


Faisal dan dira sama sama terkejut, dira yang terkejut karna faisal yang hampir menabrak ken, dan faisal yang terkejut karna akhirnya dapat menemui dira.


"Aku permisi" ucap dira sambil berbalik dan hendak masuk kedalam rumah. Namun tangan faisal mencekal nya.


"Tunggu dira, aku ingin bicara padamu"


"Maaf mas, saya rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan saya permisi." ucap dira sambil mencoba melepaskan cengkraman faisal namun cengkeraman itu semakin kencang membuat dira meringis kesakitan.


"Ashh.." ringis dira karna tangannya terasa sakit.


"Maaf kan aku dira aku tidak bermaksud melukai mu, aku mohon izin kan aku berbicara dengan mu''


"Baiklah" ucap dira sambil melangkah masuk kedalam rumah dan diikuti oleh faisal.


"Baiklah" ucap faisal lembut sambil duduk disofa ruang Tamu.


Dan dira meninggalkan faisal untuk meniduri ken sebentar. Setelah beberapa menit dira kembali dan duduk di sofa yang berhadapan dengan faisal.


"Apa yang ingin kau katakan" ucap dira to the point saat bokongnya terduduk disofa.


"Maafkan aku" ucap faisal sambil menunduk. Ia malu karna dulu telah mencapakan dira dan sekarang kembali ingin memulai semua nya dari awal dengan dira.


"Maaf? Untuk apa?" ucap dira dingin pura-pura tidak tahu, bahkan Dira sudah tahu apa yang akan faisal bicarakan.


"Maaf kan aku dira untuk semuanya  maafkan aku telah membenci mu maaf kan aku yang sudah menyuruh mu mengugurkan anak kita dulu.. Hiks.. Aku minta maaf dira aku menyesal." ucap faisal sambil bersimpuh dibawah kaki dira dan terisak.


"Apa kamu baru menyadari nya sekarang faisal? Setelah semuanya terjadi? Apa kau baru meminta maaf padaku atas apa yang kau lakukan padaku!?" ucap dira tegas berusaha menahan air matanya.


Tidak dira tidak membenci faisal bahkan sampai saat ini ia masih mencintai faisal meskipun dulu dia menyia-nyiakan nya.


"Aku tahu aku bodoh dira aku minta maaf, maaf kan aku yang bodoh ini, aku mohon dira kamu m au memberikan aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya dira aku mohon"


"Bangun lah faisal, aku sudah memaafkan mu sejak dulu namun aku hanya kecewa padamu, bahkan aku masih mencintai mu faisal hiks.."


"Maaf kan aku dira" ucap faisal yang langsung memeluk dira yang mulai terisak.


"Kamu jahat sal kamu jahat, kamu tega kamu tega!! Hiks... Hiks.." ucap dira sambil memukuli dada faisal


"Pukuk aku pukul bahkan jika kamu mau kamu boleh membunuh ku dira" ucap faisal mengeratkan pelukanya pada dira.


"Hiks.... Aku ingin membunuh mu tapi hiks... Ken butuh ayah.. Aku tidak akan membunuh hiks..."


"Jadi.. Ken anakku? Anak kita?"


"Apa kau pikir aku menggugurkan nya waktu itu dan menikah lagi hah! Tidak aku tidak bisa karna aku mencintai mu hiks...''


"Jadi... Kau memaafkan kesalahan ku dira?"


"Hiks.. Hiks iya.. Demi ken hiks..."


"Terimakasih dira, terimakasih dira kamu mau memaafkan ku" ucap faisal langsung memeluk erat dira.


"Hiks... Hiks..." dira tidak memberontak karna dira menyukai pelukan hangat dari faisal yang membuatnya nyaman.


"Udah dong, jangan nangis, aku makin merasa bersalah dira'' ucap faisal sambil mengelus rambut dira.


"Baiklah" ucap dira membalas pelukan faisal dan mencium aroma tubuh faisal.


"Aku mencintaimu" ucap faisal pelan bahkan hampir tak terdengar.


Tunggu. 'Apa katanya tadi?aku? Mencintaimu? Apa aku tidak salah dengar?' batin dira sambil melepas pelukan nya dengan faisal.


"kenapa?" kata faisal dengan tampang polosnya.


"Tadi kau bilang apa?"


"Aku? Aku bilang apa?" ucap faisal pura-pura tak tahu.


"Ishh.. Kamu nyebelin'' ucap dira kesal memukul dada faisal


"Aduh duh, maaf maaf aku bercanda dira..." ucap faisal menahan tangan dira agar tidak memukulnya lagi.


"Kamu nyebelin" ucap dira ketus


"Aku Mencintaimu'' bisik faisal membuat jantung nya berdetak lebih cepat, dan langsung memeluk faisal.


"Aku juga mencintai mu faisal" ucap dira memembenamkan wajah nya ke dada faisal. Dan faisal pun menerima pelukan dari orang yang ia benci dulunya dan sekarang ia cintai, saat sedang moment berpelukan menghapus masa lalu yang kelam mereka tiba-tiba.....


Bruk...


"HUAAA UNDA ANTAT KEN AKIT HUAAAAAA"


"Astaga ken!" ucap dira sambil melepaskan pelukan dan berlari kekamar nya dan diikuti oleh faisal karna ken terjatuh dari tempat tidur.


*****