Bad Wedding

Bad Wedding
episode 15



Dikantor.....


Kenapa bisa semua jadi kacau gini?! Akh bikin susah kepalaku saja. - batin faisal.


Tok...tok..tok...


Suara ketukan pintu di ruangan faisal membangun kan nya dari lamunan.


"Masuk"


Faisal melirik ke arah pintu dan melihat seorang wanita muda cantik dan elegan menggunakan setelan baju sekretaris yang sangat pas ditubuh nya tapi tidak sampai memperlihatkan lekukan tubuhnya, dengan Brayn.


"Ada apa?" tanya faisal


"Ini ada yang mau ngelamar jadi sekretaris lu, tadi udah gue interview dan dia sesuai dengan sekretaris yang lu cari, yaa walaupun dia perempuan muda, dan pasti lu gamau, tapi lebih baik gue terima karena lu udah kaya orang gila kebanyakan kerjaan" terus terang brayn


"Hemmm" gumam faisal sambil melihat perempuan itu dari atas sampai bawah.


"Yasudah kamu saya terima, selamat bergabung di perusahaan saya"


"Terimakasih banyak pak sudah mau menerima saya" jawab nya


"Hm.. Lu boleh keluar yn, saya mau kasih tau tugas tugas dia'' ucap faisal


"Lu tenang aja dia udah gue kasih tau apa aja kerjaannya, berkas berkas yang harus dikerjakan udah gue taruh di ruang kerjanya, oh yah dan ini biodata dia." ucap Brayn


"Hmmm" gumamnya


"Yaudah gue keluar dulu, masih banyak kerjaan" ucap nya hendak melangkah keluar ruangan.


"Eh brayn, jangan lupa selidiki siapa dalang dari semua kekacauan ini" ucap faisal.


"Siapp boss" ucap brayn meninggalkan ruangan faisal.


......


Faisal mengecek biodata sekretaris itu dengan teliti.


''Jadi nama kamu Adelia Rahmawati G. ?" tanya faisal.


"Iya pak benar" jawabnya


"Apa makna nama kamu yang G?''


"Em.. Itu nama belakang saya pak, dari dulu saya belum tahu apa arti G itu dari ayah saya" jawab nya gugup


"Hmmm.. Yasudah kamu boleh keluar dari ruangan saya"


''Iya pak" ucap nya melangkah ke arah pintu.


"Adel"


"Iya pak?" tanya adel berbalik badan menghadap faisal


"Semangat untuk hari pertama kamu kerja disini, saya harap kamu bisa bekerja dengan baik" ucap faisal dengan senyumannya


"I..ii..ya pakk, terim..mmakasih pak, kalau gitu saya permisi dulu, saya mau ke ruangan saya" jawab nya gugup dan menunduk, lalu dia melangkah keluar ruangan.


"Iya silahkan"


Tanpa faisal sadari adel di luar ruangan nya sedang menetralkan jantung nya yang berdetak kencang, pipi nya kini memerah menahan rasa senang dan malu karena ditatap faisal. Yaps Adel dulu pernah menyukai Faisal tapi karena faisal dan kakak nya itu, adel hanya bisa memendam perasaannya dalam diam.


****


Hari menunjukkan pukul jam makan siang, setelah menjemput ken pulang sekolah, ia membuat makan siang untuk faisal, dirinya dan ken, dira berencana makan siang bersama di kantor nya faisal.


"Sayang ayo, kita ke kantor ayah nanti kita makan disana yah" ucap dira menghampiri ken.


"Ayo bunda ken ga sabar, ken kangen main sama ayah" ucap ken


Ken dan dira pun pergi kekantor faisal menggunakan taksi, sebenarnya dirumah ada mobil tetapi dira tidak terlalu bisa mengendarai mobil, jadi dia menggunakan taksi.


Skip....


Dira dan ken sekarang berada di loby kantor nya faisal.


"Selamat siang bu" ucap resepsionisnya di loby yang sudah tau kalau dira adalah istri faisal.


"Siang mba, emm mas faisal nya ada?" tanya dira ramah.


"Ouh pak faisal ya bu, ada di ruangan nya bu, mau saya telfonkan pak faisal?"


"Gausah mba, saya langsung ke ruangannya saja, marii" ucap dira meninggalkan tempat resepsionis sambil satu tangan menuntun ken yang sedari tadi asik dengan robot nya, dan tangan yang satu lagi ia gunakan untuk membawa paper bag yang berisi bekal makan siang nya.


Ken dan dira menaiki lift agar cepat sampai ke ruangan faisal. Pintu lift pun terbuka dan memperlihatkan ruangan sekretaris dan satu ruangan besar yang bertuliskan "ruangan direktur" yaps ruangan faisal.


'Meja buat sekretaris nya kok kosong? Mungkin aja faisal belum dapat sekretaris yang baru' -pikir dira.


Tok...tok..tok..


Sebelum masuk dira mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Emm kayanya ayah lagi sibuk makanya dia ga denger, ya udah ayo kita masuk aja yah" ucap dira


"Iya bunda"


Dira membuka pintu ruangan faisal dan yang pertama kali dira lihat adalah faisal sedang makan siang disofa ruangan nya bersama wanita cantik yang lebih muda darinya sambil tertawa ria.


Dia siapa?


Pikir dira, dia berusaha menahan rasa cemburunya dan bersikap biasa saja, sampai ken membangunkan nya dari lamunan.


"Bunda,, kok ayah udah makan duluan si bunda?terus itu siapa tante cantik bunda?"


"Mungkin itu temannya ayah sayang"ucap dira pelan kepada ken.


"Assalamualaikum mas" ucap dira menghentikan aktivitas dua insan yang sedang tertawa itu.


Adel pun terkejut, adel langsung menaruh kotak makannya dan langsung berdiri menundukkan kepalannya, sama dengan hal nya faisal dia pun terkejut akan kehadiran istri dan anak nya.


Yah wanita yang sedang makan siang bersama faisal adalah adel sekretaris baru nya itu.


"Kk...kamu kok disini? Sejak..kkapan?" tanya faisal gugup dan menghampiri dira.


"Mungkin sejak kalian lagi ketawa ketawa deh, em kenapa makannya ga di lanjutin aja? Nanti aku sama ken gabung yuk" ucap dira santai


"Emmm.. Enggak bu, saya sudah selesai kok saya permisi pak,bu" ucap adel meninggalkan ruangan faisal.


"Emmm aku bisa jelasin ke kamu" ucap faisal


"Kamu mau jelasin apa? Aku sama ken udah laper mau makan, iya kan ken?" ucap dira


"Iya bundaaa ken laperr" ucap ken berlari ke arah sofa dan mendudukkan dirinya.


kayaknya tuh anak udah kepegelan berdiri deh yaampun- batin dira geleng geleng


Dira pun menghampiri ken dan duduk di samping ken tampa memperdulikan faisal yang nampak kikuk dan merasa bersalah.


Dira membuka kotak makan untuk ken dan dirinya, dan masih mengabaikan faisal yang dari tadi memandangi nya, akhirnya dira pun jenuh sedari tadi di pandang oleh suami nya dengan tatapan bersalah walau dalam lubuk hati nya ia sangat sedih dan sangat cemburu, rasain suami laknat;v


"Apa sih mas? Dari tadi ngeliatin aku terus? Risih tau aku diliatin terus," ucap dira sinis tanpa melihat ke arah faisal. dan memasukkan makanan ke mulut nya dan ken sedari tadi asik memakan makananya sendiri sambil melihat video di youtube di hp bundanya.


"Sayang, maafin aku.. Aku bisa jelasin semuanya" ucap faisal memelas


Dira menaruh kotak makannya, dan dia menyilang tangan didada sambil memandang faisal ketus.


"Yaudah jelasin" ucap nya datar.


"Oke aku bakal jelasin, jadi kemarin aku sibuk banget karena sekretaris aku mengundurkan diri dan ada yang berusaha menjatuhkan perusahaan yang sudah aku rintis selama ini. Jadi semalam aku lembur dikantor mengerjakan semua berkas yang belum diselesaikan sekretaris aku yang lama jadi aku selesaikan dahulu, dan dirumah a..aku minta maaf udah kasar sama kamu semalam, jujur aku pusing dan kecapean makanya kebawa emosi jadi aku buat putusin ke ruang kerja aku dirumah, aku disana ga macem macem kok sayang aku disana lagi nge cek siapa dalang dibalik kekacauan ini tapi gada hasil dan aku ketiduran di ruang kerja, dan pas pagi nya aku ga sempet sarapan karena brayn nelfon aku kalau dia udah dapat sekretaris baru yang sesuai dengan kriteria aku, makanya aku buru buru sampai ga sempat nganterin ken kesekolah, dan.. Untuk yang tadi.. Emm.. Mmaaf. Tadi Sekretaris baru aku namanya Adel, dia ngajak aku makan siang bareng karena dia bawa bekal banyak,Aku kira kamu ga bawa makan siang ke kantor makanya aku terima tawaran darinya udah aku ga ngapa ngapain lagi hanya makan siang sebagai atasan dan karyawan dan pasti tadi kamu liat aku ketawa ketawa itu karena dia bikin lelucon makanya aku ketawa" ucap faisal panjang lebar kali tinggi sama dengan cintaku padamu (gajelas lu Thor org lgi brntem lu nge bucin;v)


Back to topik...


"Aku beneran gaada main sama sekretaris baru aku dira, beneran deh suerr" ucap faisal sambil memasang wajah melas dan dua tangan menunjukkan tanda V


Dira sebenarnya cukup lega mendengar penjelasan dari faisal tapi tetap saja kodratnya cewe kalo udah ngambek susah.


"Oh yaudah, nih bekal makan siang kamu, abisin" ucap dira datar memberikan kotak makan siang yang satu lagi untuk faisal.


Faisal menelan ludah nya dia sudah sangat kenyang karena memakan makanan dari adel bagaimana kalau ditambah lagi sama makanan dari dira? Emang perut nya bakal muat? Pikir faisal.


"Sayang... Aku udah makan tadi beneran deh udah kenyang perut aku" ucap nya sambil mengelus perut nya yang sedikit membuncit karena kekenyangan.


"Ouh gamau? Yaudah gapapa kok, ken ayo kita pulang " ucap dira hendak merapikan barang bawaannya


"Ehh.. Jj..jangan deh sayang tuh liat ken masih asik ngabisin makanannya, kamu disini aja yah aku bakal abisin kok" ucap faisal tersenyum terpaksa menahan derita.


Demi membujuk agar istrinya tak marah, faisal menghabiskan makanannya dengan secara terpaksa, walaupun masakan istri nya sangat lah enak, tapi kalau perut kekenyangan apakah rasanya akan tetap enak?


Dalam hati dira dia sangat senang melihat suami nya yang terjahili oleh nya


'Gapapa deh sekali kali ngerjain suami, lagian sih ngeselin' batin dira sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Kalau masih berani makan masakan orang lain, aku gabakalan masakin makanan lagi buat kamu"


"Uhuk..uhukk..." keselek faisal gays;v


"Kalau makan jangan lupa minum nanti keselek ****** loh"


Muka faisal udah kaya orang mau muntah tapi tetap dia paksain buat habisin makanan nya, dan meminum air putih yang telah disediakan oleh dira...


"Iya sayang iya suami mu ini gaakan nakal lagi kok" ucap faisal mencubit pipi dira..


Dira hanya mendengus kesal karena dicubit lalu tertawa bersama. Dan di ken masih asik sama hp bundanya, yaallah ni bocah...


Tanpa mereka ketahui dari tadi ada yang memandang sinis kedekatan mereka berdua,ya adel tadi hendak masuk kembali mengambil kotak makannya yang tadi ketinggalan tapi malah melihat asik nya dua kekasih sedang bermesraan.


'Liat aja nanti ka dira, ka faisal bakal aku rebut dari kaka dan aku akan bikin hidup kaka ga tenang' batin adel dengan seringaiannya.


*****


Bersambung....