Bad Wedding

Bad Wedding
Part 100



Melihat perkelahian antara Abian dan Sky yang semakin sengit, Alena pun segera meminta pada Ben untuk melerai keduanya. Karena ia tidak tega melihat Abian yang juga terluka karena perkelahian tersebut.


Namun karena kedua pria itu yang sama kerasnya tak ada yang mau mengalah membuat Ben kewalahan untuk melerainya, hingga ia pun berinisiatif meminta pada beberapa karyawan yang kebetulan ada di tempat tersebut untuk memisahkan kedua atasan mereka.


"Kau baik-baik saja?" tanya Abian pada Alena setelah perkelahiannya dengan Sky di lerai oleh beberapa orang.


Alena hanya menjawab dengan anggukan kepala sembari menangis saat teringat apa yang sudah Sky lakukan padanya. Reflek ia pun mengusap lehernya tanpa menyadari Abian masih menatapnya.


"Dasar Bajingan!" Abian kembali menghajar Sky dengan membabi-buta, saat melihat leher wanitanya yang merah seperti bekas gigitan. Tidak bisa ia bayangkan apa saja yang sudah temannya itu lakukan pada istrinya.


"Kau yang Bajingan! Dia itu milikku, kenapa kau ingin merebut bekas yang sudah kupakai?" ejek Sky yang tergeletak di atas lantai dengan darah yang menetes di salah satu sudut bibirnya.


"Brengsek!"


"Abian jangan!" Alena menggelengkan kepalanya sembari menahan lengan pria itu.


"Ale dia sudah keterlaluan!" tunjuk nya pada Sky dengan penuh emosi.


"Ale?" Sky yang masih sadar walau kepalanya sedikit pusing, langsung duduk saat mendengar temannya memanggil Alana dengan Ale. "Wow.. ada berapa banyak nama yang kau pakai pada setiap pria yang kau temui? Albi, Ale, Al—"


"Kau...!"


Alena lagi-lagi menahan Abian yang ingin menghajar Sky.


"Kenapa menghalangi ku? Apa jangan-jangan kau memang memiliki hubungan dengannya?" tanya Abian dengan emosi saat lagi-lagi Alena menahannya untuk tidak memukul Sky.


Mendengar tuduhan Abian tentu saja membuat Alena marah. Bisa-bisanya pria itu menuduhnya memiliki hubungan dengan pria lain. Dimana otak dan perasaan Abian Atmajaya sehingga dengan mudah menuduhnya.


"Ale tunggu!" Abian segera menyusul wanitanya dengan berlari. Meninggalkan Ben dan Sky yang masih berada diruangan tersebut dalam diam.


"Anda benar-benar keterlaluan Tuan Sky," Ben menolong pria itu untuk berdiri, lalu menyuruh karyawan yang masih ada di ruangan tersebut untuk pergi.


"Tuan mu yang keterlaluan! Mengatakan wanitaku sebagai Istrinya."


"Wanita itu memang istrinya."


Deg.


Sky langsung menatap pada Ben dengan tatapan tak percaya, mana mungkin wanitanya itu sudah menikah dengan Abian.


"Kau jangan bercanda?"


"Aku tidak bercanda Tuan." Ben pun meninggalkan tuan Sky di dalam ruangannya. Ia merasa tidak memiliki kewajiban untuk membantu mengobati luka pria itu, setelah melihat dengan beraninya pria tersebut melecehkan Alena.


"Hei tunggu, jangan pergi dulu!" Sky masih ingin bertanya tentang kebenaran Alana yang sudah menikah dengan teman baik sekaligus partner bisnis nya. "Sial! Kenapa jadi begini?"


Dengan bingung Sky berjalan keluar dari ruangannya, ia berniat untuk mencari Alana dan Abian. Terutama Alana, karena ingin mengetahui secara langsung status wanitanya.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, saat dirinya hendak mencari Alana. Wanita itu justru muncul dengan sendirinya saat pintu lift dihadapannya terbuka.


"S-Sky..." lirih Alana dengan terkejut, saat melihat sosok pria yang pernah menjadi partner nya diatas ranjang, kini berdiri tepat dihadapannya.