
Aluna mulai menceritakan kejadian saat keluarga Atmajaya datang berkunjung ke mansion Ricardo. Mereka dikenalkan satu persatu dengan keluarga Atmajaya, sampai akhirnya kedua orang tua mereka berbincang di ruang tengah, sementara Abian, adiknya, Alena, Alana, Alona, dan Aluna bermain di halaman belakang.
Entah apa yang terjadi pada kedua bersaudara Atmajaya, yang mereka lihat hanyalah saat Abian terjatuh ke dalam kolam renang. Dengan cepat Alena menolong Abian, karena memang diantara saudara kembarnya, yang pandai berenang hanya Alena dan Alana.
"A.. B.. apa kalian masih ingat? Dulu aku selalu memanggil Alena dengan panggilan Al?" tanya Aluna sebelum menceritakan kembali kejadian tersebut.
Boy menganggukkan kepalanya, begitu pun dengan Agam. Mereka ingat, dulu Alena lah yang dipanggil Al, tapi karena Alana juga ingin dipanggil Al maka Alena di panggil Ale.
"Dari situlah kesalahpahaman terjadi, saat aku memanggil Alena dengan Al setelah menyelamatkan Abian," Aluna menatap Alena yang diam datar tanpa ekspresi apapun setelah menangis cukup lama. "Abian dan kedua orangtuanya mengira yang menyelamatkan adalah Alana, karena saat mereka memperkenalkan diri Alana sempat mengatakan panggil aku Al," ucap Aluna dengan merasa bersalah, karena dua kali membuat kesalahpahaman dalam hidup Alena.
Ya, dua kali. Karena yang terakhir saat dirinya dengan sengaja membuat Abian dan Alena berada di dalam situasi yang mengharuskan keduanya tidur bersama, sampai akhirnya dipergoki oleh seluruh keluarga Ricardo.
"Semua sudah berlalu Aluna!"
"Ya, semua memang sudah berlalu. Tapi dari sanalah kesalahpahaman terus terjadi. Saat kita dewasa, kau semakin dekat dan mencintai Abian. Sedangkan Abian sejak dulu hanya mengenal satu cinta, yaitu wanita yang menyelamatkannya. Yaitu kau! Tapi sayangnya pria bodoh itu menganggap Alana adalah cintanya. Sehingga dia memintamu untuk mendekatkan mereka. Dan dengan bodohnya kau menyanggupi keinginan Abian, hingga akhirnya mereka benar-benar menjalin kasih," ucap Aluna panjang lebar.
"Tunggu dulu!" Boy yang masih bingung menyela perkataan Aluna. "Berarti kalian dengan keluarga Atmajaya sudah saling mengenal sejak dulu?"
Baik Alena dan Aluna menganggukkan kepala dengan serentak, membuat kerutan di kening Boy dan Agam bertambah. Karena mereka memang tidak tahu jika para wanita dari keluarga Ricardo, berteman dengan anak dari keluarga Atmajaya.
"Tapi bukankah kalian pindah ke Singapore? Jadi bagaimana bisa kalian masih berhubungan dengan, siapa A?"
"Hei begitu saja kau marah," ucap Boy dengan terkekeh geli. "Kita kembali ke laptop, eh maksudku ke topik. Sampai mana tadi?" tanya Boy pada kedua sepupunya.
Membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut menghela napas dengan kasar.
"Jadi inti dari semuanya adalah, Abian menyangka Alana adalah Al nya. Sedangkan Alena memilih diam, dan tidak memberitahukan kenyataan itu pada Abian sampai detik ini," jelas Aluna dengan menarik garis besarnya.
"Jadi Abian masih mengira Alana adalah wanita yang menyelamatkannya dulu?" tanya Agam.
Aluna menganggukkan kepalanya.
"Itu sebabnya yang dicintai Abian adalah Alana. Tapi seandainya pria itu tahu yang sebenarnya, kira-kira siapa yang akan dicintainya?" tanya Boy dengan raut wajah yang serius.
"Tentu saja Alana," jawab Alena dengan tersenyum sinis.
"Kenapa kau bisa yakin?"
"Karena aku pernah bertanya pada Abian, seandainya orang yang menyelamatkan dia adalah aku, apakah Abian akan mencintaiku? Tapi dengan sangat yakin Abian mengatakan akan tetap mencintai Alana."
Baik Boy, Agam, dan Aluna langsung terdiam. Apalagi saat melihat kesedihan di raut wajah Alena yang berusaha tetap tegar saat mengatakan hal tersebut.