
Dira POV
Hari yang di tunggu tunggu oleh kedua orang tua ku tiba. Yap tepat hari ini di mana aku akan menjadi seorang istri dan aku memulai kehidupan baru ku.
Saat ini aku berada di depan meja rias sambil menyaksikan faisal yg sedang mengucap kan ijab kabul.
"Saya terima nikah dan kawin ya Nadira Andriyani Wijaya binti Herman Wijaya dengan emas kawin tersebut dibayar tunai"
"Bagaimana para saksi sah?"
"SAH"
Tak terasa aku meneteskan air mata haru menyaksikan nya.
"Semoga pernikahan ini membuat ku bahagia" –batinku
"Hai sayang...kok nangis sih" ucap bunda membangunkan ku dari lamunan.
"Eh.. Bunda enggk kok bun, aku gk nangis. Aku cuma terharu aj lihat nya" ucap ku sambil menghapus air mata ku.
"Anak bunda sudah besar ternyata. Sudah menjadi istri orang. Makasih yah sayang kamu mau menerima perjodohan ini." ucap bunda sambil memelukku.
"Bunda gak perlu berterima kasih sama aku bunda. Kalau bunda bahagia aku juga bahagia bunda." ucap ku sambil membalas pelukan bunda.
"Ekhmmm.... udah dong nangis nya masa menantu mommy menangis" ucap mom sehingga aku melepaskan pelukan bunda.
"Enggk kok mom aku gk nangis heheheh" ucapku terkekeh.
"udah yuk turun yang lain udah nungguin dibawah" ucap bunda.
Aku pun turun kebawah dan aku melihat banya tamu yg menatap ku. tapi aku terfokus pada faisal dengan setelan jas hitam dan juga peci hitam yg menambah kesan ketampaanya.
Aku duduk disebelah faisal dan penghulu menyuruh ku memakaikan cincin pada faisal dan sebaliknya. Lalu penghulu menyuruh ku untuk menyalimi tangan faisal dan jua dia menicium kening ku lama.
SKIP**
Setelah acara ijab kabul dan acara resepsi selesai. Bunda menyuruh ku dan faisal untuk beristirahat karna aku pun sangat lelah hari ini.
Saat ini aku sedang berada di pinggiran kasur sambil menunggu faisal keluar kamar mandi.disaat aku sedang melamun terdengar suara pintu terbuka dm itu berasal dari arah kamar mandi yg menampakkan faisal dengan rambut basah dengan kaos hitam dan celana hitam trening yg dia gunakan.
"Jangan menatap ku seperti itu aku tidak suka" ucap nya datar membangunkan ku dari lamunan.
"maaf aku tak bermaksud menatap mu." ucap ku menunduk takut. Tapi dia hanya terdiam tidak membalas ucapan ku.aku pun langsung memasuki kamar mandi dan melakukan aktifitas ku yaitu mandi.
Setelah selesai dengan aktivitas ku. Aku keluar dari kamar mandi dengan piyama biru kesayangan ku, aku melihat faisal yg sedang memaikan ponsel nya sambil bersandar di kepala ranjang. Aku pun berjalan menuju tempat tidur ku dan duduk di pinggiran ranjang. Tapi di saat aku hendak berbaring ucapan faisal yg membuat ku kembali duduk di pinggiran ranjang.
"Sedang apa kau" ucap nya datar.
"Aku ingin tidur, aku sangat lelah hari ini." ucap ku
"Apa kata mu! kau ingin tidur bersama ku!" ucap nya meninggi
"La... lalu aku tidur dimana kalau tidak disini." ucap ku
"Terserah itu urusan mu! Aku tak perduli" ucapnya sambil berbaring.
"Ba..baiklah" ucap ku sambil berjalan le arah sofa lalu berbaring disana sambil berusaha untuk tertidur.
pagi harinya aku terbangun mendengar suara adzan subuh berkumandang.aku langsung bangkit dari sofa meskipun badanku terasa sakit semua. Dan berniat membangunkan faisal agar bisa sholat bersama.
"Faisal... Ayo bangun ini udh waktunya subuh... Faisal ayo bangun..." ucapku sambil menggoyangkan tubuhnya.
"Uggghhhh" lenguh nya.
"Faisal ayo bangun kita sholat subuh bareng." ucap ku
"apa apa an sih !! jangan sok ngatur ngatur ngatur deh!! Jangan merasa dirimu paling alim disini!!" ucap faisal emosi
"Iy iya" ucap ku sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk wudhu.
*****
Setelah selesai sholat aku langsung turun ke bawah untu membuat sarapan.
Disaat aku sedang membuat sarapan, aku terkejut karna tiba tiba bunda datang.
"Kamu sedang apa dira?" ucap bunda
"Eh... Astagfirullah bunda!.. Bunda mengagetkan ku tahu" ucap ku sambik mengusap usap dada karna kaget.
"Heheheh maafkan bunda sayang....oh ya kamu sedang apa?" tanya bunda
"Huh dasar bunda.... Aku sedang membuat nasi goreng untuk sarapan bunda." jawabku
"Ouh membuat nasi goreng toh.... Sinu bunda bantuin" ucap bunda sambil mengambil alih pisau yang sedang ku pegang.
"Makasih bunda" ucap ku
Skip
Setelah selesai acara masak bersama bunda akhirnya sarapan yang di buat pun jadi.
"Hmmmmm aromanya enak banget bunda" ucap ku sambil mencium aroma masakan ku dan bunda.
"Iyah dong sapa dulu yang bikin bunda gth loh" ucap bunda sambil membanggakan diri.
"Iiiihhhh bunda tadikan aku juga bantuin masak!" ucap ku sambil melipat tangan didada.
"Hahahah iyg sayang iyah..... Sudah sana bangun kan faisal lalu kita makan bersama. Bunda juga ingin membangunkan ayah." ucap bunda
"Iyah iyah bunda" ucap ku sambil melenggang ke arah tangga.
Setelah sampai di depan pintu kamar ku, aku langsung mengetuk pintu sebelum aku masuk ke dalam.
TOK... TOK... TOK
"Faisal, ayo bangun bunda nyuruh kamu buat sarapan" ucap ku sambil mengetuk pintu kamarku.
Tak berselang lama pintu kamarku terbuka dan menampakkan faisal yg baru selesai mandi dengan mengenakan kaos pendek dan celana training (gk tau tulisanya maaf kan author heheh :D).
"Hmmm" faisal hanya membalas ucapan ku dengan deheman dan langsung melenggang ke arah ruang makan tampa mengajak ku.
"Hufffftttt....." aku menghela nafas.
Setelah sampai di meja makan aku langsung duduk di samping faisal dan langsung mengambilkan nasi untuk faisal.
Kami pun makan dengan hening sampai suara ayah menghancurkan keheningan ini.
"Faisal"
"Hmmm iyh ayah"
"Ayah dan daddy kamu sudah membelikan kamu rumah. Jadi nanti kalian bisa berkemas untuk pindah kerumah baru kalian." ucap ayah.
" baik yah"
Lalu kami pun menghabis kan sarapan kembali dengan tenang.
SKIP......
Ceritanya faisal sama dira udah ada di rumah baru mereka.
Saat ini aku sedang berada di ruang tamu. Rumah ini cukup besar untuk kami berdua, rumah ini memiliki 2 lantai diatas ada kamar tidur dan dua kamar mandi di setiap kamar nya. Dan dilantai bawah terdapat dapur, ruang makan, ruang tamu, dan ada kamar tamu.
Disaat aku sedang mengagumi rumah ini aku dikaget kan dengan faisal yang sudah berada disampingku.
"Aku tidak ingin satu kamar dengan mu. Terserah kau mau tidur dikamar tamu atau dimanapun itu aku tak perduli yang penting aku tak ingin tidur sekamar dengan mu" ucap faisal dengan penuh penegasan.
"Ba... Baiklah faisal" ucap ku sambil berjalan ke arah kamar yg berada di sebelah kamar faisal.
Saat aku di dalam kamar aku langsung merapikan pakaianku kedalam lemari. Setelah selesai aku turun kebawah menuju dapur untuk membuatkan faisal makan siang.
SKIP***
"Aaahhh akhirnya selesai juga" ucap ku sambil meletakkan masakan ku ke atas meja makan.
Aku berniat untuk menuju kamar faisal untuk mengajak nya makan siang. Tapi aku sudah melihatnya turun dengan pakaian rapi. Senyum ku mengembang karna faisal akan ikut makan siang bersama.
" faisal apa kamu mau ma.." ucapan iu terpotong oleh faisal dan ity membuat senyum ku yang tadi nya mengembang jadi hilang seketika.
"Aku tidak akan pernah sudi memakan masakan mu itu!! Karna sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau menjadikan mu istri ku" ucap faisal yang membuat ku tertunduk sedih.
" terserah mau kau apakan makanan itu intinya aku tidak akan mau memakan masakan mu itu." ucap faisal sambil melenggang pergi.
" faisal kau mau ....kemana?" ucap ku ragu takut faisal marah.
"Jangan ikut campur urusan ku dan lebih baik kau diam!!" bentak faisal yg membuat aku takut.
"Ma... Maaf faisal bukan maksud ku ikut campur" ucap ku sambik menunduk karna takut.
Faisal tak memperdulikan ucapan ku langsung pergi keluar rumah.
Aku pun menatap nanar punggung Faisal yang lama kelamaan tak terlihat.
"Huufftt..." aku menghela nafas menghilangkan beban ku sejenak, dan aku memilih untuk makan siang karna perut ku sedang sangat lapar.
***Bersambung***.....