
"Anda pasti sudah membaca berkas perjanjian kontrak yang kami kirimkan beberapa hari yang lalu, apa Anda sudah setuju dengan semua isi di dalamnya?"
"Aku setuju," jawab Alena dengan sangat yakin.
"Baiklah jika Anda memang sudah menyetujuinya," Sky mengambil berkas pernjanjian kontrak yang sudah disiapkan Erik, lalu memberikannya pada wanita yang mengaku bernama Albi.
Alena menerima berkas tersebut, lalu membacanya dengan teliti sebelum ditandatangani. Setelah yakin dengan semua isi di dalamnya, ia pun menandatangi berkas tersebut lalu mengembalikannya pada tuan Sky.
"Apa ada yang ingin Anda tanyakan?" Sky bertanya sembari memeriksa kembali berkas tersebut.
"Tidak ada, hanya saja sesuai dengan kesepakatan yang sudah ditandatangani. Anda tidak boleh mempublikasikan apa pun yang berkaitan dengan data pribadiku."
"Tentu saja."
Alena tersenyum puas kini ia bisa tenang menjalani pekerjaannya. "Baiklah jika tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku permisi." Ia berdiri dari tempat duduk lalu mengulurkan tangannya. "Senang bekerja sama dengan Anda Tuan Sky Dwight."
"Kami juga senang bekerjasama dengan Anda Nona Alana Ricardo."
Deg.
Alena yang terkejut refleks menarik tangannya yang tengah dipegang erat oleh Sky, namun sayangnya pria itu tidak mau melepaskan jabatan tangan mereka.
"Dia.. dia mengenal Alana?" tanyanya dalam hati sambil mengingat-ingat apakah ia pun mengenal sosok Sky, karena teman Alana kebanyakan temannya juga. "Maaf Anda pasti salah mengenali seseorang, aku bukan orang yang Anda maksud."
Sky menautkan kedua alisnya dengan tersenyum sinis, karena ternyata setelah bertahun-tahun lamanya wanita itu tetap sama seperti terakhir kali mereka bertemu. "Baiklah seperti yang kau inginkan, aku akan bersikap tidak pernah mengenalmu."
"Ya, sepertinya aku salah mengenali seseorang."
Sky mempersilahkan wanita itu pergi meskipun dalam hati masih ingin menahan, karena ada banyak pertanyaan yang ingin disampaikan setelah apa yang mereka alami beberapa tahun yang lalu. Tapi melihat keadaan wanita itu yang baik-baik saja, ia pun mengurungkan niat tersebut.
"Tuan bukankah wanita itu..."
"Ya, dia Alana Ricardo." Sky tidak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan wanita itu, wanita dari keturunan keluarga besar yang ia hindari selama ini.
"Anda tidak ingin berbicara dengannya, atau sekedar menanyakan kabar?"
"Untuk apa? Bukankah dia terlihat baik-baik saja? Lagi pula sudah aku katakan bukan, aku tidak ingin terlibat kembali dengan para wanita dari keluarga besar Arbeto dan semua kerabatnya termasuk Ricardo."
Erik menganggukkan kepala, meskipun tidak yakin tuannya benar-benar tidak peduli dengan pertemuan yang baru saja mereka lalui. Dan benar saja dugaannya, karena baru saja ia mengucap dalam hati, tuan Sky sudah keluar dari ruangan dengan terburu-buru.
"Oh ya ampun," mau tidak mau Erik menyusul tuan Sky untuk memastikan pria itu tidak membuat masalah.
*
*
Sementara itu Alena yang sudah keluar dari ruang pertemuan, berjalan dengan terburu-buru sambil sesekali menatap kebelakang untuk memastikan tuan Sky tidak mengikutinya. Karena jujur ia merasa sedikit takut dengan pria itu, apalagi tatapan matanya yang begitu menusuk seakan-akan menguliti semua yang ada pada dirinya.
Karena terlalu fokus menatap kebelakang, tanpa sadar Alena menabrak seseorang yang ada di depannya, hingga membuat ia hampir terjatuh kalau saja tidak berpegangan pada lengan orang tersebut.
"Maaf aku tidak senga—" Alena terdiam sampai tidak bisa berkata-kata, saat melihat sosok yang ditabraknya. Sosok yang mati-matian ia hindari itu justru kini berdiri dihadapannya. Bahkan saking terkejutnya melihat sosok tersebut, Alena sampai lupa bernapas hingga membuat dadanya terasa sesak.