
Faisal POV
Aaaarghhh aku frustasi... Satu sisi aku ingin mom dan dad bahagia satu sisi lagi aku masih sangat mencintai Fika... Aaargh aku bingung.
Di saat aku sedang memikirkan tentang pernikahan ini tiba tiba telfon di saku celana ku berbunyi. Aku melihat tertera nama seseorang yang sangat aku cintai, Fika menelfonku.
"Halo sayang.." ucap nya dari seberang sana.
"Halo juga sayang ..... Ada apa hmm?" jawab ku
"apa kau sibuk?... Aku ingin bertemu dengan mu" ucapnya
"Tidak sayang... Aku juga ingin bertemu dengan mu dan ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap ku
"Oke kita ketemuan di cafe biasa saja oke?"
"Tentu sayang... Apa aku perlu menjemput mu?"
"Aah tidak perlu faisal aku bisa sendiri kok"
"Baiklah kalau begitu... Aku tutup telfon nya ya sayang?"
"Oke sayang... Byeee i love you"
"I love you too sayang" ucap ku sambil mengakhiri panggilan dan langsung memasuk kan nya kedalam saku celana ku. Dan aku langsung bangkit untuk bersiap siap.
Cafe xxxx
Saat ini aku sudah berada di cafe langganan ku sambil menunggu kehadiran fika. Tak berselang lama aku melihat nya yg datang dan menghampiri ku.
"Hai sayang....." ucap nya manja sambil mencium bibir ku.
"Hai juga sayang.... duduklah" ucap ku
"Apa kau sudah lama menunggu ku?" ucapnya sambil duduk di kursi hadapanku.
"Aaah tidak sayang.. Aku juga baru sampai... Oh ya kau ingin memesan apa sayang?" ucap ku
"Aku ingin minum Orange jus saja"
"baiklah tunggu sebentar" ucap ku
sambil bangkit dari kursi dan menuju meja kasir untuk memesan minuman.
setelah itu aku pun kembali dan aku melihat fika yg sedang bermain ponsel nya seperti sedang mengetik kan sesuatu. Chattingan dengan siapa dia?- batin ku.
"ekhmmm.....sayang apa ponselmu itu lebih penting dari ku?" ucap ku sambil duduk di kursi yg tdi aku tempati.
"Aah tidak tentu kau lebih penting sayang" ucap nya sambil menggenggam tangan ku.
" hmmmm ya ya ya baiklah..... Oh ya apa yg ingin kau bicarakan padaku?" tanya ku.
"Hmmm... aku butuh uang 10 jt faisal apa boleh?" ucap nya ragu ragu takut aku marah.
"Tentu sayang... Tapi bukankan baru minggu lalu..... kau meminta uang pada ku untuk perawatan wajah mu itu bukan? Lalu untuk apa uang itu?" tanya ku dengan lembut agar ia tak tersinggung.
"Aku ingin membeli tas keluaran baru sayang... Apa kau tidak mau membelikan nya untukku?" tanya nya sambil menunjukan puppy eyes nya.
"Baiklah sayang aku akan memberikan nya padamu.... Jadi kau tidak perlu menunjukan puppy eyes mu itu oke?" ucap ku sambil mencubit hidung nya.
"Benarkah?" tanya nya sumringah.
"Benar sayang...." jawab ku.
"Terimakasih sayang i love you" ucap hya sambil memelukku.
"Tentu.... Love you too sayang" jawabku sambil membalas pelukannya.
"Oh yah bukankah ada yg ingin kau katakan tadi?" tanyanya sambil melepaskan pelukan.
"Ah iyah aku sampai lupa.... Sebelumnya aku minta maaf... Mungkin ini akan membuat mu sakit hati sayang" ucpan ku membuat nya mengangkat sebelah alisnya.
"Maksud mu?"
"Mom menyuruhku menikah dengan pilihan nya minggu depan" ucapku
"A..apa?" tanyanya.
"Maaf kan aku sayang tapi kalau kau mau... Kita busa tetap melanjutkan hubungan ini meskipun aku menikah sayang" ucap ku sambil menggenggam tangan nya.
"Apa kah itu akan baik baik saja?" tanya nya sambil membalas gengaman ku.
"Tentu sayang... Karna aku hanya mencintai mu saja" ucap ku sambil tersenyum lembut padanya. dan dia pun mengangguk untuk menjawab ucapan ku.
"Terimakasih sayang.... I love you " ucap ku sambil memeluknya
"Sama sama sayang... I love you too"
Ucapnya sambil membalas pelukan ku.
Faisal POV end
*****
"Maaf kan aku faisal sebenarnya aku tidak mencintaimu, aku hanya menginginkan hartamu"–Fika
"Terimakasih fika,kau masih menerima ku"– faisal
"Demi ayah dan bunda aku menerima perjodohan ini"– dira
***Bersambung***.....