
Sungguh Alana tak menyangka akan bertemu kembali dengan Sky, setelah bertahun lamanya mereka tak berjumpa. Tujuannya untuk mencari Alena karena Bian yang berada di dalam gendongannya itu rewel, justru membawanya kedalam pertemuan yang tak terduga.
Karena tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antara mereka lagi, Alana pun segera menutup pintu lift dengan cepat. Namun sayangnya tangan pria itu lebih dulu menghalangi pintu yang akan tertutup.
"Kau tidak akan bisa lagi lari dariku!" Sky menyeringai, menatap wanitanya sembari masuk ke dalam lift.
"Kau mau apa?" Alana menjauh dengan sikap waspada. "Bukankah sudah aku katakan, jika kita bertemu kembali bersikaplah untuk tidak saling mengenal!" ucapnya dengan ketus.
Sky yang sejak tadi diam menelisik penampilan Alana yang cepat sekali berubah, terutama pada pakaian yang dikenakan wanita tersebut. Tidak mempedulikan sama sekali ucapan ketus wanitanya. Ia terus menatap Alana dengan intens, terutama pada sosok anak kecil yang berada di dalam gendongan.
"Hei! Kau tuli ya?" sentak Alana saat pria di sampingnya hanya diam saja.
"Cepat sekali kau berganti pakaian," ucap Sky tanpa sadar dan tak mempedulikan umpatan wanitanya.
"Apa?" Alana menautkan kedua alisnya dengan wajah yang bingung. Ia tidak mengerti dengan perkataan Sky, terlebih dengan tatapan menelisik pria itu yang membuatnya begitu risih.
"Lupakanlah!" Sky memilih mengesampingkan kejanggalan yang dilihatnya, saat teringat apa yang menjadi tujuannya mengejar Alana. "Ada hal penting yang ingin aku tanyakan," ia berucap sembari mencoba melihat wajah anak kecil yang ada di dalam gendongan Alana.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" Alana menatap sengit pada Sky. Setelah lama mereka tidak bertemu kembali, tiba-tiba saja pria itu ingin bertanya sesuatu. Oh ayolah, mereka tidak seakrab itu untuk saling bertanya kabar masing-masing.
"Apa benar kau sudah menikah dengan Abian Atmajaya?"
"What?" pekik Alana dengan keras, hingga membuat Bian kecil yang terkejut menengok ke depan.
Dan apa yang dilakukan Bian, tentu saja mempermudah Sky untuk melihat wajah anak kecil tersebut. Namun setelah berhasil melihatnya, ia justru merasa sangat kecewa saat wajah anak tersebut begitu mirip dengan Abian Atmajaya.
"Jadi mereka benar sudah menikah?" gumamnya dalam hati.
"Dengar Sky, kau itu sangat aneh." bertepatan dengan itu pintu lift pun terbuka. Dengan segera Alana keluar, tanpa mengingat apa yang menjadi tujuannya masuk ke dalam perusahaan Gold.
Sementara Sky yang masih berada di dalam lift, menatap punggung Alana dengan sendu. Entah mengapa hatinya kecewa saat mengetahui kenyataan, kalau wanita yang pernah menjadi miliknya walau hanya satu malam itu kemungkinan besar sudah menikah dengan pria lain. Dan pria itu adalah teman sekaligus partnernya sendiri.
Di saat perasaan kecewa terus menghantamnya, ia teringat kembali dengan sesuatu yang sempat dilewatkannya tadi. Tentang Alana yang cepat sekali berganti pakaian, dan keberadaan wanita itu di dalam lift bersama seorang anak kecil. Karena jelas-jelas setelah perbuatnya melecehkan Alana, wanita itu pergi dengan menangis dan Abian mengejarnya.