
"Aku yang seharusnya minta maaf karena sudah berkata kasar," Alena benar-benar menyesali perkataannya. Mengingat bagaimana kejamnya ia mengatai Alex sebagai seorang yang belum mempunyai anak.
Padahal karena dirinya lah Alex sampai detik ini belum menikah di usianya yang terbilang cukup matang. Jangankan menikah, bahkan karena menjaganya selama tiga tahun ini hubungan Alex dengan kekasihnya putus. Kekasih yang ia ketahui bernama Kaylin Meyer, yang merupakan adik ipar Cleopatra.
"Sudah lupakan saja, aku mengerti kau marah karena mengkhawatirkan Bian," Alex mengusap rambut hitam milik putra Alena. Anak laki-laki yang ia jaga sejak masih di dalam kandungan Ibunya, yang kini sudah besar dengan wajah yang semakin mirip dengan Abian Atmajaya.
Alena menganggukkan kepalanya, menatap pada Bian yang sudah berhenti menangis.
"Mana yang sakit sayang?" tanyanya pada sang putra.
Bian menunjuk lututnya dengan mata yang berkaca-kaca, Alena pun dengan penuh kasih sayang mengusap lutut tersebut.
"Kita pulang ya?"
Bian menganggukkan kepalanya sembari memeluk mommy nya dengan erat, membuat Alena tersenyum dengan tingkah putranya yang manja.
Alex yang melihat pemandangan tersebut pun ikut tersenyum, lalu membawa Ibu dan anak itu menuju tempat dimana mobil mereka berada.
"Alena ada kabar penting yang ingin aku sampaikan," ucap Alex setelah mereka masuk ke dalam mobil. Ia bukannya ingin berlaku tidak sopan dengan memanggil Alena tanpa embel-embel nona di depannya, tapi Alena sendirilah yang meminta hal tersebut.
"Kabar penting?" Alena mengerutkan keningnya. "Mom Daisy, Dad Antoni baik-baik saja kan? Atau Aluna membuat ulah lagi?" tanyanya. Bukan tanpa alasan Alena menanyakan hal tersebut, karena Alex hanya diijinkan untuk berbicara tentang ke-dua orang tuanya, Aluna, Boy, dan Agam. Orang-orang yang mengetahui dimana ia tinggal selama ini, selebihnya Alena melarang Alex untuk menceritakan tentang yang lainnya, apalagi yang berkaitan dengan pria yang sangat ia cintai.
Ya, Alena melarang Alex berbicara tentang Abian. Itu semua ia lakukan agar bisa melupakan pria itu, meskipun ternyata sampai detik ini Alena belum bisa melupakan Abian. Melupakan pria cinta pertamanya, sekaligus pria pertama yang melukai hatinya.
Ya, kedua orang tuanya rutin mengunjunginya sejak mengetahui tentang permasalahan yang menimpanya. Entah siapa yang memberitahu Mom Daisy dan Dad Antoni, tapi yang jelas bukan Aluna, Boy apalagi, Agam. Karena mereka semua bersumpah tidak melakukan hal tersebut. Boy hanya memberitahu tentang keberadaannya di New York, karena merasa tidak tega pada kedua orangtuanya yang memohon pada saat itu.
"Mereka baik-baik saja," jawab Alex.
"Kalau begitu kabar penting apa?"
Alex menatap sekilas pada Alena. "Nanti saja setelah kita sampai," ucapnya yang masih fokus mengendarai kendaraannya, membelah jalanan Broadway yang tidak terlalu padat.
*
*
Setelah sampai di kediamannya, Alena langsung masuk ke dalam kamar Bian, karena putranya itu terlihat sudah sangat mengantuk sejak berada di dalam mobil.
"Bian sudah tidur?" tanya Alex saat melihat Alena keluar dari dalam kamar.
"Sudah. Oh ya, apa yang ingin kau bicarakan tadi?" tanya Alena saat mengingat Alex ingin membicarakan hal penting dengannya.
"Lebih baik kita duduk dulu di halaman belakang," ajak Alex.
Alena yang merasa penasaran dengan kabar penting yang ingin disampaikan Alex, entah mengapa menjadi was-was. Ia merasa apa yang akan disampaikan pria itu adalah kabar yang tidak enak untuk dirinya.