Bad Wedding

Bad Wedding
Part 81



Setelah kejadian tak terduga yang dialaminya dengan bertemu Abian Atmajaya, Alena pun memutuskan untuk berdiam diri di dalam apartemen. Ia takut jika keluar akan bertemu kembali dengan suaminya itu.


Bukan takut karena pria itu akan kembali melukainya, tapi Alena takut tidak bisa menjaga hatinya untuk berlari ke dalam pelukan suaminya yang sebentar lagi akan jadi mantan suami. Karena meskipun Alena tidak bisa memaafkan semua kesalahan Abian, tapi hatinya tidak dapat dipungkiri masih mencintai pria itu.


Dan untungnya hari ini Alexander sudah kembali, bertepatan dengan dirinya yang hendak pergi ke tempat pertemuan dengan pihak Gold. Sehingga Alena bisa sedikit lebih tenang keluar dari apartemen, karena yakin Alexander akan menjaga dirinya dan Bian.


"Aku ikut," Alex hendak keluar dari dalam mobil untuk menemani Alena.


"Tidak perlu," Alena menahan Alex untuk tetap berada di dalam mobil, dan menyuruh pria itu untuk menjaga putranya. Karena tidak mungkin ia membawa Bian turut serta di acara pertemuan yang akan dihadirinya.


"Tapi..." Alex merasa tidak yakin membiarkan Alena pergi sendiri, terlebih kemarin anak buahnya memberikan laporan kalau wanita itu bertemu dengan Abian Atmajaya, dan pria itu nekat menahan mobil yang ditumpangi mereka. Tidak bisa Alex bayangkan bagaimana terkejutnya Alena saat bertemu dengan pemilik Gold, yang ternyata suaminya sendiri yaitu Abian Atmajaya.


"Kau jangan khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri. Lagi pula Bian lebih membutuhkanmu." Alena menatap putranya yang tengah asik dengan layar iPad yang menampilkan kartun favoritnya.


"Apa kau yakin?" Alex mencoba untuk memastikan.


Alena menganggukkan kepala dengan yakin. "Oh ya, apa kau sudah mengatakan pada B untuk mengirim satu orang pelayan khusus bagi Bian selama kita tinggal di Jakarta?"


"Aku sudah sampaikan, pelayan itu akan datang sore ini."


"Baiklah," Alena mengecup pipi putranya sebelum pergi.


Dengan langkah pasti Alena berjalan memasuki gedung perkantoran Gold. Berbeda dengan Alex yang menatap punggung Alena yang semakin menjauh dengan sorot mata penuh kekhawatiran.


"Sepertinya takdir berkehendak untuk mempertemukan kalian kembali," gumam Alex sembari menghela napas dengan panjang.


*


*


"Selamat siang Nona Albi," Sky menyapa dengan senyuman, namun senyum itu seketika luntur berganti dengan raut keterkejutan saat melihat wajah wanita yang berdiri dihadapannya.


"Siang," Alena tersenyum sopan, mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Sky yang masih terkejut dengan sosok wanita yang dilihatnya, hanya diam tanpa membalas uluran tangan tersebut. Hingga membuat Alena bingung, dan merasa tidak nyaman ditatap sedemikian rupa oleh pria yang baru saja ia temui.


Erik yang melihat situasi canggung tersebut, berdeham keras untuk membuat tuan Sky kembali fokus.


"Perkenalkan ini Tuan Sky Dwight."


Sky yang tersadar dari keterkejutannya, membalas uluran tangan wanita yang bernama Albi.


"Senang berkenalan dengan Anda," Alena melepaskan tautan tangan mereka dengan sedikit memaksa, karena pria itu seperti enggan melepaskan.


"Silahkan duduk!"


"Terima kasih," dengan canggung Alena duduk kembali ditempatnya. Bagaimana tidak canggung jika ditatap sedemikian rupa oleh pria asing.


Sky yang masih merasa terkejut dan bingung, berusaha fokus dengan berdeham untuk memulai acara pertemuan mereka, tanpa mengalihkan tatapan matanya pada wanita tersebut.