Bad Wedding

Bad Wedding
Part 113



"Apa yang sedang kau lakukan tadi?" tanya Alana dan Sky bersamaan setelah mereka cukup lama terdiam.


"Kau yang menjawab lebih dulu!" ucap Alana dengan ketus, karena masih kesal dengan Sky yang memaksanya untuk ikut bersama pria itu setelah ketahuan sedang mencuri dengar pembicaraan antara Abian dan Alena.


Sky menghela napas dengan kasar. "Aku tidak sengaja lewat dan melihat Abian juga Alena, jadi—"


"Jadi kau mencuri dengar pembicaraan mereka?" sahut Alana dengan cepat. "Dasar aneh," sindirnya.


"Kau pikir kau tidak aneh? Bukankah kau juga sama sedang mencuri dengar pembicaraan mereka?"


"Aku?" tunjuk Alana pada dirinya sendiri. "Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu, tadi itu—"


"Kau tidak perlu berbohong! Lagi pula ada hal penting yang ingin aku bicarakan, dari pada membahas tentang masalah mencuri dengar pembicaraan mereka," potong Abian dengan cepat.


"Ck.. aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan," sungguh Alana tidak mau membahas kisah masa lalu, apalagi membahas tentang malam panas yang pernah mereka lalui.


"Kenapa kau tidak pernah cerita mempunyai saudara kembar? Bahkan kalian empat bersaudara," ucap Sky tanpa mempedulikan perkataan Alana.


Mendengar pertanyaan Sky yang sangat konyol, tentu saja membuat Alana tertawa sinis. "Tuan Sky Dwight apa kau lupa, kita tidak memiliki hubungan apa pun yang mewajibkan bagiku untuk menceritakan masalah pribadiku."


"Tapi karena tidak mengetahui kau mempunyai saudara kembar, dan menyangka Alena itu dirimu. Aku sampai melecehkannya."


"Ya aku tahu itu," Alana memang mengetahui kejadian tersebut dari Alena, dan adiknya itu curiga kalau ia mengenal Sky dan memiliki hubungan dengan pria tersebut.


"Hanya itu?" tanya Sky dengan tak percaya dengan reaksi yang diberikan Alana, karena ia pikir wanita itu akan menjelaskan sesuatu padanya.


"Memangnya kau ingin apa lagi? Masih mau menyalahkan aku karena tidak memberitahu memiliki saudara kembar? Oh come on Sky, untuk mengetahui apa pun yang berkaitan dengan pribadiku itu mudah sekali. Kau tinggal mencari tahu melalui anak buah mu, dan kau pun bisa bertanya pada Baby atau Lea, Tapi kau tidak melakukan itu tiga tahun yang lalu. Dan sekarang setelah kejadian yang menimpa Alena, kau tiba-tiba tertarik dengan masalah pribadiku. Apa itu tidak menggelikan?"


Sky hanya diam tidak membalas ucapan Alana yang panjang kali lebar.


"Oh.. atau jangan-jangan kau tertarik pada adikku? Itu sebabnya kau begitu marah karena baru mengetahui kami dua orang yang berbeda, dan itu sebabnya kau menguping pembicaraan mereka," Alana menggelengkan kepalanya dengan tak percaya. Namun saat melihat Sky yang sejak tadi diam saja, ia pun memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut karena sudah memiliki jawabannya. "Alena kau begitu beruntung, di cintai Abian dengan begitu besarnya dan dicintai oleh pria yang pernah meniduri ku," gumamnya dalam hati dengan tersenyum getir.


Alana tak habis pikir, kenapa semua pria yang hadir di hidupnya pasti berkaitan dengan Alena. Sepertinya takdir selalu mempermainkan kehidupan asmara mereka dengan lelaki yang sama.


Sementara Sky yang masih duduk ditempatnya, hanya menatap kepergian Alana tanpa mau mengejar atau pun bertanya lebih dalam tentang kehidupan pribadi wanita tersebut. Baginya sudah cukup kesalahpahaman yang terjadi diantara dirinya dan Alena selesai, dan yang harus ia lakukan sekarang adalah menjauh dari para wanita dari keluarga besar Arbeto. Karena sudah cukup baginya patah hati berkali-kali, dan ia pun tidak ingin kehidupannya hancur seperti Abian hanya karena wanita dari keluarga besar tersebut.