
******
Author pov*
Hari sudah menunjukan pukul 8 malam dan itu sudah lewat waktu nya jam pulang kerja namun faisal masih berkutat dengan berkas berkas nya.
"Huft... Hari yg melelah kan" ucap faisal.
Drtt....drt.....
Merasa ponsel nya bergetar faisal pun meraih ponsel nya dan ternyata istrinya menelfon dirinya.
"Halo?assalamualaikum faisal"
"Iya sayang, waalaikumsalam"
"Faisal kok jam segini kamu belum pulang si sal?"
"Maaf ya sayang aku lupa kabarin kamu kalau aku lembur hari ini"
"Kamu lembur? Tumben biasa nya kamu ga pernah mau lembur dan lebih banyak habisin waktu bareng aku sama ken"
"Iya sayang aku minta maaf ya, kali ini aku harus lembur soalnya kerjaan aku gaada yg bantuin karna sekertaris ku yang lama mengundurkan diri sayang"
"Huft... Yauda deh kalau hari ini kamu lembur,oh ya kenapa sekertaris kamu mengundurkan diri?"
"Dia bilang suaminya pindah dinas dan dia harus ikut suaminya pindah, tapi tadi aku udah minta brayn untuk carikan sekertaris untuk ku"
"Hmm yasudah kalau begitu, kamu lanjutkan kerjaan kamu ya faisal, jangan terlalu lelah, dan jangan lupa makan, oh ya kamu udah makan belum?''
" iya sayang, sudah kok aku sudah makan tadi"
"Yaudah aku tutup ya telfon nya, kamu jgn pulang terlalu larut mas"
"Iyah sayang, nanti mungkin aku pulang jam setegah 12 an hehe"
"Huft yaudah mas jangan terlalu cape kerjanya, aku tutup ya telfon nya, assalamualaikum"
"Iya sayang, waalaikumsalam"
Faisal menutup telfon nya setelah mengucapkan salam.
Faisal memijit kening nya pelan karna merasa pening dan kelelahan, faisal berniat untuk segera menyelesaikan pekerjaan nya agar ia bisa pulang lebih cepat.
Skip*
Dirumah...
'Huft.... Kenapa mas faisal harus lembur sih nanti kalau dia sakit bagaimana? Ah dasar faisal' -batin dira
"Bunda...." ucap ken sambil mengucek ngucekan matanya pertanda dia sudah mulai mengantuk.
"Kenapa sayang hm?" ucap dira sambil berjongkok dihadapan ken agar tingginya lebih sejajar dengan ken.
"Ken ngantuk bundaa..."
"Yauda yuk kita tidur sayang" ucap dira hendak menggendong ken kekamarnya.
"Tapi bunda" ucap ken menahan dira yang hendak menggendong nya
"Kenapa sayang?"
"Kok ayah belum pulang bund, ken mau bobok sama ayah" ucap ken sedikit merajuk.
"Ken sayang, ayah lagi kerja di kantor nya hari ini ayah lembur jadi ayah pulang nya nanti agak larut malam ken, jadi ken bobo dulu sama bunda ya nanti kalau ayah sudah pulang, bunda suruh ayah tidur sama ken" ucap dira menjelaskan ke ken.
"Iya deh bunda, ayok kita tidur" ucap ken sambil merentangkan tangan nya minta digendong
"Ayok sayang"
****
Hari sudah menunjukkan pukul 01:37 malam, tapi faisal belum pulang, dira sedari tadi menunggunya dengan risau dan khawatir takut suaminya kenapa napa diruang tamu dan ken sudah tidur sejak tadi.
Tok.. Tok... Tok..
Mendengar suara pintu diketuk, dira langsung pergi ke arah pintu utama
"Mas.. Kamu dari mana aja? Aku khawatir" ucap dira setelah membukakan pintu untuk faisal dan langsung meraih tas kantor dan juga jasnya, lalu menyalimi faisal.
"Huft.... Hari ini banyak banget kerjaan yang harus aku kerjain, karna sekretaris aku mengundurkan diri" ucap faisal lesu. Dengan penampilan acak acakan, dasi tidak terpasang rapi, 2 kancing atas terbuka dan rambut yang acak acakan.
"Cape ya mas? Mau aku siapin air untuk mandi atau mas mau makan malam dulu?" ucap dira
"Aku udah makan tadi delivery, siapin air aja" ucap faisal datar.
"Iyaudah sebentar yah, aku siapin dulu" ucap dira sambil berjalan menuju kamar mandi.
Faisal melangkah ke arah sofa dan terduduk lesu, ia terlalu pusing memikirkan bagaimana sebagian Saham di perusaaannya bisa turun harga? Padahal faisal selalu giat bekerja merintis perusahaan nya, apa ada yang korupsi?, pikir faisal.
(Maaf yah saya kurang faham tentang bisnis jadi tolong di maklumin, intinya perusahaan faisal hampir bangkrut karena adanya penyeludupan dana semacam itu lah hehe XD)
Selang beberapa lama, dira kembali dari kamar mandi menghampiri faisal.
"Air nya udah aku siapin, mas mau aku buatin minum apa?'' ucap dira.
"Kopi hitam aja, aku bakalan begadang nanti diruang kerja" ucap faisal
"Enggak mas, ga baik ini udah hampir jam dua pagi kamu masih mau begadang ngurusin pekerjaan? Istirahat dulu aja yah mas'' ucap dira menasihati.
"Kamu apa apaan sih? Gatau aku pusing? Iya?,aku itu lagi ngurusin pekerjaan aku paham?! Kamu disini tinggal ngurusin ken dan ngurusin aku aja gausah sok sok nasehati aku! Aku lagi cape jadi lebih baik kamu diam dan turuti apa kata suami!'' kata faisal dengan nada membentak.
"I..ii..yah mas" ucap dira sambil menunduk menahan air mata dan melangkah ke arah dapur untuk membuat kan kopi untuknya.
'Mas faisal kenapa? Apa ada masalah yang begitu besar sampai sampai ia terus terusan bekerja dari pagi hingga larut malam bahkan hampir pagi lagi, aku takut kamu sakit mas" -batin dira sambil menangis dan membuat kan kopi untuk faisal...
*****
Keesokan harinya....
Setelah kejadian semalam, faisal terlihat semakin dingin dan cuek terhadap dira dan ken, sekarang dira dan ken sudah siap di meja makan untuk sarapan dan hanya tinggal menunggu faisal datang.
Dira yang melihat faisal turun dari tangga tergesa gesa melewati ruangan dapur.
"Bun.. Ayah ga sarapan?" tanya ken
"Ayah sarapan kok sayang, bentar yah bunda samperin ayah dulu, kamu sarapan sendiri dulu yah sayang, bisa kan?'' kata dira.
"Iyah bunda"
Setelah berkata dengan ken dira bergegas menghampiri faisal.
"Mas tunggu" ucap dira setelah menghampiri faisal yang sudah berada di teras rumah.
"Ada apa?"
"Kamu m..mau kemana?"
''Kerja" jawabnya dingin.
"Kamu ga sarapan dan anterin ken kesekolah dulu mas?" tanya dira heran.
"Aku ga sempet udah telat, ken kamu aja yang anter nanti naik taksi, udah aku buru buru, aku pergi dulu, assalamualaikum" ucap faisal sambil melangkah menuju mobil nya.
'Kok kamu beda si mas? Ada apa? Yaallah hamba mohon berikanlah kelancaran suami hamba aamiin' -batin dira.
Setelah menutup gerbang Dira kembali menghampiri ken yang sudah menghabiskan sarapannya dan bersiap untuk sekolah.
''Bunda... Ayah kemana? Kok ga sarapan bareng ken siiih" tanya ken, kesal.
"Sayang, Ayah tadi udah telat dia harus buru buru jadi ga sempet sarapan deh"
"Jadi, ayah ga anter aku ke sekolah bun?'' tanya ken dengan raut wajah yang kesal.
'' iyah sayang, kamu bunda yang anter yah, ayok jangan cemberut gitu dong nanti bunda belikan es krim, mau?" ucap dira membujuk ken.
''Iyah bundaa ken mau! Ayo bundaa" jawab nya antusias.
"Ayoo lets go, pakai tas nya dulu'' kata dira sambil memberi kan tas punggung nya ken.
"Ayo bunda...."
"Iya sayang ayo"
****
''Bagaimana? Kamu sudah melamar di perusahaannya faisal?'' kata pria dengan setelan jas hitam yang sedang duduk di kursi (Semacam kursi direktur)
"Udah beres, sesuai dengan rencana" ucap wanita muda cantik dan menawan menggunakan setelan sekretaris yang sangat pas ditubuhnya
"Bagus, jangan lupa dengan rencana kita"
"Hahaha oh ya del, jangan lupa untuk selalu kuras uang nya oke?" ucap wanita seumuran dengan pria tadi sambil duduk disofa dengan menyilang tangan didada.
"Pastinya kak" jawab wanita itu.
******
Bersambung...