Bad Wedding

Bad Wedding
Part 54



Setelah cukup lama terdiam, Boy kini menatap pada Aluna. Pada wanita yang sudah membuat Alena di benci oleh semua orang, bahkan di coret dari keluarga besar Ricardo.


"Sekarang katakan apa yang terjadi pada malam itu Aluna? Kenapa kau tega menjebak saudara kembarmu sendiri?"


"B.. kau tahu apa yang—"


"Aku Boy Arbeto, tidak ada yang tidak aku ketahui. Bahkan aku tahu apa yang terjadi padamu selama ini Alena."


Deg.


Baik Alena dan Aluna sama-sama terkejut, mereka saling menatap dalam diam dengan ketakutan yang berbeda. Jika Alena takut Boy akan bertindak kasar pada Abian setelah apa yang terjadi selama ini padanya, sedangkan Aluna takut Boy akan menghukumnya dengan sangat berat setelah apa yang dilakukannya.


"Kalau kau tahu semuanya, kenapa masih bertanya pada kami?" tanya Aluna dengan memberanikan diri.


"Karena aku ingin mendengar kejujuran langsung dari kalian, terutama kau Aluna!" Boy berdiri dari tempat duduknya, berjalan mendekat pada wanita yang merupakan saudara sepupunya. "Bisa-bisanya kau menyuruh orang lain memberikan obat perangsang pada bajingan itu!" Boy menarik telinga Aluna dengan kasar, karena terlalu marah dengan apa yang dilakukan wanita itu.


"B sakit!" Aluna memberontak agar terlepas dari Boy Arbeto. "Kau tahu dari mana B? Bukankah aku sudah merusak rekaman CCTV yang ada di Club? Dan aku sudah menyuruh pelayan itu untuk tutup mulut, dengan memberikan imbalan yang cukup besar agar dia pergi..." Aluna menutup mulut dengan kedua tangannya, saat tersadar sudah keceplosan berbicara.


"Aku sudah menangkap orang yang kau bayar itu!" sahut Boy. "Sebenarnya apa yang ada di otakmu ini, ha! Bisa-bisanya melakukan hal kotor seperti itu?


"Aku hanya ingin membantu Alena mendapatkan cintanya, apa itu salah?"


"Kenapa aku harus merasa kasihan padanya? Jika Alana saja —" Aluna langsung terdiam karena tidak mau menambah masalah yang ada.


"Alana kenapa?" tanya Boy.


Aluna meng-gelengkan kepalanya, membuat Boy menghela napas dengan panjang.


"Apa pun dan bagaimana pun alasannya, Alana tetap saudara mu juga. Apa kau tidak lihat kesedihannya, saat melihat kekasih yang dicintainya justru tidur bersama saudara kembarnya sendiri? Dan lihat apa yang sudah kau lakukan pada Alena, dia menanggung apa yang kau perbuat sampai berakhir seperti ini."


Aluna menundukkan kepalanya, sungguh dia tidak bermaksud jahat pada kedua saudara kembarnya. Hanya saja dia berpikir dengan menjebak Abian, dan membuat mereka tidur bersama akan membuat Alena bahagia. Tapi nyatanya semua berantakan, karena baik Alana dan Alena semuanya menderita.


"Aluna tidak bersalah B, aku yang salah. Kalau malam itu aku tidak memiliki hasrat untuk memiliki Abian, semuanya tidak akan terjadi." Alena menundukkan kepala.


"Sudahlah semuanya sudah terjadi, dan seperti yang dikatakan Alena. Masa lalu tidak akan mengubah apa pun, jadi kita tutup sampai disini!" ucap Agam yang sejak tadi hanya diam mendengarkan perbincangan ketiga sepupunya.


"Kau benar!" Boy kini menatap pada Alena. "Ale apa yang kau inginkan sekarang?"


"Aku ingin pergi, pergi sejauh mungkin tanpa ada seorang pun yang tahu di mana aku tinggal. Termasuk Mom dan Dad, cukup kalian yang tahu apa yang terjadi padaku," pinta Alena.