
"Albi..." lirih Sky. Menatap pada wanita yang berjalan di samping Abian yang tengah menatapnya dengan tatapan tak terbaca.
Sky pun memutuskan untuk mengikuti keduanya, karena masih merasa penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya, dan hendak memastikan hubungan seperti yang terjadi antara Abian, Albi, dan Alana tentunya. Wanita ketus yang ia temui tadi di lift, wanita yang sama yang pernah menghabiskan malamnya dengan begitu panas.
Sementara itu Alena dan Abian yang baru saja sampai di samping mobil Alana, langsung mendapatkan amukan dari saudara kembarnya itu karena pergi terlalu lama.
Jika Alena meminta maaf pada kakaknya dengan rasa tak enak hati karena meninggalkan Bian terlalu lama. Abian justru tak peduli dengan kemarahan Alana, karena terlalu bahagia saat menatap putranya yang kini berada di dalam gendongan Alena.
"Putraku..." Abian mengusap rambut anak nya dengan mata yang berkaca-kaca. Hatinya kembali sakit saat mengingat ia tidak mengetahui keberadaan putranya itu. Bahkan tidak menemani di saat anak itu lahir ke dunia.
Melihat raut kesedihan di wajah Abian, membuat Alena dan Alana yang sedang berbicara langsung terdiam. Terutama Alena, karena ia bisa merasakan kesedihan yang teramat dalam yang dirasakan Abian.
"Sayang.. ini Daddy Bian," ucap Alena pada putranya. Mulai memperkenalkan Bian dengan Daddy kandungnya.
"Daddy...?" tanya Bian dengan wajah polosnya.
"Ya, ini Daddy sayang," dengan penuh semangat Abian memperkenalkan dirinya. "Bolehkah aku menggendongnya?"
"Tentu saja," Alena menyerahkan putranya untuk digendong Abian. Dan untung saja putranya itu mau dan tidak menangis saat digendong oleh sosok yang baru dikenalnya, karena biasanya Bian tidak mudah dekat dengan orang lain. Mungkin karena ikatan batin kedua nya lah yang membuat putranya dengan cepat menerima Abian.
"Kemarin aku masih marah padanya," sahut Alena yang juga tidak mengalihkan tatapannya pada dua orang yang berarti di hati dan hidupnya.
"Aku senang kau sudah memaafkan Abian, dan mengijinkan dia bertemu dengan putra kalian." Alana bangga pada adiknya yang memang sejak dulu bersikap sangat dewasa.
Alena hanya diam saja, matanya masih terus menatap Abian dan putra mereka yang terlihat sangat bahagia. Membuatnya merasa tidak menyesal atas keputusan yang telah diambilnya, dengan memberikan kesempatan bagi keduanya untuk bertemu dan memperbaiki hubungan ayah dan anak tersebut.
Tanpa disadari oleh Alena, Alana, dan Abian. Dari kejauhan Sky menatap mereka dengan tatapan tak terbaca setelah melihat dengan jelas Alana dan Albi memang dua orang yang berbeda meskipun keduanya memiliki wajah bagai pinang dibelah dua.
"Jadi wanita itu benar-benar istrinya," gumam Sky dengan lirih. Menatap pada wanita yang berdiri disamping Abian. "Sial, kenapa aku selalu mencintai wanita yang telah bersuami."
Ya, Sky menyadari wanita yang diinginkannya adalah wanita yang bernama Albi bukan wanita yang bernama Alana yang pernah ditidurinya. Meskipun wajah mereka sama, namun keteduhan wajah Albi lah yang membuatnya ingin memiliki wanita tersebut. Karena jika memang dirinya mencintai Alana, maka sejak pertama kali mereka melakukan hubungan intim pasti akan mengejar wanita tersebut.
Tapi kenyataannya setelah bertahun-tahun lamanya, ia tidak pernah memikirkan Alana dan baru menginginkan wanita itu sejak bertemu dengan Albi. Bahkan hanya dengan wangi tubuh Albi bisa membuatnya begitu bergairah, kehalusan kulit wanita itu saat bibirnya mengecup leher jenjang putih tersebut masih dapat ia rasakan sampai saat ini.
"Ck, kenapa nasib percintaan ku selalu gagal?" umpatnya dalam hati, berlalu dari tempat tersebut sembari memikirkan bagaimana caranya meminta maaf pada Albi karena sudah melecehkan wanita itu.