Truth and Revenge

Truth and Revenge
Episode 31 (From Visual to Devil)



Marcella membawa Celine masuk kedalam kamar.


“Istirahatlah.” Kata Marcella.


“Terima kasih telah menjemputku, aku sangat ketakutan.” Kata Celine menarik tangan Marcella.


“Tidurlah.” Kata Marcella.


“Tolong jangan beritahu papaku.” Kata Celine.


“Jangan khawatir, papa kamu tidak akan mengetahuinya. Aku akan bilang kalau kamu pergi ke rumah temanmu.” Kata Marcella.


“Terima kasih.” Kata Celine.


Setelah itu Marcella segera kembali ke kamarnya. Didalam kamar, Marcella melepas membersihan makeupnya, tiba-tiba dari belakang Jo mendekap dan mencekik leher Marcella.


“Aaaaa aaaa aaaa.” Teriak Marcella kesakitan.


“Kamu kaget kan aku bisa berdiri? Aku sudah lama tidak meminum obat darimu karena aku telah menukar obatmu dengan obat yang sebenarnya, tega sekali kamu membuatku seperti ini hah?” Kata Jo sambil terus mencekik leher Marcella.


“Aaaaa le lepaskan aku mas aaaaaa.” Teriak Marcella.


Tiba-tiba Celine mendengar teriakan Marcella, lalu Celine masuk kedalam kamar Jo.


“Papa.” Teriak Celine, Celine segera melerai pertengkaran Jo dan Marcella.


“Ah ah ah.” Kata Marcella yang kesakitan.


“Kenapa kamu menghentikan papa? Kamu tau apa yang dilakukan oleh dia kepada papa?” Tanya Jo.


“Apa papa harus membunuhnya?” Tanya Celine.


“Dia mengganti obat papa, itu sama saja membunuh papa secara perlahan kan?” Tanya Jo.


“Apa kamu bilang? Membunuhmu secara perlahan? Justru kamu yang menyembunyikan kesembuhanmu dariku mas? Aku selama ini mengurus semuanya mulai dari kesehatanmu dan pengobatanmu lalu kamu menuduhku menukar obatmu? Tega sekali kamu mas kepadaku, kalau bukan aku yang menyelamatkanmu mungkin kamu sudah tidak ada lagi disini.” Kata Marcella.


“Pa stop pa jangan seperti itu, kasihan dia pa.” Kata Celine.


“Jadi kamu melindungi dia? Dia menukar obat papa Celine itu sama saja dengan membunuh papa secara perlahan kan?” Kata Jo.


“Dengarkan dulu penjelasanku mas.” Kata Marcella. Akhirnya Jo melepaskan Marcella.


“Cepat katakan yang sebenarnya.” Kata Jo.


“Ada yang ingin membuatmu terjatuh mas, lebih tepatnya ingin membalas dendam kepadamu.” Kata Marcella.


“Siapa dia?” Tanya Jo.


“Keluarganya Yudi dan kedua anaknya, mereka ingin membalas dendam kepadamu karena kamu telah membunuh si Ayu waktu itu.” Kata Marcella.


“Dari mana kamu tau hal itu?” Tanya Jo.


“Dia mencoba menyerangku saat itu mas, lalu dia mengancamku dan mencoba membunuhmu mas melalui obat untukmu. akhirnya aku berpura-pura bekerjasama dengannya, lalu aku membohonginya dan menukar obatmu dengan obat yang asli mas.” Kata Marcella.


“Benarkah? Dimana dia saat ini?” Tanya Jo.


“Aku tidak pernah melihat dia secara langsung karena saat dia menemuiku selalu memakai masker dan berkacamata hitam mas, aku curiga kalau dia sudah berubah mas entah itu dia melakukan operasi plastik atau ya aku sendiri tidak mengetahuinya, yang penting saat ini kamu, aku dan keluarga kita semua baik-baik saja kan mas, bahkan kamu sekarang sudah bisa berjalan dan sembuh, tapi kamu tidak memberitahuku bahkan ingin menyerangku.” Kata Marcella.


“Maafkan aku sayang.” Kata Jo.


Kemudian Marcella memeluk Jo.


“Sial hampir saja dia mengetahui rencanaku, sampai kapanpun dia tidak boleh mengetahui keberadaan mas Yudi dan anak-anakku, dia juga tidak boleh tau bahwa aku adalah Ayu.” Kata Marcella dalam hati.


“Maafkan aku sayang.” Kata Jo.


“Iya mas tidak apa-apa kok, pokoknya apapun yang terjadi sampaikan kepadaku ya.” Kata Marcella.