
Setelah itu Jio menghampiri Adele.
“Apa rencanamu?” Tanya Jio.
“Aku akan menerima kehamilan Yeri, aku akan memikirkan apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Lalu bagaimana hubunganmu dengan istrimu?” Tanya Adele.
“Dia marah denganku karena dia melihatku bersama Yeri.” Kata Jio.
“Baguslah, setidaknya rencana kita berhasil meskipun banyak rintangan. Sekarang pulanglah dan kembalilah ke istrimu. Bilang saja padanya kalau kamu mencintai Yeri dan Yeri sedang hamil, dengan begitu Lily pasti akan melabraknya. Lain kali berpikirlah sebelum bertindak, dasar bodoh.” Kata Adele.
“Justru Yeri yang menjebakku.” Kata Jio.
“Seharusnya kamu menyuruhnya pulang, bukan malah minum berdua.” Kata Adele.
“Sudahlah lupakan saja, lagipula kamulah pemenangnya dan kamulah wanita yang aku pilih.” Kata Jio. Setelah itu Jio kembali pulang ke rumah.
**
Setibanya dirumah.
“Aku ingin bicara denganmu.” Kata Lily.
“Aku lelah, aku ingin istirahat. Kita bicara besok pagi saja.” Kata Jio.
“Ini masalah genting dan kamu bilang besok saja.” Kata Lily.
“Aku sangat lelah hari ini, aku seharian di kantor dan banyak meeting.” Kata Jio.
“Jangan bohong kamu, kamu pikir aku tidak tau apa saja yang kamu lakukan hari ini?” Tanya Lily.
“Tentu saja, siapa wanita itu? Sejauh apa hubunganmu dengan wanita itu? Aku ingin kita berpisah.” Kata Lily.
“Tidak bisa, sampai kapanpun aku tidak akan menceraikanmu.” Kata Jio.
“Kenapa? Lagipula kita tidak ada ikatan kan, bahkan Laura juga bukanlah anak kandungmu.” Kata Lily.
“Bagiku Laura adalah anak kandungku, aku tidak ingin kehilangan Laura meskipun dia bukanlah anak kandungku. Keluargaku menerima Laura sebagai cucunya bahkan ayahku memberikan saham atas nama Laura lalu seenaknya kamu minta berpisah dan mengambil hak asuh Laura, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Jika kamu nekat meminta berpisah, aku akan bongkar semuanya kalau Laura bukanlah anakku dan kamu menipuku saat itu. Tentu saja hal itu akan berdampak terhadap reputasimu kan apalagi ayahmu telah memberikan perusahaan farmasinya kepadamu, jika kabar itu tersebar bagaimana dengan nasib perusahaanmu? Oh iya satu hal lagi, kamu menikahiku karena ingin anakmu memiliki seorang ayah kan? Harusnya kamu berterima kaish kepadaku karena menyelamatkanmu dan keluargamu, mana ada laki-laki yang mau menikahi wanita yang hamil dengan laki-laki lain, llau dimana sekarang laki-laki itu? Apakah dia mencarimu? Tidak kan, justru dia meninggalkanmu. Oh iya satu hal lagi wanita itu sedang hamil jadi jangan pernah mengganggunya, dia akan melahirkan anak itu dan anak itu akan tinggal bersama kita, tentu saja saham milik Laura akan berpindah ke anak itu karena anak itu anak kandungku. Kamu tidak bisa mengaturku apalagi marah denganku, ingat ya aku telah menyelamatkanmu dengan mengakui Laura sebagai anakku jadi sebagai gantinya kamu harus mengakui anakku.” Kata Jio.
“Lalu apakah kamu akan menikahi wanita itu?” Tanya Lily.
“Tergantung dia, jika dia menginginkannya tentu saja aku akan menikahinya. Jangan khawatir, kamu tetap istri sahku dan istriku satu-satunya.” Kata Jio.
“Gawat, jika anak itu lahir lalu perusahaan Jio bisa jatuh ke tangan anak itu. Aku tidak bisa, lebih baik aku mengakuinya sebagai anakku saja dengan begitu aku dan Laura tidak akan kehilangan apapun.” Kata Lily dalam hati.
“Baiklah aku akan mengakui anak itu sebagai anakku tapi setelah anak itu lahir, anak itu harus tinggal dirumah ini dan akulah ibunya. Aku akan berpura-pura hamil demi Laura. Tapi dengan syarat putuskan dia setelah anak itu lahir dan suruh dia pergi menjauhimu.” Kata Lily.
“Aku bisa mengaturnya.” Kata Jio.
“Dimana wanita itu tinggal? Aku ingin menemuinya.” Kata Lily.
“Apakah kamu akan membunuhnya?” Tanya Jio.
“Kamu pikir aku akan mengacaukannya? Dimana dia tinggal?” Tanya Lily.
“Besok supirku yang akan mengantarmu menemui wanita itu, oh iya panggil dia Yeri Han.” Kata Jio.