
“Ayo
ma cepat, mereka mengejar kita.” Kata Laura.
“Tunggu,
aku akan menelfon pengasuh Celo untuk menjemput kita.” Kata Abel.
“Celo
dan Ahjuma tidak ada disini.” Kata Laura. (Ahjuma panggilan untuk bibi).
“Apa?
Bagaimana mungkin Celo tidak ada disini?” Tanya Abel.
“Papa
berhasil membawa Celo kembali, panjang ceritanya ma. Kita harus secepatnya
berlari dan kabur dari sini.” Kata Laura.
Tiba-tiba
ada mobil yang menghampiri mereka.
“Ayo
cepat masuk.” Kata laki-laki tersebut, dia adalah saudara Jackson, sebut saja
dia Leo.
“Kamu
siapa?” Tanya Abel.
“Saya
Leo, saudara Jackson. Cepat masuklah, kita tidak ada waktu lagi.” Kata Leo.
Akhirnya mereka berdua masuk kedalam mobil Leo.
Mereka
pun sedikit lega.
“Ah
syukurlah setidaknya kita aman, kamu baik-baik saja kan?” Tanya Abel.
“Kakiku
terluka, ini semua karenamu.” Gerutu Laura.
“Maafkan
aku, nanti kita ke rumah sakit ya.” Kata Abel.
“Kita
akan pergi ke rumah Jackson.” Kata Leo.
“Baiklah.”
Kata Abel.
“Mama
percaya dengannya? Sepertinya dia mencurigakan.” Kata Laura.
“Jackson
pernah cerita tentang Leo kepadaku.” Kata Abel.
“Tapi
kan belum pernah bertemu dengannya sebelumnya, kalau sampai dia membahayakan
aku tidak akan pernah mau ikut tinggal bersama mama.” Gerutu Laura.
“Percayalah
padaku.” Kata Abel.
Setibanya
dirumah Jackson.
Leo
segera mengantarkan Abel dan Laura kedalam rumah.
“Aduh
kakiku masih sakit.” Gerutu Laura.
“Mama
akan membantumu berjalan.” Kata Abel.
“Lepaskan,
ini semua gara-gara kamu.” Gerutu Laura.
“Naiklah
ke punggungku, aku akan menggendongmu.” Kata Leo. Akhirnya Leo menggendong Laura
lalu mereka masuk kedalam rumah Jackson.
“Wah
ternyata Ahjushi sangat kaya raya dan saudaranya lumayan juga, pasti saudaranya
juga kaya raya.” Kata Laura dalam hati.
“Turunkan
Laura disini saja, maaf merepotkan.” Kata Abel.
“Terima
kasih banyak Leo, aku boleh kan memanggilmu dengan sebutan nama? Disini
memanggil dengan nama langsung wajar kan.” Kata Laura.
“Tentu
dan melayani kalian.” Kata Leo.
“Memangnya
kamu mau pergi kemana?” Tanya Abel.
“Aku
harus kembali ke rumahku, Jackson bilang padaku bahwa aku harus menjemput
kalian di bandara.” Kata Leo.
“Aku
akan memasak dan kita makan bersama, anggap saja ini ucapan terima kasih
untukmu.” Kata Abel.
“Tidak
perlu, kalian kan harus istirahat.” Kata Leo.
“Aku
tidak kelelahan kok, kakiku sepertinya baik-baik saja.” Kata Laura.
“Duduklah,
aku akan membuat makanan untuk kalian.” Kata Abel.
**
Setelah
makan, Abel menanyakan keberadaan Jackson kepada Leo.
“Bagaimana
dengan Jackson? Apa ada kabar darinya?” Tanya Abel.
“Aku
belum mendapatkan kabar darinya, tapi aku sudah mengirim orang untuk mencari
dan menyelamatkan Jackson.” Kata Leo.
“Semoga
secepatnya ada kabar dari Jackson, aku sangat khawatir.” Kata Abel.
“Dia
ingin melamarmu setibanya kamu disini, dia sangat menyukaimu.” Kata Leo.
“Tapi
aku hanyalah wanita biasa dan bahkan memiliki banyak masa lalu yang buruk, aku
bahkan saat ini memiliki anak dari musuhnya.” Kata Abel.
“Dia
sama sekali tidak peduli, dia benar-benar tulus dan bisa menerimamu apa
adanya.” Kata Leo.
“Tapi
aku tidak bisa meninggalkan anak-anakku, mereka tidak boleh tinggal bersama
ayahnya.” Kata Abel.
“Jackson
tidak keberatan jika kedua anakmu tinggal bersamamu.” Kata Leo.
“Maafkan
aku Jackson, cepat kembalilah.” Kata Abel sambil meneteskan air matanya.
**
Jio
sangat kesal karena kehilangan jejak Abel dan Laura. Apalagi Jackson berhasil
kabur darinya.
“Aaaaaaah
menyebalkan, aku kehilangan Abel, Laura dan juga Jackson.” Kata Jio sambil
membanting semua barang-barang.
“Sepertinya
disana ada yang membantu mereka.” Kata Adele.
“Seharusnya
kamu ikuti mereka sampai sana.” Kata Jio.
“Bukankah
kamu yang melarangku karena takut Abel akan curiga.” Kata Adele.
“Aku
benar-benar tidak tau harus melakukan apa, Abel telah menjual JK Group kepada
Jackson. Aku tidak punya apa-apa.” Kata Jio.
“Kamu
masih bisa sayang, saat ini Celo kan sedang di Korea bersama pengasuhnya.
Bukankah Abel sangat menyayangi kedua anakmu? Kamu bisa gunakan Celo untuk
memancing Abel.” Kata Adele.
“Benar
juga ide kamu.” Kata Jio.