
Abel sedang menghadiri rapat
komite di sekolah. Selesai rapat wali kelas Laura menghampiri Abel di
ruangannya.
“Selamat siang nyonya, maaf ada
yang ingin saya sampaikan terkait siswa Laura.” Kata wali kelas Laura, sebut
saja Guru Seo.
“Silahkan duduk, ada apa dengan Laura?”
Tanya Abel.
“Sudah tiga hari siswa Laura
tidak masuk sekolah. Apakah dia sedang sakit atau ada masalah? Saya khawatir
dia akan tertinggal, meskipun dia masih duduk di kelas 2 tapi siswa SMA tidak
bisa santai apalagi dia masuk di kelas unggulan.” Kata guru Seo.
“Apa? Dia tidak masuk sekolah.
Maaf sebelumnya karena saya jarang dirumah dan pekerjaan saya sangat banyak
jadi saya kurang memperhatikan dia. Apakah ada kendala dengan belajarnya atau
dikelasnya? Tapi dia masih hadir di kelas vokalnya kan?” Tanya Abel.
“Dia juga tidak hadir dalam kelas
vokalnya nyonya.” Kata guru Seo.
“Baiklah, terima kasih infonya.
Lain kali segera kabari saya atau ke sekretaris saya sekretaris Do.” Kata Abel.
“Baik nyonya, kalau begitu saya
permisi dulu.” Kata guru Seo.
Kemudian Abel menelfon art nya
untuk menanyakan keberadaan Laura.
“Laura dimana?” Tanya Abel.
“Dia sedang pergi ke sekolahnya
nyonya, ada apa?” Tanya art.
“Dia bahkan sudah tiga hari tidak
masuk sekolah, aku membayarmu untuk mengawasinya tapi kenapa aku tidak tau
kalau dia tidak masuk kelas.” Kata Abel sangat marah.
“Tugas saya hanya sebagai art dan
mengawasi apakah nona Laura pergi ke sekolah atau tidak. Jadi bukan urusan saya
nona Laura masuk sekolah atau tidak karena setiap hari dia memakai seragam.”
Kata art, lalu menutup telfonnya.
“Dasar art menyebalkan, berani
sekali dia mematikan telfonku. Lalu Laura pergi kemana, bahkan ponselnya tidak
aktif. Laura-a tolong jangan membuatku cemas dan khawatir seperti ini.” Kata
Abel.
Kemudian Abel menyuruh sekretaris
Do untuk mencari dimana Laura berada.
Abel menemui Lily di tempat
kerjanya.
“Ada apa kamu datang kemari?”
Tanya Lily.
“Dimana kamu sembunyikan Laura?”
Tanya Abel.
“Apa tidak salah kamu bertanya
seperti itu padaku? Bukankah kamu juga yang melarang dia bertemu denganku? Kamu
benar-benar sangat jahat karena telah memisahkan dia denganku maupun ayahnya.
Pantas saja dia melarikan diri, dia tidak pernah menganggapmu sebagai seorang
ibu, jadi sampai kapanpun kamu tidak bisa memilikinya.” Kata Lily.
“Jangan banyak bicara, cepat
katakan dimana Laura?” Tanya Abel sambil membanting semua barang Lily yang ada
di atas meja. Lily pun sedikit ketakutan.
“Aku tidak tau dia ada dimana,
pergi kamu dari sini.” Kata Lily.
“Haruskah aku melakukan kekerasan
kepadamu?” Ancam Abel.
“Aku sama sekali tidak tau dimana
keberadaan Laura, bahkan dia tidak pernah menghubungiku sama sekali.” Kata Lily
sambil ketakutan. Akhirnya Abel kembali pulang.
Dia pun menelfon teman-teman Laura
namun Laura tidak bersama mereka.
Akhirnya Abel kembali pulang ke
rumah. Dan Laura tengah berlatih vokal dikamarnya.
“Laura.” Kata Abel.
“Bisakah kamu mengetuk pintuku
dulu sebelum masuk?” Tanya Laura.
“Maafkan aku, aku hanya khawatir
denganmu sayang.” Kata Abel sambil memeluk Laura.
“Lepaskan aku, aku lelah dan mau
istirahat.” Kata Laura.
“Ada yang ingin aku bicarakan
denganmu tapi lain kali saja, tidurlah kalau begitu. Aku akan mematikan lampu
kamarmu.” Kata Abel.
“Bicara saja sekarang.” Kata Laura.
“Lain kali saja, sekarang
tidurlah. Selamat malam sayang.” Kata Abel sambil mengelus rambut Laura namun
Laura menyingkirkan tangan Abel.