Truth and Revenge

Truth and Revenge
Episode 5 (From Visual to Devil)



Hari itu Yudi mulai bekerja sebagai satpam rumah tuan Jo dan Ayu bekerja sebagai art. Yanti membantu pekerjaan ibunya sedangkan Yanto pergi ke pasar bersama Tika.


Yanti membantu ibunya menjemur baju.


“Terima kasih ya sayang sudah membantu ibu.” Kata Ayu.


“Sama-sama bu, bu aku boleh sekolah kan?” Tanya Yanti.


“Tentu saja boleh sayang. Nanti ibu akan tanya ke mbak Tika ya, siapa tau mbak Tika mengerti sekolah yang bagus untukmu.” Kata Ayu.


“Aku ingin sekolah di sekolah yang sama dengan anaknya nyonya Alin bu.” Kata Yanti.


“Tapi ibu dan bapak bisa tidak ya membiayai kalian sekolah disana.” Kata Ayu.


“Mereka sekolah di sekolah negeri bu, aku kan juga sebelumnya sekolah di SMP negeri pasti bisa diterima.” Kata Yanti.


“Nanti ibu usahakan ya.” Kata Ayu.


“Anaknya nyonya Alin sangat cantik ya bu, anak pertamanya juga sangat tampan ya bu.” Kata Yanti.


“Hehehe karena orang tuanya juga sangat cantik dan tampan, anak kedua mereka seumuran kok sama kamu.” Kata Ayu.


“Benarkah? Seandainya aku terlahir dari keluarga seperti nyonya Alin dan tuan Jo pasti aku akan sangat cantik ya bu.” Kata Yanti.


“Hahahaha bagi ibu, Yanti adalah anak ibu yang sangat cantik.” Kata Ayu.


“Kalau saja aku memiliki wajah yang sangat cantik pasti aku tidak akan di bulli di sekolahku dulu, ini karena aku yang memilih bersekolah di kota. Coba kalau aku bersekolah di desa pasti aku tidak akan di bulli teman-temanku.” Kata Yanti.


“Kalau ada yang berani mengganggu anak ibu, dia harus berhadapan langsung dengan ibu dan bapak.” Kata Ayu.


Tiba-tiba Alin memanggil Ayu.


“Ayu Ayu Ayu.” Panggil Alin.


“Iya nyonya, ada apa?” Tanya Ayu.


Alin langsung menampar pipi Ayu didepan Yanti.


“Apa yang nyonya lakukan pada ibuku? Nyonya jahat sekali.” Kata Yanti lalu menolong ibunya.


“Ibu tidak apa-apa kok, pergilah ke kamar.” Kata Ayu.


“Tapi bu.” Kata Yanti.


“Cepat pergilah ke kamar.” Kata Ayu, akhirnya Yanti masuk kedalam kamarnya.


“Sebenarnya ada apa nyonya? Kenapa nyonya menampar pipi saya bahkan didepan anak saya.” Kata Ayu.


“Bukan saya, mungkin Tika nyonya. Tika sedang berbelanja ke pasar dengan anak saya.” Kata Ayu.


“Aku bilang pada Tika kalau secepatnya setrika baju anakku tapi ternyata masih belum juga di setrika, kalau begitu cepat setrika baju anakku sekarang juga.” Kata Alin.


“Baik.” Kata Ayu dengan sangat kesal dan penuh emosi karena ditampar majikannya didepan Yanti.


Kemudian Ayu menyetrika baju anak majikannya.


Ayu menyetrika dengan perasaan kesal dan penuh emosi namun dia hanya bisa menahannya. Tiba-tiba Jo menghampiri Ayu.


“Dimana istriku?” Tanya Jo.


“Sedang dikamar anaknya tuan.” Kata Ayu.


“Buatkan aku kopi lalu antarkan kedalam ruang olahraga di lantai 2.” Kata Jo.


“Maaf sebelumnya, tapi nyonya melarang saya untuk masuk kedalam rumah apalagi ke ruang olahraga.” Kata Ayu.


“Lalu kamu mau membantah perintahku? Aku yang menggajimu, ingat itu.” Kata Jo.


“Baiklah tuan, tunggu sebentar.” Kata Ayu.


Setelah selesai menyetrika baju, Ayu segera ke dapur untuk membuatkan kopi tuan Jo. Lalu dia pun akhirnya pergi menuju ke ruang olahraga.


“Permisi tuan, ini kopinya.” Kata Ayu sambil meletakkan kopi di meja.


“Eh mau kemana kamu?” Tanya Jo.


“Saya mau kembali tuan, mau mengerjakan pekerjaan yang lain.” Kata Ayu.


“Ambilkan handukku.” Kata Jo.


“Dimana tuan?” Tanya Ayu.


“Itu di lemari ujung.” Kata Jo. Lalu Ayu mengambil handuk untuk majikannya.


“Ini tuan handuknya.” Kata Jo.


“Cepat lap keringatku dengan handuk.” Kata Jo.


“Apa?” Tanya Ayu kaget.


“Kenapa? Kamu membantahku?” Tanya Jo.


“Ti tidak tuan, baiklah.” Kata Ayu, Ayu pun melakukan apa yang diperintahkan oleh majikannya.